Batalkan Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


*Update Terkini*
Senin (14/5). Menjelang akhir jabatan Gubernur Kaltim Awang Faroek, berbagai pembangunan kini dikebut. Salah satunya Masjid Pemprov Kaltim di jalan Kinibalu, Kelurahan Jawa. Awang beserta instansi terkait melakukan ground breaking atau peletakan batu pertama, di lahan seluas 16.261 meter persegi. Kontraktor yang melaksanakan proyek yaitu PT. Bangun Cipta Kontraktor dengan nilai kontrak Rp. 64,8 Milyar. (Berita korankaltim.com 15-5-2018)

 

Samarinda akan kehilangan satu lagi sebuah ruang terbuka hijau, tidak sekadar lapangan sepak bola tetapi Lapangan Kinibalu juga memiliki catatan sejarah pada era Moeis Hassan tahun 1950. Mengutip dari situs www.samarinda-bahari.com ada sedikit catatan literasi, salah satunya tulisan berjudul "Tragedi 1950 di Lapangan Kinibalu Samarinda".
Pada masa lalu, pemimpin Samarinda telah memikirkan ikon kerukunan beragama. Dalam satu ruas jalan, dibangun empat rumah ibadah berusia tua. Di ujung Jalan Yos Sudarso, Kelenteng Thien Ie Kong, dilanjutkan ada Masjid Raya Darussalam, kemudian Katedral Santa Maria, serta Gereja Immanuel untuk umat Protestan. Sayangnya ide dari Gubernur Kaltim Awang Faroek ini sudah jauh dipikirkan oleh pemimpin terdahulu.
Pembangunan Masjid ini terkesan memaksa, dimana APBD Kaltim sendiri sempat mengalami defisit. Padahal masih ada pembangunan infrastruktur lain yang lebih bermanfaat bagi masyarakat luas. Untuk diketahui, jarak antara Lapangan Kinibalu dengan 3 Masjid terdekat hanya kurang dari 300 meter saja.
Mengutip berita dari halaman kaltim.prokal.co yang terbit 8 Desember 2017 dengan judul "Mengubur Lokasi Bersejarah. Selamatkan Lapangan Kinibalu, Saksi Perjuangan Kaum Republiken" . Disini Roedy Haryo Widjono sebagai penggiat sejarah di Samarinda meminta Gubernur lebih bijaksana. Dia setuju bahwa pemerintah Kalimantan Timur tidak sensitif mengalokasikan dana pembangunan masjid yang sangat besar ketika anggaran defisit.
"Sudah terlalu banyak tempat bersejarah di Samarinda yang hilang," terang Roedy pada Kaltimpost. Selain Lapangan Kinibalu, Lapangan Pemuda dan SMP 1 telah tiada. "Padahal, di situ tempat interaksi hingga kaderisasi pemuda". Untuk diketahui Lapangan Pemuda dan Lingkungan sekolah SMP-SMA 1 Samarinda lebih dulu dialih fungsi menjadi Taman Kota "Samarendah" .


Mengenai Penolakan dari Masyarakat dan Tokoh
Desember 2017 lalu sempat terjadi penolakan dari masyarakat sekitar, yang didukung oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kaltim dan Samarinda, serta Ketua Komisi III DPRD Kaltim Agus Suwandy mengatakan, alasan pemprov membangun masjid di dekat masjid yang telah ada tetap tidak bisa diterima. Jelas-jelas masyarakat sekitar condong menginginkan keberadaan lapangan tersebut tetap ada.
“Warga tidak setuju. Masjid sudah banyak. Kalau jadi dibangun, tidak ada lagi sarana olahraga,” ujar Kusno Hari Susanto, ketua RT 8, Kelurahan Jawa, Samarinda Ulu, diberitakan sebelumnya.

Ketua MUI Kaltim Hamri Has dan Ketua MUI Samarinda Zaini Naim sebelumnya juga sudah angkat bicara. Zaini menyatakan, dirinya menjadi salah seorang yang tak setuju dengan pembangunan masjid di Lapangan Kinibalu. Lebih baik, lanjut dia, rumah ibadah yang telah ada dibina.

Sementara itu, Hamri menyampaikan, pentingnya umat muslim saat ini didorong untuk memakmurkan masjid. Jadi, bukan sekadar membangun masjid mewah, namun saat salat jamaahnya sepi. Bahkan, selain salat tidak ada aktivitas lain, seperti pengajian atau taklim. “Jangan hanya membuat masjid, tapi orang sekitar acuh tak acuh. Harus dipikirkan juga bagaimana membuat masjid jadi ramai,”

 
Desember 2017. Kaltim Inisiatif Forum, sudah menyurati Kepala Balai Pelestarian Cagar Budaya Kota Samarinda. Tetapi hingga kini belum mendapat respon, dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Kota Samarinda ataupun Provinsi Kalimantan Timur.

SOLUSI

Dalam jangka waktu dekat, harapannya Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Timur dapat membantu proses pengajuan kepada Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Agar Pengajuan Lapangan Kinibalu sebagai Cagar Budaya yang mengandung informasi (intangible) dapat segera disetujui oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan

Pengembalian Fungsi Lapangan Kinibalu sebagai ruang terbuka hijau untuk kebutuhan olahraga, yang kedepannya dapat juga dibangun (tanpa menghilangkan fungsi RTH dan lapangan sepak bola) Monumen ataupun Mini Galeri sebagai tanda bahwa lapangan Kinibalu memiliki sejarah. 

 

 

https://drive.google.com/file/d/1WS-uKqoSI2CCRkOFnlgEbpr-dOaHb0Xz/view?usp=sharing
http://kaltim.prokal.co/read/news/319100-mengubur-lokasi-bersejarah

http://kaltim.prokal.co/read/news/308912-kaji-ulang-masjid-kinibalu.html

http://www.samarinda-bahari.com/2017/12/tragedi-1950-di-lapangan-kinibalu.html

http://www.rri.co.id/samarinda/post/berita/462999/pemerintahan/gubernur_kaltim_awang_faroek_ishak_getol_membangun_mesjid_yang_menghabiskan_total_dana_63_miliar_rupiah_dari_apbdp.html

BERITA UPDATE (2018)


https://www.korankaltim.com/headline/read/15674/pembangunan-masjid-pemprov-kaltim-dikebut-siang-malam

http://bontang.prokal.co/read/news/18841-waduh-jika-pemprov-tetap-bangun-masjid-di-lapangan-kinibalu-warga-ancam-lapor-ke-kpk.html



Hari ini: Bubuhan Samarinda - Kaltim Inisiatif Forum mengandalkanmu

Bubuhan Samarinda - Kaltim Inisiatif Forum membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Joko Widodo: Batalkan Pembangunan Masjid di Lapangan Kinibalu Samarinda". Bergabunglah dengan Bubuhan Samarinda - Kaltim Inisiatif Forum dan 668 pendukung lainnya hari ini.