Save Kampung Seni THR Surabaya

0 telah menandatangani. Mari kita ke 100.


Kampung seni THR adalah tempat awal karir dari seniman nasional seperti Tarzan, Asmuni, Tessy, Mamik, Pete, Edy Geol, Markeso dan masih banyak lagi. Sampai dengan saat ini proses pendidikan berkesenian itu terjadi dalam lingkungan keluarga dan lingkungan kampung. Namun sangat disayangkan bahwa kampung seni THR terancam tergusur, para penghuninya disuruh berpindah di tempat lain dan tercerai berai, bahkan ada yang disarankan pulang ke desanya dan tidak lagi bertempat di surabaya.

Pak budi Arifianto adalah warga surabaya yang lulus kuliah dan bergelar sarjana sosiologi. karena sulit mencari pekerjaan akhirnya beliau berjualan kopi di kampung seni THR surabaya. karena di rumah orang tuanya semakin penuh dengan saudara-saudaranya maka beliau bermukim di THR, bersama seniman2 lain yang bermukim di THR.

anaknya lahir dan besar di THR, ketika anaknya berkumpul dengan anak2 seniman di THR, lalu ikut belajar menari. penghasilan Pak Budi berjualan kopi di THR hanya cukup untuk kehidupan sehari2, itupun kadang kurang. ketika kemudian anaknya berumur belasan tahun, kemampuan menarinya sangat bagus.

anak Pak Budi kemudian ikut pertunjukan, dan lama2 menjadi penari profesional yang dibayar, penghasilannya bisa terpakai untuk menambah kebutuhan sekolahnya dan lain-lain. warga seniman THR telah membuktikan perannya bagi warga kota surabaya, melalui pendidikan informal dan non formal menjadikan orang yang bukan dari keturunan seniman kemudian bisa menjadi seniman yang mumpuni. seniman seutuhnya dengan kepribadian yang mengagumkan.

#Savekampungsenithrsurabaya