Indonesiakan Nama Stasiun Kita!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


Di awal tahun ini, baru saja diresmikan sebuah stasiun kereta api baru dengan nama Stasiun BNI City. Stasiun ini merupakan tempat perhentian kereta yang menghubungkan pusat Jakarta dengan Bandara Soekarno-Hatta. Tak sekadar baru, stasiun ini terlihat begitu megah dan apik. Para penumpang, pengantar, dan penjemput pun akan dimanjakan dengan fasilitas yang sangat lengkap: ruang tunggu yang nyaman, anjungan tunai mandiri, tempat mengisi daya gawai, bahkan kedai kopi. Stasiun ini juga dilengkapi dengan fasilitas yang ramah disabilitas.

Lantas, apa yang salah dengan stasiun ini?

Jika kita perhatikan, nama stasiun ini berbeda dengan stasiun-stasiun kereta api lainnya. Stasiun kereta api di Indonesia umumnya dinamakan dengan nama daerah atau wilayah dan menggunakan bahasa Indonesia, bahasa negara. Berbeda dengan stasiun kereta api pada umumnya di Indonesia, stasiun ini menggunakan kata berbahasa asing.

Apa salahnya menggunakan bahasa asing?

Saat ini, penggunaan bahasa asing pada nama-nama berbagai bangunan sudah menjadi hal yang lazim. Sebut saja nama-nama pusat perbelanjaan, gedung perkantoran, hotel dan apartemen, hingga objek wisata. Banyak pihak yang lebih memilih menamai bangunan atau kawasan mereka dengan bahasa asing ketimbang bahasa negara, bahasa Indonesia. Jika dibiarkan, masyarakat Indonesia bisa jadi terbiasa untuk tidak mengutamakan bahasa negaranya yang artinya identitas dan eksistensi bangsa Indonesia bisa luntur secara  perlahan. Padahal, pengggunaan bahasa Indonesia seharusnya dapat mencerminkan kekuatan identitas bangsa, terlebih pada objek ruang publik. Hal ini diatur dalam undang-undang negara kita, yakni

  • Pasal 36 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 yang berbunyi “Bahasa negara ialah bahasa Indonesia.”
  • Pasal 36 ayat (3) Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan yang berbunyi “Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha,   lembaga pendidikan, organisasi  yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.”.

 Apakah bahasa asing kini sudah lebih diutamakan ketimbang bahasa negara?

PT Kereta Api Indonesia, PT Railink, PT Bank Negara Indonesia, dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang kami hormati, kami  menyarankan untuk mengutamakan penggunaan bahasa Indonesia sebagai nama baru bagi stasiun yang saat ini bernama Stasiun BNI City. Bukankah lebih apik menggunakan nama dengan bahasa Indonesia?

Kami, Duta Bahasa DKI Jakarta tahun 2018 menginginkan pengubahan nama Stasiun BNI City menjadi lebih Indonesia sesuai dengan ketentuan perundang-undangan yang berlaku dan sesuai dengan konsep jati diri bangsa dan mengajak Anda untuk ikut mendukung pengubahan nama ini. Demi bahasa dan bangsa Indonesia yang bermartabat, mari bersama-sama kita Indonesiakan nama stasiun kita!

#IndonesiakanNamaStasiunKita #RuangKitaBahasaKita

 

Salam takzim,

Duta Bahasa DKI Jakarta 2018

 

 

sumber foto: https://www.re-digest.web.id/2017/11/ini-bukan-hoax-stasiun-sudirman-baru.html

 



Hari ini: Ruang Kita mengandalkanmu

Ruang Kita Bahasa Kita membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Indonesiakan Nama Stasiun Kita!". Bergabunglah dengan Ruang Kita dan 1.072 pendukung lainnya hari ini.