Kemben sebagai Busana Muslim Jawa

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang,
Salam bagi Khidir, Ilyas, Isa, dan Muhammad al-Mahdi,
Muhammad dan Ali, Khadijah dan Fatimah,
Retno Kencono, Dewi Nawangwulan, Dyah Banowati dan Matahati,
Joko Tingkir, Panembahan Senapati, RM Jatmiko dan RM Sarengat,
Dan sekalian para leluhur Jawa saya dari trah Pajang maupun Mataram,
Semoga Allah mencucuri rahmat ke atas ruh mereka sekalian.

Dengan ini saya mengajukan petisi:
Saya memohon kepada Presiden RI Joko Widodo dan seluruh bangsa Indonesia agar memulihkan diakuinya oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia bagi kearifan leluhur suku bangsa Jawa dalam penggunaan kemben. sebagai pakaian sopan dan menutup aurat.  Kami meyakini bahwa kemben telah sesuai dengan ajaran Muhammad dalam konteks Jawa dan Nusantara, sejak berdirinya kerajaan-kerajaan Islam di Jawa. 
Saya mewakili Muslimah Jawa yang setia mengenakan kemben sebagai bagian dari kearifan nenek moyang kami menuntut keadilan bagi dipulihkannya penggunaan kemben di ruang publik maupun di ruang domestik sebagai ekspresi iman maupun kearifan leluhur kami. Ini termasuk tidak ada pemburaman di layar kaca bilamana kemben dikenakan, karena hal ini melukai dan menyinggung perasaan kami sebagai orang Jawa yang juga mengimani Alquran dan Muhammad dengan cara kami.
Kami menuntut keadilan atas dasar konstitusi NKRI yang menjamin hak keyakinan kami, dan atas dasar kemanusiaan, khususnya bagi kalangan tidak mampu dan kesehatan kami sesuai dengan iklim dan alam habitat di Indonesia tempat kami berada, termasuk agar kami memperoleh cukup paparan sinar matahari bagi vitamin D sesuai jenis warna kulit kami,


Rahayu,
RA Gayatri Wedotami Muthari
Syaikha Daudiyah-Indonesia.