Bebaskanlah Sang Inovator ... Karna Dia bukan Koruptor.

Masalahnya

 

Dasep Ahmadi … Pendiri sekaligus Pemilik PT. Sarimas Ahmadi Pratama (SAP) adalah Sang Inovator. Sejak Mahasiswa sudah dikenal banyak terlibat dalam kegiatan Inovasi, salah satunya di Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB yang mana salah satu hasil karyanya memenangkan Lomba Inovasi Pembuatan Robot yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Mesin se-Indonesia (1987).

Setelah lulus Dia tidak semata-mata mencari “UANG”. Sempat bekerja beberapa tahun di perusahaan otomotif terkemuka di Negeri ini dan menempati posisi penting bagi seorang Insinyur tidak melunturkan jiwa Inovasinya. Sejak tahun 1998 Ibadahnya dilanjutkan di Perusahaan yang dibangunnya sendiri PT. Sarimas Ahmadi Perkasa (SAP). Tujuannya bukan hanya untuk sekedar bisnis tetapi agar dapat terus berinovasi dan menciptakan produk karya Anak terbaik Bangsa. Mulai dari peralatan pertanian, Special Purpose Machine yang sempat diekspor ke Malaysia, Numerical Control Machine (CNC), Motor bensin 200 cc, hingga Mobil Listrik.

Dari hasil Karyanya Dasep Ahmadi mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya:

-          B.J. Habibie Technology Award dari BPPT (2009)

-          Adhi Cipta Rekayasa Award dari PII (2010)

-          Pioneer of Technology Development Award dari Kementrian Perindustrian yang diserahkan langsung oleh Presiden Repulik Indonesia (2010)

Dibidang otomotif awalnya Dia hanya ingin membuat Mesin 200 cc karya bangsa sendiri untuk dipergunakan sebagai tranpostasi rakyat yang mampu memutar roda perekonomian karena harganya akan lebih murah kalau dibuat sendiri di dalam Negeri. Rupiah demi Rupiah dikumpulkan dari kawan2 kuliahnya dulu (M’84 - ITB) untuk dijadikan Modal Kerja. Karena pengalaman membuktikan sangat sulit untuk mendapatkan bantuan Modal Kerja untuk sesuatu yang belum berwujud nyata sebagai sebuah produk. Pontang panting… Babak belur… untuk bisa mewujudkannya. Jelas karena memang Inovator akhirnya pun terwujud.

Saat rasa puas mulai merekah yang tampak jelas dari raut wajahnya, ternyata hal tersebut tidak berlangsung lama. Tantangan lebih besar yang diberikan oleh Pejabat Negara pun harus dipikirkannya, yaitu Membuat Mobil Listrik. Jiwa Inovatornya pun terpanggil … Harus bisa!.

Oh My God…Seeep, kita harus kembali mengumpulkan Rupiah demi Rupiah dari kawan2 untuk membuat prototip?. Sementara kita juga belum mampu mengembalikan pinjaman sebelumnya sesuai yang kita janjikan?. Ya Begitulah … yakinilah dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Dengan perjuangan yang gigih tidak mengenal lelah akhirnya prototype pun terwujud. Dengan rasa bangga ditunjukkan kepada teman2nya Alumni Teknik Mesin ITB Angkatan ’84. Kritik pun bermunculan “Kamu tuh Sarjana Teknik Mesin…!, Kenapa yang kamu buat produk basic ilmunya Elektro?”. Kalaupun mau menciptakan produk otomotif harusnya “Hybrid”!. Tetapi sang Inovator Bergeming dengan visinya. Yang dikatakannya “Saya berpikir bahwa mobil listrik adalah salah satu yang feasible, karena lebih ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Kalau soal ilmu bisa kita pelajari”.

Kini Sang Inovator harus mendekam di Ruang tahanan Kejaksaan Agung atas Karyanya... atas Perjuangannya… atas Idealisme untuk Bangsanya… atas Mimpi-mimpinya… atas Visi Inovasinya. Pantas kah?.

Petisi ini diharapkan membuka pengetahuan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang mengagungkan NKRI, bahwa perjuangan kita sebagai generasi penerus Bangsa dalam menegakkan Kemandirian Teknologi dan Rekayasa masih jauh panggang dari api.

avatar of the starter
Isrady SofiansyahPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 2.134 pendukung

Masalahnya

 

Dasep Ahmadi … Pendiri sekaligus Pemilik PT. Sarimas Ahmadi Pratama (SAP) adalah Sang Inovator. Sejak Mahasiswa sudah dikenal banyak terlibat dalam kegiatan Inovasi, salah satunya di Himpunan Mahasiswa Mesin (HMM) ITB yang mana salah satu hasil karyanya memenangkan Lomba Inovasi Pembuatan Robot yang diselenggarakan oleh Mahasiswa Teknik Mesin se-Indonesia (1987).

Setelah lulus Dia tidak semata-mata mencari “UANG”. Sempat bekerja beberapa tahun di perusahaan otomotif terkemuka di Negeri ini dan menempati posisi penting bagi seorang Insinyur tidak melunturkan jiwa Inovasinya. Sejak tahun 1998 Ibadahnya dilanjutkan di Perusahaan yang dibangunnya sendiri PT. Sarimas Ahmadi Perkasa (SAP). Tujuannya bukan hanya untuk sekedar bisnis tetapi agar dapat terus berinovasi dan menciptakan produk karya Anak terbaik Bangsa. Mulai dari peralatan pertanian, Special Purpose Machine yang sempat diekspor ke Malaysia, Numerical Control Machine (CNC), Motor bensin 200 cc, hingga Mobil Listrik.

Dari hasil Karyanya Dasep Ahmadi mendapatkan beberapa penghargaan, diantaranya:

-          B.J. Habibie Technology Award dari BPPT (2009)

-          Adhi Cipta Rekayasa Award dari PII (2010)

-          Pioneer of Technology Development Award dari Kementrian Perindustrian yang diserahkan langsung oleh Presiden Repulik Indonesia (2010)

Dibidang otomotif awalnya Dia hanya ingin membuat Mesin 200 cc karya bangsa sendiri untuk dipergunakan sebagai tranpostasi rakyat yang mampu memutar roda perekonomian karena harganya akan lebih murah kalau dibuat sendiri di dalam Negeri. Rupiah demi Rupiah dikumpulkan dari kawan2 kuliahnya dulu (M’84 - ITB) untuk dijadikan Modal Kerja. Karena pengalaman membuktikan sangat sulit untuk mendapatkan bantuan Modal Kerja untuk sesuatu yang belum berwujud nyata sebagai sebuah produk. Pontang panting… Babak belur… untuk bisa mewujudkannya. Jelas karena memang Inovator akhirnya pun terwujud.

Saat rasa puas mulai merekah yang tampak jelas dari raut wajahnya, ternyata hal tersebut tidak berlangsung lama. Tantangan lebih besar yang diberikan oleh Pejabat Negara pun harus dipikirkannya, yaitu Membuat Mobil Listrik. Jiwa Inovatornya pun terpanggil … Harus bisa!.

Oh My God…Seeep, kita harus kembali mengumpulkan Rupiah demi Rupiah dari kawan2 untuk membuat prototip?. Sementara kita juga belum mampu mengembalikan pinjaman sebelumnya sesuai yang kita janjikan?. Ya Begitulah … yakinilah dibalik kesulitan akan ada kemudahan. Dengan perjuangan yang gigih tidak mengenal lelah akhirnya prototype pun terwujud. Dengan rasa bangga ditunjukkan kepada teman2nya Alumni Teknik Mesin ITB Angkatan ’84. Kritik pun bermunculan “Kamu tuh Sarjana Teknik Mesin…!, Kenapa yang kamu buat produk basic ilmunya Elektro?”. Kalaupun mau menciptakan produk otomotif harusnya “Hybrid”!. Tetapi sang Inovator Bergeming dengan visinya. Yang dikatakannya “Saya berpikir bahwa mobil listrik adalah salah satu yang feasible, karena lebih ramah lingkungan dan irit bahan bakar. Kalau soal ilmu bisa kita pelajari”.

Kini Sang Inovator harus mendekam di Ruang tahanan Kejaksaan Agung atas Karyanya... atas Perjuangannya… atas Idealisme untuk Bangsanya… atas Mimpi-mimpinya… atas Visi Inovasinya. Pantas kah?.

Petisi ini diharapkan membuka pengetahuan bagi seluruh masyarakat Indonesia yang mengagungkan NKRI, bahwa perjuangan kita sebagai generasi penerus Bangsa dalam menegakkan Kemandirian Teknologi dan Rekayasa masih jauh panggang dari api.

avatar of the starter
Isrady SofiansyahPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 30 Juli 2015