Selamatkan Karangrandu dari pencemaran Sungai

Masalahnya

Karangrandu merupakan Desa yang tengah bergerak menuju pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Sejak kurun 2011 silam, Desa Karangrandu menyuarakan slogan "Bangga Menjadi Petani" untuk membuat identitas Karangrandu sebagai Lumbung Pagi Kabupaten Jepara tidak sirna karena tidak ada lagi generasi petani.

Alhasil, kegiatan demi kegiatan mulai terintis. Pada sektor pendidikan, para pemuda Karangrandu dengan di dukung oleh pemdes Karangrandu ketika itu menggagas "Kampus Sawah" sebagai upaya membangun wadah pembelajaran dan laboratorium penelitian dan pengembangan dalam hal Pertanian Organik. Dari kegiatan ini, lahir pula SAA (Sanggar Anak Alam) yang merupakan badan pendidikan berbasis PAUD dan TK dengan konsep belajar dengan lingkungan sekitar.

Kini, setelah 6 (enam) tahun berlalu, kegiatan dan kebanggaan generasi muda Karangrandu dalam hal menata dan membangun kegiatan konstruktif untuk desanya makin semarak. Banyak generasi muda yang tak lagi malu terjun ke sawah. Beberapa pemuda bahkan serius menggeluti pertanian organik dengan produktifitas yang baik.

Aliran sungai dimanfaatkan sebagai tempat berwisata, dengan berdampingan pada Pasar Panganan yang terkenal sebagai "Pasar Sore Karangrandu". Wisata air ini bukan hanya sekedar penataan pinggiran sungai namun juga pada aliran sungainya itu sendiri. Beberapa pemuda dengan begitu kreatif menyediakan kano-kano untuk olahraga dayung dan disewakan jika ada yang hendak menelusuri sungai dengan sensasi berbeda. Selain itu sebagai upaya tetap bersinergi dengan kultur masyarakat, masyarakat Karangrandu juga mengatur satu genangan air di sungai yang sengaja disiapkan khusus untuk guyangan (pemandian) Kerbau.

Anda bisa bayangkan betapa asyiknya desa ini. Dengan bersebelahan dengan pasar makanan, ada kegiatan yang begitu semarak setiap sore harinya baik di pinggiran sungai maupun di aliran sungai itu sendiri. Beberapa kegiatan digalakkan untuk membuat warganya makin mencintai lingkungan sendiri dan mampu menumbuhkan tradisi mencintai keindahan lingkungan bersih, tertata, dan menggembirakan semua pihak.

Namun, segala kisah di atas kini tengah terancam musnah dan tinggal kenangan. Ini disebabkan oleh pencemaran air sungai yang memberikan dampak luas di segala lini. Bukan hanya air yang kini menjadi menghitam, namun juga bau dan membinasakan habitat air di dalamnya. Belum kondisi sumber air warga yang urat-urat airnya terhubung dengan sungai, kini sangat tidak bagus kondisinya. Selain warnanya juga menghitam, bau air sumur pun berbau busuk. Sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Upaya warga untuk mendapat penanganan atas hal ini sudah dilakukan berkali-kali. Dari mengadukan ke Bupati Jepara hingga ke Gubernur Jawa Tengah. Namun hingga hari ini masyarakat Karangrandu tetap belum mendapati sungainya kembali bersih. Alih-alih bersih, kondisi kian hari justru semakin tidak mengenakkan. 

Mohon kepada semua pihak, suarakan petisi ini. Jangan biarkan sungai Karangrandu menjadi comberan demi menguntungkan satu pihak yang jelas-jelas merusak lingkungan selaligus sosiokultur masyarakat.

Mohon pihak-pihak berwenang dalam hal pengambilan kebijakan segera turun tangan membantu menyelesaikan keadaan ini. Sungai Karangrandu merupakan aliran air yang sangat dihormati dan dicintai oleh para warga. Kondisi air yang terjadi sekarang sangat memprihatinkan.

Tautan Berita peristiwa ini :

Sungai Karangrandu Jepara Menghitam

Petani Jepara dan Pencemaran Air Sungai

Bau tak sedap sungai Karangrandu

avatar of the starter
Kampus Sawah KarangranduPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 278 pendukung

Masalahnya

Karangrandu merupakan Desa yang tengah bergerak menuju pengembangan pendidikan dan kebudayaan. Sejak kurun 2011 silam, Desa Karangrandu menyuarakan slogan "Bangga Menjadi Petani" untuk membuat identitas Karangrandu sebagai Lumbung Pagi Kabupaten Jepara tidak sirna karena tidak ada lagi generasi petani.

Alhasil, kegiatan demi kegiatan mulai terintis. Pada sektor pendidikan, para pemuda Karangrandu dengan di dukung oleh pemdes Karangrandu ketika itu menggagas "Kampus Sawah" sebagai upaya membangun wadah pembelajaran dan laboratorium penelitian dan pengembangan dalam hal Pertanian Organik. Dari kegiatan ini, lahir pula SAA (Sanggar Anak Alam) yang merupakan badan pendidikan berbasis PAUD dan TK dengan konsep belajar dengan lingkungan sekitar.

Kini, setelah 6 (enam) tahun berlalu, kegiatan dan kebanggaan generasi muda Karangrandu dalam hal menata dan membangun kegiatan konstruktif untuk desanya makin semarak. Banyak generasi muda yang tak lagi malu terjun ke sawah. Beberapa pemuda bahkan serius menggeluti pertanian organik dengan produktifitas yang baik.

Aliran sungai dimanfaatkan sebagai tempat berwisata, dengan berdampingan pada Pasar Panganan yang terkenal sebagai "Pasar Sore Karangrandu". Wisata air ini bukan hanya sekedar penataan pinggiran sungai namun juga pada aliran sungainya itu sendiri. Beberapa pemuda dengan begitu kreatif menyediakan kano-kano untuk olahraga dayung dan disewakan jika ada yang hendak menelusuri sungai dengan sensasi berbeda. Selain itu sebagai upaya tetap bersinergi dengan kultur masyarakat, masyarakat Karangrandu juga mengatur satu genangan air di sungai yang sengaja disiapkan khusus untuk guyangan (pemandian) Kerbau.

Anda bisa bayangkan betapa asyiknya desa ini. Dengan bersebelahan dengan pasar makanan, ada kegiatan yang begitu semarak setiap sore harinya baik di pinggiran sungai maupun di aliran sungai itu sendiri. Beberapa kegiatan digalakkan untuk membuat warganya makin mencintai lingkungan sendiri dan mampu menumbuhkan tradisi mencintai keindahan lingkungan bersih, tertata, dan menggembirakan semua pihak.

Namun, segala kisah di atas kini tengah terancam musnah dan tinggal kenangan. Ini disebabkan oleh pencemaran air sungai yang memberikan dampak luas di segala lini. Bukan hanya air yang kini menjadi menghitam, namun juga bau dan membinasakan habitat air di dalamnya. Belum kondisi sumber air warga yang urat-urat airnya terhubung dengan sungai, kini sangat tidak bagus kondisinya. Selain warnanya juga menghitam, bau air sumur pun berbau busuk. Sangat tidak layak untuk dikonsumsi.

Upaya warga untuk mendapat penanganan atas hal ini sudah dilakukan berkali-kali. Dari mengadukan ke Bupati Jepara hingga ke Gubernur Jawa Tengah. Namun hingga hari ini masyarakat Karangrandu tetap belum mendapati sungainya kembali bersih. Alih-alih bersih, kondisi kian hari justru semakin tidak mengenakkan. 

Mohon kepada semua pihak, suarakan petisi ini. Jangan biarkan sungai Karangrandu menjadi comberan demi menguntungkan satu pihak yang jelas-jelas merusak lingkungan selaligus sosiokultur masyarakat.

Mohon pihak-pihak berwenang dalam hal pengambilan kebijakan segera turun tangan membantu menyelesaikan keadaan ini. Sungai Karangrandu merupakan aliran air yang sangat dihormati dan dicintai oleh para warga. Kondisi air yang terjadi sekarang sangat memprihatinkan.

Tautan Berita peristiwa ini :

Sungai Karangrandu Jepara Menghitam

Petani Jepara dan Pencemaran Air Sungai

Bau tak sedap sungai Karangrandu

avatar of the starter
Kampus Sawah KarangranduPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Ganjar Pranowo
Gubernur Jawa Tengah
Ahmad Marzuqi
Ahmad Marzuqi

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 16 Agustus 2017