STOP penggunaan kulit hewan eksotik sebagai fashion(Stop using animal leather for fashion)

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Fashion adalah suatu hal yang tak terpisahkan dari lifestyle manusia, termasuk warga Indonesia yang sekarang sudah mengikuti perkembangan zaman. Banyak orang yang menghabiskan uang untuk membeli barang fashion dari kulit agar terlihat lebih stylish, misalnya baju, tas, sepatu, dll.

(Fashion is something that cannot be separated from peoples lifestyle, including Indonesians’ whose are up to date with lifestyle. Many people spent their money to buy fashionable items from animal leather so they can be more stylish, such as clothes, bags, shoes, etc.)

Nah, tahukah kamu bagaimana proses pengambilan kulit dari hewan hewan tersebut?

(Well, do you know the process of taking skin from the animals?)

Berikut ini adalah salah satu contoh video cara mengkuliti hewan, PERHATIAN!! VIDEO MENGANDUNG UNSUR DISTURBING.

(this is one of a video which show about how to skinning an animal. WARNING!! THIS VIDEO CONTAIN SOME DISTURBING CONTENT)

https://www.youtube.com/watch?time_continue=57&v=oxVwsA2MLWA

Perburuan liar tersebut berdampak juga pada populasi, salah satunya adalah harimau Sumatera yang hampir punah karena sering diburu untuk kulitnya, yakni jumlahnya kurang dari 400 individu pada tahun 2015*. Selain itu, dari studi tahun 2012, ditemukan bahwa hampir setengah juta dari kulit ular Piton merupakan ekspor tahunan dari Asia Tenggara**. Perburuan liar hewan eksotik merupakan cara yang dianggap paling efisien untuk mendapatkan hewan yang akan diambil kulitnya. Beberapa hewan juga harus dikuliti secara hidup-hidup agar kualitasnya terjaga, dan setelah itu hewan tersebut dibiarkan beberapa jam hingga akhirnya mati.

(Illegal hunting also affects the population of the animals, one of these affects are to the Sumatran Tiger that almost extinct which amount to less than 400 individuals in the 2015*. A study in 2012 found that nearly a half million of Python skins were annualy exports from Southeast Asia**. Illegal hunting of exotic animals is considered  to be the most effective way to get these animal skins. Some animals  even have to be skinned alive so that the quality of the leather could be maintained. Moreover, then the worst part is they are still conscious and tormented for few hours after they were skinned.)

Solusi yang dapat digunakan untuk mengganti kulit hewan dalam fashion adalah kulit sintetis. Kulit sintetis memiliki berbagai macam bahan dasar yang memiliki kelebihan dan kekurangannya sendiri, misalnya berbahan PVC bersifat lentur, dapat memberikan warna seperti kulit asli, namun bersifat panas karena tidak berpori. Selain itu, ada juga berbahan Polyurethane yang memiliki sifat sangat lentur, berpori dan lembut. Kelebihan lain dari kulit sintetis adalah mudah dibersihkan, murah, warnanya tidak mudah memudar dan ramah lingkungan karena tidak menggunakan hewan. Akan tetapi, kekurangan dari kulit sintetis adalah tidak memiliki ketahanan yang lama yakni hanya beberapa tahun.***

(The solution that we can provide to replace animals’ leather is by using synthetic leathers. Synthetic leather has a variety of basic materials that have their own strengts and weakness. Such as PVC based leather which are quite flexible, and they can give colors similar to real leathers, but they are quite hot because they are not porous. While on the other hand, polyurethane based leather are very flexible, porous and soft. Other advantages of the synthetic leather are easy to be cleaned of, cheaper, and friendly to environment because they’re not using animals’ skin. However, the weakness of the synthetic leather is their low durability which only last for a few years)***

Melalui petisi ini, kami ingin memperkuat dan menegakan undang-undang yang telah ada di Indonesia, misalnya adalah kuhp pasal 302 mengenai perlindungan hewan dan undang-undang perlindungan hewan lainnya.

(Through this petition, we want to strengthen and enforce the existing constitution in Indonesia, such as KUHP article 32 concerning about animal protection, and the other law about animal protection.)

Yuk tanda tangani dan sebar petisi ini demi melestarikan hewan eksotik serta melindungi hak asasi hewan!!.

(Come and join us by sign this petition, and together we conserve the exotic animals and protect animals right!!)

*https://www.wwf.or.id/?39062/Harimau-Sumatera-Jangan-Sampai-Punah

**https://www.traffic.org/news/study-raises-concern-over-international-trade-in-python-skins/

*** Annissa, R., & Ruhidawati, C. (2018). COMBINATION OF FEATHER AND FAUX LEATHER AS DECORATION TRIM IN MERMAID DRESS. Fesyen Perspektif, 4(1).