

Hentikan penjajahan Indonesia di Aceh
Masalahnya
Saat aku masih kecil, aku tumbuh di tengah-tengah konflik. Masa kecilku dipenuhi dengan suara ledakan bom dan ketakutan akan kekerasan. Hingga saat ini, trauma itu belum sepenuhnya hilang. Sejak masa itu, aku merasakan adanya dendam yang mendalam terhadap mereka yang menjajah kami. Namun, aku menyadari bahwa dendam tidak akan membawa kita ke mana-mana. Sebaliknya, kita harus bersatu untuk memperjuangkan hak kita dan masa depan Aceh yang lebih baik.
Negeri tercinta kami, Aceh, kaya akan budaya, sumber daya, dan sejarah. Namun, sejak bergabung dengan Indonesia, kami merasa bahwa hak-hak dan suara kami diabaikan. Penindasan tidak hanya terjadi pada warisan budaya, tetapi juga pada kebebasan dan hak-hak dasar kami. Kita perlu berdiri bersama-sama dan bersuara untuk mengakhiri penindasan ini dan memastikan bahwa Aceh dapat menentukan nasibnya sendiri.
Penting bagi kita untuk mengingat bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk generasi kita, tetapi juga untuk generasi mendatang. Kita berutang kepada anak-anak kita untuk memastikan mereka tidak mengalami trauma dan penderitaan yang sama. Dengan adanya dukungan dari masyarakat internasional, kita bisa meminta agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Aceh dan memberikan kami otonomi yang lebih besar.
Kita perlu menyusun langkah-langkah konkret untuk mencapai kebebasan yang kita inginkan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah membuka dialog terbuka antara perwakilan Aceh dan pemerintah Indonesia di bawah pengawasan mediasi internasional. Tambahan lagi, mendorong pendidikan tentang hak asasi manusia di Aceh akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam mengenai hak-hak kita.
Kini saatnya kita mengambil tindakan. Bergabunglah dengan kami dalam perjuangan ini untuk menjadikan Aceh sebuah wilayah yang mandiri, damai, dan sejahtera. Tandatangani petisi ini dan bantu kami membawa perubahan yang sangat didambakan bagi Aceh. Setiap tanda tangan adalah langkah menuju keadilan dan kebebasan."}

1
Masalahnya
Saat aku masih kecil, aku tumbuh di tengah-tengah konflik. Masa kecilku dipenuhi dengan suara ledakan bom dan ketakutan akan kekerasan. Hingga saat ini, trauma itu belum sepenuhnya hilang. Sejak masa itu, aku merasakan adanya dendam yang mendalam terhadap mereka yang menjajah kami. Namun, aku menyadari bahwa dendam tidak akan membawa kita ke mana-mana. Sebaliknya, kita harus bersatu untuk memperjuangkan hak kita dan masa depan Aceh yang lebih baik.
Negeri tercinta kami, Aceh, kaya akan budaya, sumber daya, dan sejarah. Namun, sejak bergabung dengan Indonesia, kami merasa bahwa hak-hak dan suara kami diabaikan. Penindasan tidak hanya terjadi pada warisan budaya, tetapi juga pada kebebasan dan hak-hak dasar kami. Kita perlu berdiri bersama-sama dan bersuara untuk mengakhiri penindasan ini dan memastikan bahwa Aceh dapat menentukan nasibnya sendiri.
Penting bagi kita untuk mengingat bahwa perjuangan ini bukan hanya untuk generasi kita, tetapi juga untuk generasi mendatang. Kita berutang kepada anak-anak kita untuk memastikan mereka tidak mengalami trauma dan penderitaan yang sama. Dengan adanya dukungan dari masyarakat internasional, kita bisa meminta agar pemerintah Indonesia mempertimbangkan kembali kebijakannya terhadap Aceh dan memberikan kami otonomi yang lebih besar.
Kita perlu menyusun langkah-langkah konkret untuk mencapai kebebasan yang kita inginkan. Salah satu solusi yang dapat dilakukan adalah membuka dialog terbuka antara perwakilan Aceh dan pemerintah Indonesia di bawah pengawasan mediasi internasional. Tambahan lagi, mendorong pendidikan tentang hak asasi manusia di Aceh akan meningkatkan kesadaran dan pemahaman yang lebih dalam mengenai hak-hak kita.
Kini saatnya kita mengambil tindakan. Bergabunglah dengan kami dalam perjuangan ini untuk menjadikan Aceh sebuah wilayah yang mandiri, damai, dan sejahtera. Tandatangani petisi ini dan bantu kami membawa perubahan yang sangat didambakan bagi Aceh. Setiap tanda tangan adalah langkah menuju keadilan dan kebebasan."}

Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 18 Agustus 2026
