Petisi ditutup

Bukan The SuperSAS tapi Tony Soekamti!

Petisi ini mencapai 190 pendukung


Dengan dibuatnya petisi ini, semoga pihak Endank Soekamti dapat menindaklanjuti. Alasan saya membuat petisi ini timbul setelah melihat salah satu episode #DOES eps.424 berjudul "IT'S NOT EASY TO BE ME".

Berawal dari kesalahan dan ketidaktahuan salah satu radio di Banjarmasin yang salah menyebut nama Tony Saputro dalam sebuah wawancara, kemudian berlanjut curhat Tony Saputro mengenai betapa beratnya beliau mengisi kekosongan posisi drummer Endank Soekamti, yang sebelumnya diisi Ari Hamzah. Yang mana sosok dan image Ari Hamzah sudah mendarahdaging di Endank Soekamti. 

Beliau bercerita tentang karir beliau 10 tahun terakhir sebagai session player beberapa artis top Indonesia seperti Sherina Munaf, Vidi Aldiano & Virzha. Menjadi session player terkadang menjadi profesi belakang panggung tanpa publikasi sehingga membuat profesi tersebut tidak banyak orang yang tahu. 

Tony Saputro juga menuturkan bahwa terkadang membaca komen di #DOES, Instagram dan media sosial lain membuat dirinya mengelus dada dan berpikir apakah yang dilakukannya selama ini membuat pengaruh buruk untuk Endank Soekamti dan Kamtis Family atau tidak. Terkadang banyak pula komen yang membandingkan fisik maupun tindakan Tony Saputro dan menganggap beliau sombong. Belum lagi membandingkan skill dan permainan beliau. Padahal "kesombongan" itu dikarenakan beliau merasa tidak percaya diri, apakah beliau sudah bisa diterima dilingkungan Kamtis Family atau belum. 

Padahal apabila kita flashback ke masa lampau, dan Kamtis Family yang baru mengenal beliau mau mencari tahu, sebenarnya beliau adalah BIBIT SOEKAMTI alias PENDIRI ENDANK SOEKAMTI bersama Erix, Fendee dan Ulog Soho pada tahun 2001 silam. Setelah beliau keluar dan digantikan Ari Hamzah pada akhir tahun 2001, beliau dan keluarga Soekamti lainnya tetap berteman baik. Begitu pula saat Ari Hamzah keluar dan Tony Saputro mengisi kekosongan posisi drummer, mereka juga masih berhubungan baik.

Angka 8 adalah nyata di keluarga Endank Soekamti.

Maka dari itu, sebagai Kamtis Family yang baik, mari kita jaga perasaan, baik perasaan Tony Saputro maupun Ari Hamzah. Tidak perlu membandingkan satu dengan yang lain. Biarlah Ari Hamzah fokus dengan band barunya dan Tony Saputro fokus dengan Endank Soekamti.

Untuk memberi semangat Tony Saputro, mari bersama saya menandatangani petisi ini, yang menyatakan bahwa : 

1. Tony Saputro saat ini adalah 'kembali ke kampung halaman" dan harus kita sambut dengan baik.

2. Jadikan The SuperSAS ikon superhero (dan brand clothing) Endank Soekamti sebagai tanda penghormatan, bersanding dengan SuperUSA, tanpa memakai raga Tony Saputro lagi.

3. Setuju jika Tony Saputro tidak menggunakan kostum yang terkesan sumuk seperti biasanya, tetapi tidak juga meninggalkan ciri khas The SuperSAS, dengan cara menggunakan kaos merchandise The SuperSAS.

4. Dan yang terakhir, dukung terus, terus dan terus Tony Saputro menjadi Tony Soekamti, bukan sebagai The SuperSAS.

Sekali lagi ini hanya kelancangan saya serta ke-lebay-an saya dan maaf jika dalam saya menyampaikan belepotan dan tidak beraturan. 

#PermanenkanSuperSAS #TonySoekamti #copotkostumsupersas

Salam Hangat, Toosssss!!

 

Boing Suyan Eka B.

 

 

 

 

 



Hari ini: Boing mengandalkanmu

Boing Suyan Eka B. membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Endank Soekamti: Bukan SUPERSAS tapi Tony Soekamti". Bergabunglah dengan Boing dan 189 pendukung lainnya hari ini.