COPOT REKTOR UNNES (Prof. Dr. Fathur Rokhman. M.Hum) [KASUS PLAGIAT]

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


KESIMPULAN KAJIAN AKADEMIK
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
27 September 2018


Permasalahan:
Aduan masyarakat a/n Rakyat Peduli Pendidikan Tinggi kepada Presiden Republik Indonesia tertanggal 2 Januari 2018 perihal tindakan plagiat Rektor Universitas Negeri Semarang Prof. Fathur Rokhman,
Laporan Dugaan Tindak Pidana Pemerolehan Sebutan Guru Besar a/n Fathur Rokhman dari Sdr. Gunawan Wibisono kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus tertanggal 26 Juni 2018,
Permohonan klarifikasi dan investigasi dugaan tindak plagiat a/n Fathur Rokhman dari 5 (lima) orang guru besar UNNES, tertanggal 20 Agustus 2018.

Hasil kajian dan investigasi adalah sebagai berikut:
Untuk artikel Anif Rida (2003) Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan di KOLITA 1 dan artikel Fathur Rokhman (2004) Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan di LITERA. Disimpulkan (a): terdapat banyak sekali (hampir 90%) kesamaan, bahkan kesalahannya (kesalahan ejaan/ketik) juga sama.

Dinyatakan baik oleh Fathur Rokhman maupun Anif Rida dalam wawancara terpisah, bahwa kesamaan disebabkan Fathur Rokhman meminjamkan draft tulisan Fathur Rokhman kepada Anif Rida, dan Anif Rida menyalin draft tulisan tersebut, mengubah judulnya, mengganti nama penulis, lalu mengirimkan ke KOLITA 1.

Untuk artikel Anif Rida (2003) Pemakaian Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri dan Implikasinya bagi Rekayasa Bahasa Indonesia: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan di KOLITA 1 dan artikel Fathur Rokhman (2004) Kode Bahasa dalam Interaksi Sosial Santri: Kajian Sosiolinguistik di Pesantren Banyumas yang diterbitkan di LITERA terhadap Fathur Rokhman (2002) Laporan Penelitian: Pilihan Ragam Bahasa Dalam Interaksi Sosial pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik, yang diterbitkan UNNES, November 2002. Disimpulkan (b): terdapat kesamaan yang minimal antara artikel AR (2003) dan FR (2004) dengan Laporan Penelitian FR (2002).

Dari butir a dan b, dapat dinyatakan bahwa tidak terjadi tindak plagiasi oleh Fathur Rokhman kepada Anif Rida. Hal ini sesuai dengan Berita Acara Tim Independen UNNES tentang tidak adanya tindakan plagiat Fathur Rokhman terhadap artikel tulisan Anis Rida (2003).

Yang ditemukan adalah (c) kecenderungan Fathur Rokhman bertindak tidak etis secara akademik, dengan membiarkan dan mengijinkan tulisannya disalin mahasiswa dan diganti oleh nama mahasiswa untuk dipresentasikan dalam sebuah konferensi atau diterbitkan sebagai sesuatu yang bagus dan wajar, sebagaimana dinyatakan FR dalam wawancara dengan petugas Kemenristekdikti.

Artikel Fathur Rokhman (2003) Pilihan Bahasa sebagai Kendali Status dan Jarak Sosial dalam Masyarakat Diglosik: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas yang diterbitkan di KOLITA 1 memiliki lebih dari 80% kesamaan dengan artikel Fathur Rokhman (2005) Pemilihan Bahasa sebagai Kendali Status dan Keakraban dalam Masyarakat Diglosik: Kajian Sosiolinguistik di Banyumas yang diterbitkan LINGUISTIK INDONESIA. Disimpulkan (d): Fathur Rokhman melakukan tindakan self-plagiat.

Artikel Fathur Rokhman (9 Januari 2018) Pendidikan Tinggi Melawan Korupsi diterbitkan harian Suara Merdeka adalah sama dengan artikel Fathur Rokhman (12 Januari 2018) di harian Kompas. Disimpulkan (e): Fathur Rokhman melakukan tindakan self-plagiat dan double publication.

Fathur Rokhman (2002) Laporan Penelitian: Pilihan Ragam Bahasa Dalam Interaksi Sosial pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik, yang diterbitkan UNNES, November 2002 memiliki kesamaan yang tinggi (lebih dari 80%) terhadap artikel Fathur Rokhman (2002) Pilihan Ragam Bahasa dalam Interaksi Sosial pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik yang diterbitkan Lingua Artistika, Mei 2002. Disimpulkan (f): Fathur Rokhman melakukan self-plagiat dan double publication.

Fathur Rokhman (2002) Laporan Penelitian: Pilihan Ragam Bahasa Dalam Interaksi Sosial pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik, yang diterbitkan UNNES, November 2002 dan artikel Fathur Rokhman (2002) Pilihan Ragam Bahasa dalam Interaksi Sosial pada Ranah Agama di Pesantren Banyumas: Kajian Sosiolinguistik yang diterbitkan Lingua Artistika, Mei 2002 memiliki kesamaan yang tinggi (lebih dari 75%) dengan skripsi Ristin Setiyani (2001) Pilihan Ragam Bahasa dalam Wacana Laras Agama Islam di Pondok Pesantren Islam Salafi Al-Falah Mangunsari Banyumas, UNNES, 2001. Disimpulkan (g): Fathur Rokhman melakukan tindak plagiat terhadap skripsi Ristin Setiyani.

Analisis sandingan ketiga publikasi (Fathur Rokhman Nov 2002, Fathur Rokhman Mei 2002, dan Ristin Setiyani 2001) adalah sebagaimana terlampir.

 

KESIMPULAN

Secara kronologis dari tahun 2001-2005 (butir a-g), hasil karya Fathur Rokhman menunjukkan bahwa Fathur Rokhman melakukan perbuatan tidak jujur (fraud) sebagai seorang akademisi secara sistemik dengan melakukan plagiat (terhadap karya skripsi Ristin Setiyani, 2001), double publication, self-plagiarism, copy-paste, menyuruh dan membiarkan mahasiswa menjiplak. Bahkan tindakan fraud ini masih terulang di tahun 2018. Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa Fathur Rokhman memiliki integritas dan etika akademik yang rendah.



Hari ini: Julio mengandalkanmu

Julio Harianja membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: COPOT REKTOR UNNES (Prof. Dr. Fathur Rokhman. M.Hum) [KASUS PLAGIAT]". Bergabunglah dengan Julio dan 801 pendukung lainnya hari ini.