SAVE LAUT BELITUNG ! TOLAK PENAMBANGAN TIMAH DI PERAIRAN BELITUNG

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Perairan sekitar Pulau Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, merupakan salah satu wilayah maritim yang diprogramkan menjadi daerah unggulan wisata bahari nasional. Negeri Laskar Pelangi dikenal dengan keindahan pantai berpasir putih dihiasi batuan granit raksasa, keberadaan spot-spot terumbu karang yang mempesona, dan hasil tangkapan laut yang melimpah-ruah. Itu semua menjadi alasan rasional bagi ratusan ribu wisatawan datang ke Pulau ini setiap harinya.

Selain wisata, "perairan" Pulau Belitung telah lama menjadi sumber penghidupan masyarakatnya secara turun temurun, khususnya penduduk pesisir. Hasil laut yang melimpah, menjadi alasan kenapa warga pesisir di Negeri Laskar Pelangi ini dominan berprofesi sebagai nelayan. Menurut data BPS, 106 ribu ton hasil laut (ikan) diperoleh dari laut Belitung sejak 2001-2016. Jumlah itu lebih dari 50% hasil tangkapan ikan provinsi Bangka Belitung. Sehingga, sektor kelautan menjadi salah satu basis sumber ekonomi yang penting dan harus diprioritaskan.


Namun, dua tahun terakhir warga Pulau Belitung diresahkan dengan merebaknya wacana EKSPLOITASI TAMBANG TIMAH LEPAS PANTAI. Hal ini ditandai dengan datangnya Kapal Isap Produksi atau KIP ke perairan Laut Pering kecamatan Kelapa Kampit, Kabupaten Belitung Timur. Penolakan besar-besaran sudah dilakukan oleh massa gabungan dari masyarakat umum, nelayan, penggiat wisata, aktivis lingkungan, serta aliansi organisasi pemuda dan mahasiswa Pulau Belitung. Eksploitasi tambang timah perairan khususnya di laut akan sangat merugikan masyarakat yang berdampak pada beberapa hal, antara lain:

  1. Merusak ekosistem, seperti terumbu karang yang menjadi rumah bagi biota laut akibat pembuangan limbah KIP. Tidak hanya pada lokasi penambangan, ini akan meluas seluruh pesisir utara laut Pulau Belitung.
  2. Rusaknya ekosistem laut akan menghilangkan sumber pendapatan nelayan, terutama yang menggunakan peralatan tradisional. Mereka sangat menggantungkan hidupnya pada hasil laut, kemudian akan kehilangan mata pencaharian akibat rusaknya rumah bagi hewan laut yang merupakan sumber tangkapan nelayan.
  3. Bertolak belakang dengan Rencana Pembangunan Jangka Panjang daerah dan nasional di wilayah Pulau Belitung sebagai daerah tujuan wisata maritim nasional. Ini juga bertentangan dengan prinsip Nawa Cita yang didengungkan Presiden Joko Widodo tentang pengembalian jati diri bangsa sebagai negara maritim.
  4. Secara ekonomi-sosial, apabila tambang laut ini beroperasi, akan berakibat merebaknya tambang-tambang timah ilegal seperti yang terjadi pada tambang darat di wilayah tersebut. Meluasnya hal tersebut akan sulit di cegah oleh pemerintah daerah akibat dari desakan kebutuhan ekonomi masyarakat.

Oleh karenanya, kami mengajak saudara/i untuk menyatakan dukungan terhadap PENOLAKAN eksploitasi tambang timah lepas pantai laut Pulau Belitung dengan menandatangani petisi ini. Petisi ini bentuk penolakan keras masyarakat terhadap tindakan segenlintir orang yang semena-mena kepada BUMI. Ada adagium yang populer di kalangan aktivis lingkungan "Karena bumi ini bukan warisan nenek moyang, tapi titipan anak cucu kita kelak". Oleh karena itu, orang yang cerdas tidak akan pernah merusak "alam dan bumi" demi "rupiah" yang tidak seberapa dan selamanya, bahkan hanya dinikmati sendiri. Orang yang bijak tidak akan meninggalkan masalah pada generasi selanjutnya. Kami sangat membutuhkan dukungan dukungan dari anda semua. Mari bebaskan laut Pulau Belitung dari tambang timah !!!

#tolaktambanglautbelitong #savelautbelitong #kamibersamanelayanbelitong #ikpbmembangun



Hari ini: Ikatan Keluarga Pelajar Belitong mengandalkanmu

Ikatan Keluarga Pelajar Belitong membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: SAVE LAUT BELITONG ! TOLAK PENAMBANGAN TIMAH DI PERAIRAN BELITONG". Bergabunglah dengan Ikatan Keluarga Pelajar Belitong dan 959 pendukung lainnya hari ini.