Petisi ditutup

Bongkar signage/tugu di sekitar Kawasan Gunung Bromo yang merusak estetika

Petisi ini mencapai 292 pendukung


Pembangunan sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pada hakikatnya adalah bagian integral dari pembangunan nasional yang berkelanjutan sebagai pengamalan Pancasila. Unsur-unsur sumber daya alam hayati dan ekosistemnya pada dasarnya saling tergantung antara satu dengan yang lainnya dan saling mempengaruhi sehingga kerusakan dan kepunahan salah satu unsur akan berakibat terganggunya ekosistem. Untuk menjaga agar pemanfaatan sumber daya alam hayati dapat berlangsung dengan cara sebaik-baiknya, maka diperlukan langkah-langkah konservasi sehingga sumber daya alam hayati dan ekosistemnya selalu terpelihara dan mampu mewujudkan keseimbangan serta melekat dengan pembangunan itu sendiri.  

Pada saat ini pimpinan BB TN BTS telah membangun tugu besar / signage di area Laut Pasir dan Padang Savana Gunung Bromo, Jawa Timur. Pembangunan tugu besar di area Gunung Bromo tersebut dinilai mubazir. Secara estetika kehadiran tugu-tugu itu sungguh aneh dan jelek di tengah alam Bromo yang begitu indah dan megah, kehadiran tugu itu sungguh patut disayangkan, karena merusak estetika alam Gunung Bromo. Kegiatan pembangunan ini jelas bertentangan dengan UU No 5 Tahun 1990 tentang Konservasi.

Di samping hal tersebut, tulisan yang tercantum pada signage tidak mencerminkan kearifan lokal budaya masyarakat Tengger. Pada signage tercantum kata “ Bukit teletubis” padahal itu nama baru yang tidak jelas asal-usulnya yang seharusnya bernama “Lereng Gunung Ciri Watangan”, dan pada signange lainnya tercantum kata “ The Sea of the Sand” yang seharusnya adalah “ Kawasan Segoro Wedi Kidul”.  

Giat pembangunan tugu / signage oleh pihak BBTNBTS, menurut pendapat kami hanya menghambur-hamburkan dana APBN saja. Semestinya, dana yang di alokasikan untuk itu bisa digunakan untuk hal lain yang lebih bermanfaat seperti menambah jumlah toilet di Kawasan Bromo.

Untuk hal tersebut, kami kami meminta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya untuk memerintahkan kepada pihak Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru untuk membongkar signage yang ada di sekitar Gunung Bromo dan memberikan ruang yang bebas bagi keselerasan dan keserasian alam yang  layak, sesuai dengan prinsip dan kaidah konservasi yang berlaku di Indonesia.

 



Hari ini: Teguh mengandalkanmu

Teguh Prie Jatmono membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Bongkar signage/tugu di sekitar Kawasan Gunung Bromo yang merusak estetika". Bergabunglah dengan Teguh dan 291 pendukung lainnya hari ini.