Tindakan Amoral Karin, Melecehkan Lagu Kebangsaan

Masalahnya

Beberapa minggu lalu, media sosial utamanya situs youtube dihebohkan oleh video seorang gadis remaja asal Jakarta bernama Karin Novilda. Dalam video berjudul "GAGA'S BIRTHDAY SURPIRES & MY CONFESSIONS", Karin membuat beberapa pengakuan, diantaranya ia yang merasa bukan seorang yang ikut andil dalam merusak moral bangsa, dan juga bahwa ia menggunakan kunci jawaban pada saat Ujian Nasional 2016 silam (source : https://www.youtube.com/watch?v=X1OkEyPL7NI

Karin Novilda merupakan seorang selebgram. Dengan lebih dari 800.000 pengikut di Instagram, ia menjadi panutan para anak-anak dan remaja Indonesia berusia 13-17 tahun. Untuk para fansnya, Karin dipandang sebagai seorang yang kreatif, apa adanya, dan juga financially independent. Namun untuk yang lain, Karin dianggap meresahkan. Mengapa demikian?


Karena konten yang ditunjukkan Karin di semua media sosialnya, bukanlah hal yang selayaknya ditunjukkan di muka umum. Foto ciuman, video mengumpat dengan menggunakan nama-nama kelamin, berpose dengan pakaian yang terbuka, memakai ganja, menenggak minuman keras, semuanya ia lakukan dan tunjukkan baik di media sosialnya maupun akun youtube yang menampilkan Karin sebagai guest starnya.


Karin berlindung dibalik argumen "Anak Jakarta wajarnya begini", "Gue ga jaim", "Gue ga akan berubah demi siapapun", "Moral itu antara manusia dan Tuhan, nggak usah ikut campur".

Meresahkan? Tentu.

Para penggemar yang rata-rata anak bau kencur, menganggap apa yang dilakukan Karin sebagai hal yang lumrah, bahkan cenderung 'edgy'.

Banyak remaja seumurannya yang masih memiliki moral, mencoba meluruskan Karin. Tidak sedikit orang dewasa yang khawatir dengan keberlangsungan bangsa mengingat pemudi yang dijadikan role model adalah Karin, membuat artikel mengenai Karin dengan harapan Karin tersentil dan berubah. Namun yang ada, Karin malah makin menjadi-jadi.
Baru-baru ini terbongkar tindakan Karin yang sangat kontroversial, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan "gayanya sendiri". Lirik dalam lagu kebangsaan tersebut, ia ganti menjadi alat kelamin laki-laki. Tidak hanya menyanyikan, ia meneriakan nama alat kelamin laki-laki itu dengan bangga.
Mirisnya, para penggemar Karin menganggap hal itu keren dan makin membuat Karin dikenal sebagai anak yang "berani".

Tidak lama, saya membaca berita yang mana seseorang diadili karena merubah "Pancasila" menjadi "Pancagila".
Tidakkah Karin seharusnya diadili karena merubah "Indonesia Raya" menjadi "Indonesia K*****"? 
Perbuatan Karin yang lalu memang meresahkan, tapi bukankah tindakan ini merupakan sesuatu yang sudah kelewat batas?

avatar of the starter
Adelia YlkaPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 11 pendukung

Masalahnya

Beberapa minggu lalu, media sosial utamanya situs youtube dihebohkan oleh video seorang gadis remaja asal Jakarta bernama Karin Novilda. Dalam video berjudul "GAGA'S BIRTHDAY SURPIRES & MY CONFESSIONS", Karin membuat beberapa pengakuan, diantaranya ia yang merasa bukan seorang yang ikut andil dalam merusak moral bangsa, dan juga bahwa ia menggunakan kunci jawaban pada saat Ujian Nasional 2016 silam (source : https://www.youtube.com/watch?v=X1OkEyPL7NI

Karin Novilda merupakan seorang selebgram. Dengan lebih dari 800.000 pengikut di Instagram, ia menjadi panutan para anak-anak dan remaja Indonesia berusia 13-17 tahun. Untuk para fansnya, Karin dipandang sebagai seorang yang kreatif, apa adanya, dan juga financially independent. Namun untuk yang lain, Karin dianggap meresahkan. Mengapa demikian?


Karena konten yang ditunjukkan Karin di semua media sosialnya, bukanlah hal yang selayaknya ditunjukkan di muka umum. Foto ciuman, video mengumpat dengan menggunakan nama-nama kelamin, berpose dengan pakaian yang terbuka, memakai ganja, menenggak minuman keras, semuanya ia lakukan dan tunjukkan baik di media sosialnya maupun akun youtube yang menampilkan Karin sebagai guest starnya.


Karin berlindung dibalik argumen "Anak Jakarta wajarnya begini", "Gue ga jaim", "Gue ga akan berubah demi siapapun", "Moral itu antara manusia dan Tuhan, nggak usah ikut campur".

Meresahkan? Tentu.

Para penggemar yang rata-rata anak bau kencur, menganggap apa yang dilakukan Karin sebagai hal yang lumrah, bahkan cenderung 'edgy'.

Banyak remaja seumurannya yang masih memiliki moral, mencoba meluruskan Karin. Tidak sedikit orang dewasa yang khawatir dengan keberlangsungan bangsa mengingat pemudi yang dijadikan role model adalah Karin, membuat artikel mengenai Karin dengan harapan Karin tersentil dan berubah. Namun yang ada, Karin malah makin menjadi-jadi.
Baru-baru ini terbongkar tindakan Karin yang sangat kontroversial, yaitu menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan "gayanya sendiri". Lirik dalam lagu kebangsaan tersebut, ia ganti menjadi alat kelamin laki-laki. Tidak hanya menyanyikan, ia meneriakan nama alat kelamin laki-laki itu dengan bangga.
Mirisnya, para penggemar Karin menganggap hal itu keren dan makin membuat Karin dikenal sebagai anak yang "berani".

Tidak lama, saya membaca berita yang mana seseorang diadili karena merubah "Pancasila" menjadi "Pancagila".
Tidakkah Karin seharusnya diadili karena merubah "Indonesia Raya" menjadi "Indonesia K*****"? 
Perbuatan Karin yang lalu memang meresahkan, tapi bukankah tindakan ini merupakan sesuatu yang sudah kelewat batas?

avatar of the starter
Adelia YlkaPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 19 Agustus 2016