Turunkan Tarif Bagasi Pada Penerbangan Domestik

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Kebijakan bagasi berbayar sejumlah maskapai berbiaya rendah masih menjadi perdebatan. Seperti maskapai Lion Air dan Wings Air yang kini telah menerapkan kebijakan bagasi berbayar ini. Kebijakan itu akan dikuti maskapai LCC lainnya, yakni Citilink untuk rute penumpang rute domestiknya. Terhitung sejak 8 Januari 2019, penumpang Lion Air tidak lagi mendapat bagasi 20 kilogram secara percuma alias gratis. Begitu pula penumpang Wings Air tidak lagi mendapat bagasi 10 kilogram secara percuma alias gratis untuk dimasukkan ke bagasi pesawat.

Lion Air Group menghapus layanan bagasi gratis atau free baggage allowance (FBA) Bersama ini diinformasikan bahwa efektif mulai 22 Januari 2019, Lion Air Group (JT, IW) resmi memberlakukan penghapusan kebijakan bagasi cuma-cuma atau FBA untuk seluruh rute domestik kepada penumpang," demikian pernyataan resmi Lion Air, Selasa (22/1/2019). Saat ini, penumpang hanya mendapatkan fasilitas gratis untuk bagasi kabin maksimal seberat 7 kg dan satu barang pribadi seperti tas laptop, tas jinjing, dan sejenisnya. Kebijakan ini dinilai akan memberatkan penumpang, khususnya bagi mereka yang sering bepergian menggunakan moda transportasi udara ini. Berbayarnya tarif bagasi tersebut, pastinya akan berpengaruh terhadap perencanaan keuangan penumpang. Padahal, tak jarang banyak penumpang pesawat bepergian menuju ke suatu tempat untuk berwisata.

Hal ini disebabkan karena adanya beberapa hal seperti harga avtur di beberapa Bandara melonjak naik seperti di Bandara Soekarno-Hatta Rp 8.490 per liter. Naik 12% dibanding harga avtur pada Januari 2018 lalu dari bandara yang sama, yang hanya Rp 7.580 per liter. Bandara Ngurah Rai, Bali, harga avtur Rp 9.320 per liter, Polonia-Medan Rp 9.870 per liter. Selain harga minyak dunia, faktor penentu harga avtur adalah nilai tukar mata uang, biaya distribusi, Pelemahan rupiah terhadap dolar ini sudah terjadi dalam beberapa bulan terakhir, dan sebagian kalangan menyebut, ini pelemahan rupiah terburuk dalam 20 tahun. Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyebutkan kenaikan tersebut sebagai upaya dari maskapai mempertahankan bisnis mereka.  "seharusnya Sebagai pembelajaran untuk masyarakat supaya mengurangi barang bawaan yang terlalu banyak sehingga mengakibatkan delay yang terlalu lama yang diakibatkan oleh barang yang terlalu banyak.

Mari bantu kami menandatangani petisi ini dengan harapan bisa mengurangi beban masyarakat pengguna layanan transportasi udara khususnya masyarakat kalangan menengah ke bawah yg pastinya sangat merasa terbebani dengan kebijakan tersebut