
Penyaluran bpnt melalui PT pos dalam rangka percepatan penyaluran bantuan utk masyarakat yg terdampak covid19 di kab Brebes kurang efisien meski di klaim penyaluran utk menstimulasi daya beli masyarakat yang rendah akibat pandemi covid19 dan disalurkan dlm bentuk tunai dgn rapelan saldo alokasi Jan,febr,Maret dgn total uang 600 RB per kpm dinilai kurang kontrol dari pihak terkait dan pasca penyaluran penggunaan dana kurang tepat sasaran Krn masyarakat tidak membelanjakan sesuai himbauan dari pemerintah utk dibelanjakan ke kebutuhan pangan yg meliputi. Pemenuhan akan karbohidrat,protein hewani,nabati,kcg2 an yg termasuk tahu tempe serta pemenuhan akan sumber mineral dari buah dan sayur, pembelanjaan penerima manfaat bertransformasi Krn disalurkan dlm bentuk tunai menjadi pembelanjaan yg diluar range pembelanjaan Krn masyarakat penerima manfaat hy dihimbau tapi tidak diberi ketentuan normatif yg jelas shg dana bantuan dipergunakan untuk hal2 lain diluar range pembelanjaan program ( membyr hutang,membeli baju baru, investasi di toko emas,Depe brg elektronik dll) alhasil penyaluran dana bantuan BPNT tidak menyentuh esensi tepat guna, tepat sasaran meski sudah tepat waktu.
Hal lain yg perlu juga menjadi perhatian adlh semakin rendahnya daya beli masyarakat terhadap ekonomi pasar tradisional Krn penerima manfaat rata rata membelanjakan di modern trade seperti Alfamart, Indomaret dan swalayan yg justru hal ini berbanding terbalik dgn tujuan dana bantuan ini dikucurkan dlm rangka menstimulasi daya beli masyarakat terhadap ekonomi pasar yg mengalami penurunan krn byk nya Masyarakat yg terdampak covid19 mulai dari naiknya angka kemiskinan Krn byk nya tenaga kerja yg di PHK dan pengangguran Krn lahan usaha mereka yg mengalami kebangkrutan pasca ppkm diterapkan sbg upaya mencegah penularan virus covid19.padahal byk sekali dana stimulan lain yg bisa dijadikan fokus stimulasi daya beli masyarakat terhadap ekonomi pasar seperti BST dana desa, PKH dan byk program UMKM lain yg notabene memang disalurkan scr tunai .
Banyak nya keluhan para pedagang di pasar tradisional pasca pemindahan penyaluran bpnt melalui PT pos terutama di sektor bahan pangan dan pemenuhan kebutuhan gizi ( pedagang beras lokal, pedagang buah dan sayur mayur , pedagang ikan segar,daging ayam) Krn mengalami penurunan omzet penjualan yg biasanya saat pencairan bansos ikut merasakan rezeki bansos sembako Krn para pemilik e warung atau agen penyalur bansos membeli dari pedagang lokal utk memasok komoditas brg yg akan dijual ke kpm tentunya dgn pertimbangan kpm dpt kelayakan akan kualitas brg yg masih baru,segar dan fresh dgn hrg yg terjangkau sesuai hrg pasar Krn range hrg utk penerima manfaat sudah ditentukan dari dinas koperasi sebelum jadwal pencairan di share ke penerima manfaat shg penerima manfaat mendapatkan kelayakan akan kualitas, kuantitas serta hrg Krn penerima manfaat mendapatkan nota pembelanjaan saat melakukan transaksi di agen bansos atau e wrg.