Segera Hentikan Proyek PLTA Batang Toru

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


801 ekor spesies terakhir Orangutan Tapanuli, ribuan nelayan dan petani di Batang Toru, ratusan hektar hutan, akan terancam jika kita tak berbuat apa-apa soal ini.

Saya Jaya Arjuna, dosen di Universitas Sumatera Utara yang selama 31 tahun fokus pada masalah AMDAL. Sebagai sarjana teknik, tentu saya sangat mendukung program pembangunan yang pastinya dengan niat untuk kebaikan rakyat Indonesia. Tapi rencana pembangunan PLTA Batang Toru di Sumatera Utara membuat saya khawatir.

Dari hitung-hitungan yang saya buat, jika PLTA Batang Toru ini dibangun, fluktuasi air yang besar akan merusak kondisi sungai secara permanen. Lingkungan di sekitar sungai seperti persawahan juga akan terkena imbas. Akibatnya, ribuan nelayan dan petani akan terancam kehidupan dan penghidupannya.

Kalau mereka kehilangan sumber mata pencahariannya, pasti akan merambah ke sumber kehidupan terdekat, yaitu hutan. Pada akhirnya proyek ini akan turut merusak hutan sekitar yang jadi habitat 801 ekor spesies terakhir Orangutan Tapanuli. Banyak orang di dunia saat ini juga sedang menyoroti ancaman terhadap Orangutan Tapanuli karena spesies ini baru ditemukan dan sudah terancam punah. Apakah kita sebagai orang Indonesia diam saja melihat ancaman ini?

Saya berharap Menteri LHK dan Menteri ESDM memikirkan kembali soal dampak kerusakan akibat PLTA Batang Toru dan segera stop proyek ini. Saya yakin bukan hanya saya aja yang khawatir soal ini. Kalau kita bersuara bersama, pasti yang berwenang akan mendengarkan. Tolong dukung dan sebarkan petisi ini.

Salam cinta lingkungan Indonesia,

Jaya Arjuna

 



Hari ini: Jaya mengandalkanmu

Jaya Arjuna membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jokowi, Segera Hentikan Proyek PLTA Batang Toru". Bergabunglah dengan Jaya dan 950 pendukung lainnya hari ini.