Pemilu 2019 dalam Pekan Suci

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Pada 10 tahun yang lalu, ratusan Aktivis Mahasiswa yang tergabung dari berbagai OKP melakukan aksi di Kota Kupang (Ibu Kota Provinsi NTT) dengan tuntutan “Menggeser waktu pemilu 2009” karena bertepatan dengan hari raya Kamis Putih (09 April 2009) dalam Pekan Suci Umat Kristiani. Tuntutan ini akhirnya dikabulkan namun berlaku hanya di wilayah Kabupaten Flores Timur pada tanggal 15 April 2009.

Pemilu 2019 dijadwalkan terjadi pada tanggal 17 April yang juga bertepatan hari Rabu (Rabu Trewa) dalam Pekan Suci Umat Kristiani. Trewa merupakan gambaran situasi dimana Tuhan Yesus ditangkap oleh orang Yahudi di zaman itu. Rabu Trewa menjadi awal masa tenang atau Silentium dimana tidak adanya bunyi-bunyian atau kegaduhan atau keributan, menciptakan keheningan dan ketenangan dari hari Rabu Trewa hingga menjelang Minggu Paskah.

Pemilu merupakan Pesta Demokrasi. Untuk merayakannya, jadwal Pemilu 2019 juga harus mempertimbangkan Hari Raya Keagamaan. Agar pesta demokrasi dapat dilaksananan secara serentak, tanpa mengganggu jalannya ibadah keagamaan umat Kristiani. 

Demi terciptanya Pesta Demokrasi yang demokratis, langsung, umum, bebas dan rahasia. Maka jadwal Pemilu 2019 dapat dipertimbangkan lagi. Perubahan jadwal Pemilu dapat dimajukan atau diundurkan di luar Pekan Suci Umat Kristiani (Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu, Minggu).

Perubahan ini tidak hanya berlaku secara lokal, seperti yang terjadi di tahun 2009. Tapi perubahan Tanggal Pemilu harus berlaku secara Nasional. Sehingga hari Pemilu 2019 dapat dilselenggarakan pada Hari Seni atau Selasa, 15 atau16 April 2019.



Hari ini: Willyam mengandalkanmu

Willyam Making membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Pemilu 2019 dalam Pekan Suci". Bergabunglah dengan Willyam dan 44 pendukung lainnya hari ini.