Petisi ditutup

SAVE ANIMAL ATAU BUBARKAN BEM SI (Seluruh Indonesia)

Petisi ini mencapai 270 pendukung


Beredarnya video pemenggalan kepala hewan unggas pada saat aksi mahasiswa menciptakan kehebohan dan keprihatinan. Tidak hanya memenggal hewan tersebut, para mahasiswa itu juga melumuri foto Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla dengan darah yang menetes dari leher hewan tersebut yang terlepas dari kepalanya, namun masih mengepak-kepakkan sayapnya penuh penderitaan. Parahnya lagi, mahasiswa-mahasiswa tersebut dengan bangga me-videokan tindakan memalukan itu lalu diunggah ke youtube sebagai salah satu cuplikan yang dipertontonkan dalam bentuk screenshot.[1] Dari video tersebut, terlihat seekor hewan unggas menggantung dengan darah bercucuran melalui leher tanpa kepala dan foto-foto berlumuran darah. Hewan malang tersebut harus mati sia-sia sebagai properti aksi yang seharusnya dapat mati mulia dengan penuh kebermanfaatan sebagai makanan manusia dengan penyembelihan sesuai prosedur.

Aksi tersebut merupakan bagian dari aksi yang dilakukan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) pada tanggal 20 Oktober 2016. Mengambil momentum 2 tahun kepemimpinan Jokowi-JK, BEM SI mengepung Istana Negara dengan massa sekitar 5000 mahasiswa dari perwakilan kampus se-Indonesia. Setelah 15 perwakilan beraudiensi dengan Kepala Staf Kepresidenan, perwakilan mahasiswa kemudian memutuskan untuk walk out dengan uapan kekesalan setelah keinginannya untuk bertemu Presiden tidak dipenuhi.[2]

Kekesalan itulah yang akhirnya diwujudkan dengan penyembelihan ayam hidup-hidup dan melumuri foto Presiden dan Wakil Presiden dengan darah hewan unggas malang tersebut. Tidak hanya itu, mahasiswa bahkan melemparkan ayam yang sudah mati itu, dengan kepala terpisah dari badan, ke Istana sebagai bentuk kekecewaan dan kemarahan. Mahasiswa BEM SI juga membakar topeng bergambar Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla. Aksi diakhiri dengan bentrokan antara massa mahasiswa dengan Polisi yang mengakibatkan 2 mahasiswa terluka. [3]

Pemenggalan hewan unggas hingga memicu kerusuhan tidak hanya sekali dilakukan oleh BEM SI pada saat mengadakan unjuk rasa. Tercatat pada tahun 2010, bentrokan terjadi antara massa aksi BEM SI yang mencoba menerobos blockade Polisi saat peringatan Hari Antikorupsi di Istana Negara.[4] Peristiwa serupa juga berulang pada saat BEM SI mengadakan aksi di Istana Negara tanggal 21 Oktober 2013. Bentrokan dipicu karena provokasi dari massa mahasiswa yang membakar ban, melempar kembang api ke arah Istana, serta ingin mencoba menerobos barikade Polisi. Akibatnya, 10 mahasiswa ditahan.[5] Kerisuhan yang ditimbulkan tidak hanya terjadi saat aksi di Istana Negara, pada saat aksi menuntut penangkapan Mantan Wakil Presiden Boediono dan Menteri Sri Mulyani di Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (30 September 2013), BEM SI juga terlibat kerusuhan dengan Polisi setelah mencoba untuk menurunkan bendera Merah Putih di depan Gedung KPK dan dihentikan oleh apparat.[6] Dari berbagai aksi tersebut terlihat orientasi aksi yang sengaja menimbulkan kerusuhan demi sekedar terliput di media, tanpa substansi yang jelas.

Kami sebagai masyarakat dan juga bagian dari rakyat yang selama ini selalu didengung-dengungkan oleh massa aksi mahasiswa BEM SI merasa kecewa dan resah atas tindak kekerasan yang mengatasnamakan kami, rakyat. Apa yang diperlihatkan oleh mahasiswa saat ini justru memisahkan mahasiswa dengan elemen rakyat lainnya. Tidak ada satu pun rakyat yang ikut dalam aksi mahasiswa BEM SI yang terlibat dalam kerusuhan. Lantas rakyat seperti apa yang BEM SI perjuangkan? Oleh karena itu, kami sebagai bagian dari rakyat Indonesia yang sadar akan kebobrokan gerakan mahasiswa saat ini, menuntut:

1. Tangkap dan proses pelaku penganiayaan terhadap hewan yang digunakan untuk pelecehan lambang negara (Foto Presiden dan Wakil Presiden)

2. Permintaan maaf secara resmi dari BEM SI atas tindakan keji yang dilakukan pada saat aksi 20 Oktober 2016

3. Jika dua tuntutan tersebut tidak dipenuhi, maka bubarkan BEM SI yang tidak mencerminkan rakyat Indonesia seluruhnya

Mahasiswa jangan mengaku agen perubahan dan penyambung lidah rakyat bila tidak tau permasalahan yang dihadapi oleh rakyat seutuhnya. Mahasiswa jangan mengaku sebagai control sosial jika mengontrol emosi saja tidak becus. Mahasiswa jangan mengaku kekuatan moral jika hewan saja diperlakukan secara biadab dan tak bermoral.

 #SAVEANIMAL

#SAVEGERAKANMAHASISWA
#BUBARKANBEMSI

#RAKYAT

Sumber:

1. https://www.youtube.com/watch?v=0mXFuvkKVjs

2. https://bemindonesia.or.id/wilayah/nasional/rilis-aksi-nasional-bem-si-20-oktober-2016/

3. http://www.mahasiswanews.com/2016/10/bem-si-presiden-harus-bertanggung-jawab.html

4. http://www.kabarbisnis.com/read/2816609/demo-hari-antikorupsi-di-jakarta-rusuh

5. http://news.liputan6.com/read/726140/demo-di-depan-istana-rusuh-10-mahasiswa-diciduk

6. http://utama.seruu.com/read/2013/09/30/185174/bem-si-benterok-dengan-polisi-di-depan-kpk

 



Hari ini: cinta mengandalkanmu

cinta rakyat membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Jokowi: SAVE ANIMAL ATAU BUBARKAN BEM SI (Seluruh Indonesia)". Bergabunglah dengan cinta dan 269 pendukung lainnya hari ini.