Tutup Pasar Satwa Jatinegara

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kekejaman terhadap binatang seringkali kita temui secara terbuka di Pasar Satwa Jatinegara. Monyet ekor panjang yang dikurung di kandang kecil dan kotor dengan kondisi dirantai, seringkali tanpa disertai makanan dan minuman, dengan wajah memperlihatkan ketakutan dengan mudah kita dapati. Ada juga musang yang meronta bergerak ke sana kemari mencoba keluar dari kandang.

Beraneka ragam burung kicau didalam sangkar kecil terlihat dijajakan oleh para pedagang di pasar yang dikenal bengis ini. Padahal, burung burung ini di alam berfungsi sebagai penyebar biji dan penjaga keseimbangan ekosistem.

Bila anda mengunjungi pasar Jatinegara, dengan mudah akan anda dapati satwa yang mati di sana teronggok dibuang begitu saja karena sudah tidak bernilai dimata para pedagang. Andai satwa satwa ini tetap berada di alam, mereka tidak akan mati lebih cepat dan tragis. Ironisnya, hampir semua dari kita menganggap ini sebagai hal yang biasa dan lumrah.

Ratusan jenis satwa liar ini telah dicuri dari rumah mereka di alam liar. Dirampas dari keluarga dan rumah mereka untuk di jual secara ilegal di pasar jatinegara. Di pasar ini seringkali juga ditemui satwa yang dilindungi dijual secara ilegal oleh para pedagang.

Berdasarkan UU no 5 tahun 1990 tentang konservasi sumberdaya alam hayati dan ekosistemnya, bahwa setiap orang dilarang menangkap hewan/satwa yang dilindungi dan bagi siapa yang melanggarnya, maka merupakan suatu tindak pidana dengan ancaman penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp 100.000.000,00 (seratus juta rupiah).

Satwa-satwa yang dijual di pasar jatinegara sebagian akan dijadikan hewan peliharaan dan sebagian lagi nasibnya akan berakhir di meja makan. Sebagian masyarakat percaya bahwa ada beberapa jenis satwa liar yang diyakini sebagai obat tradisional. Monyet ekor panjang salah satunya yang dipercaya sebagai obat gatal dan obat kuat.

Kondisi pasar jatinegara yang kotor dapat menjadi sumber penyakit bagi masyarakat yang tinggal di sekitarnya. Para pedagang di trotoar juga mengganggu aktivitas pejalan kaki.

Dengan dampak negatif yang besar, maka kami meminta kepada Gubernur DKI Jakarta untuk menutup pasar satwa Jatinegara.



Hari ini: Yayasan Scorpion mengandalkanmu

Yayasan Scorpion Indonesia membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Gubernur DKI Jakarta: Tutup Pasar Satwa Jatinegara". Bergabunglah dengan Yayasan Scorpion dan 12 pendukung lainnya hari ini.