Pengelola Apartemen Kalibata City Harus Melindungi Hak Penghuni Atas Akses Transportasi - Gojek dan Grab Bike Agar Bisa Masuk Kawasan Apartemen Kalibata City


Pengelola Apartemen Kalibata City Harus Melindungi Hak Penghuni Atas Akses Transportasi - Gojek dan Grab Bike Agar Bisa Masuk Kawasan Apartemen Kalibata City
Masalahnya
Saat ini di sekeliling Kalibata City dapat ditemukan poster-poster penolakan terhadap Gojek dan Grab Bike dari Persatuan Ojek Kalibata City. Poster-poster ini dapat ditemukan di hampir di setiap akses masuk motor ke lingkungan Kalibata City. Tidak hanya sekedar aksi penolakan, tindakan teror verbal (pengusiran) maupun fisik (pemukulan) pernah dialami oleh pengendara Gojek dan Grab Bike yang hendak masuk ke ke dalam lingkungan apartemen. Lebih meresahkannya lagi, penghuni apartemen yang terlihat menghampiri pengendara Gojek atau Grab Bike ke luar apartemen karena larangan masuk tersebut juga kadang diteror oleh oknum-oknum ojek yang tidak bertanggung jawab.
Penghuni Apartemen Kalibata City merasa sangat resah dengan kondisi ini. Apartemen yang seharusnya menjadi lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman kini terganggu dengan adanya teror dari pihak luar yang mengatasnamakan persatuan ojek. Akses terhadap layanan transportasi yang layak, jasa layanan barang (kurir), dan layanan antar makanan seperti yang ditawarkan oleh Gojek dan Grab Bike adalah hak dari penghuni apartemen yang harus dilindungi. Larangan masuk terhadap Gojek, Grab Bike, atau moda transportasi terkait ke dalam lingkungan apartemen oleh pihak eksternal yang disertai dengan ancaman tidak seharusnya dibiarkan terjadi. Tindakan teror adalah manifestasi dari budaya premanisme yang apabila dibiarkan akan semakin merebak. Pengelola Apartemen Kalibata City dan pemangku kepentingan terkait diharapkan turun tangan untuk mengatasi masalah ini.
Polemik yang dialami oleh Penghuni Kalibata City adalah contoh dari bagaimana hak penghuni tempat tinggal atas akses transportasi publik yang layak dan jasa layan antar dibatasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagai orang Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan, mari suarakan petisi ini!

Masalahnya
Saat ini di sekeliling Kalibata City dapat ditemukan poster-poster penolakan terhadap Gojek dan Grab Bike dari Persatuan Ojek Kalibata City. Poster-poster ini dapat ditemukan di hampir di setiap akses masuk motor ke lingkungan Kalibata City. Tidak hanya sekedar aksi penolakan, tindakan teror verbal (pengusiran) maupun fisik (pemukulan) pernah dialami oleh pengendara Gojek dan Grab Bike yang hendak masuk ke ke dalam lingkungan apartemen. Lebih meresahkannya lagi, penghuni apartemen yang terlihat menghampiri pengendara Gojek atau Grab Bike ke luar apartemen karena larangan masuk tersebut juga kadang diteror oleh oknum-oknum ojek yang tidak bertanggung jawab.
Penghuni Apartemen Kalibata City merasa sangat resah dengan kondisi ini. Apartemen yang seharusnya menjadi lingkungan tempat tinggal yang aman dan nyaman kini terganggu dengan adanya teror dari pihak luar yang mengatasnamakan persatuan ojek. Akses terhadap layanan transportasi yang layak, jasa layanan barang (kurir), dan layanan antar makanan seperti yang ditawarkan oleh Gojek dan Grab Bike adalah hak dari penghuni apartemen yang harus dilindungi. Larangan masuk terhadap Gojek, Grab Bike, atau moda transportasi terkait ke dalam lingkungan apartemen oleh pihak eksternal yang disertai dengan ancaman tidak seharusnya dibiarkan terjadi. Tindakan teror adalah manifestasi dari budaya premanisme yang apabila dibiarkan akan semakin merebak. Pengelola Apartemen Kalibata City dan pemangku kepentingan terkait diharapkan turun tangan untuk mengatasi masalah ini.
Polemik yang dialami oleh Penghuni Kalibata City adalah contoh dari bagaimana hak penghuni tempat tinggal atas akses transportasi publik yang layak dan jasa layan antar dibatasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Sebagai orang Indonesia yang menjunjung tinggi keadilan, mari suarakan petisi ini!

Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 20 Juli 2015