

Tutup & Cabut ijin Lembaga Pendidikan/Sekolah Swasta (SMP/SMU/SMK) Yang Muridnya Sering melakukan Tawuran Pelajar Sampai Terjadi Pembunuhan


Tutup & Cabut ijin Lembaga Pendidikan/Sekolah Swasta (SMP/SMU/SMK) Yang Muridnya Sering melakukan Tawuran Pelajar Sampai Terjadi Pembunuhan
Masalahnya
Anak Bangsa Yang berkualitas baik secara moral maupun keilmuan adalah Anak Bangsa yang mendapatkan Pendidikan yang layak, baik dari orang tuanya maupun perhatian dari Negaranya dalam hal ini pemerintah, selain Lembaga Pendidikan Negeri, Lembaga Pendidikan Swasta (SMP/SMU/SMK) dan sederajat, merupakan lembaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita dalam dunia pendidikan, dikarenakan jumlah Lembaga Pendidikan negeri masih dirasakan kurang keberadaannya, untuk itu dibutuhkan Lembaga Pendidikan swasta untuk membantu menerima para murid yang tidak diterima disekolah negeri, disisi lain Lembaga Sekolah Swasta, diminta untuk membantu negara dalam hal ini pemerintah, untuk menempa para anak bangsa sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa yang baik dan berkualitas dalam segala hal, agar dapat berguna tidak hanya bagi dirinya dan keluarganya, tapi juga berguna bagu nusa dan bangsanya.
Melihat kenyataan yang ada, sungguh sangat disayangkan Lembaga Pendidikan Negeri khususnya Lembaga Pendidikan Swasta yang berada diwilayah Kota Depok Jawa Barat, masih banyak yang muridnya melakukan Tawuran Pelajar sampai melakukan pembunuhan, Seperti halnya SMK Pancoran Mas (Panmas) dan SMK Bhaskara yang kerap kali dari waktu kewaktu, tahun ketahun melakukan Tawuran sampai terjadi pembunuhan, atas dasar itu petisi ini dibuat agar Dinas Pendidikan Kota Depok, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Segera Secepatnya memberi peringatan & meninjau kembali surat ijin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diberikan kepada Lembaga Sekolah Swasta (SMP/SMU/SMK) yang muridnya sering kali melakukan Tawuran Pelajar sampai terjadi pembunuhan, seperti SMK Pancoran Mas (Panmas) dan SMK Bhaskara Kota Depok Jawa Barat, bila perlu surat ijinnya dicabut.
Hal ini dimaksudkan agar Lembaga Pendidikan Swasta (SMP/SMU/SMK) sederajat :
- Jangan hanya sebatas mencari keuntungan materi lewat biaya pendidikan yang diminta dari para muridnya, tapi mutu pendidikan dan mental serta prilaku para muridnya jauh diatas rata rata yang diharapkan.
- Bertanggung jawab terhadap prilaku para muridnya yang melakukan Tawuran Pelajar sampai terjadi pembunuhan.
- Dapat lebih serius lagi membina dan mengarahkan para muridnya, menjadi pelajar teladan sebagai putra-putri harapan Bangsa, hingga tidak ada lagi terjadinya mental Pelajar yang suka tawuran.
"Para Pelajar Membawa Buku Tulis dan alat Tulis untuk Belajar, bukan membawa Senjata Tajam Untuk Tawuran, Sayangi Nyawa Anak Kita Sebagai Tunas Bangsa, dan Lindungi serta Arahkan Anak Kita Sebagai Generasi Penerus dan Pelurus Bangsa melalui dunia pendidikan, Jauhkan mereka dari Tawuran Pelajar".
-----SEKILAS BERITA TAWURAN PELAJAR DIKOTA DEPOK-----
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah menuturkan, data resmi kepolisian sepanjang 2014 menunjukkan sudah terjadi 28 kali tawuran antarpelajar di Kota Depok dengan belasan luka-luka dan tiga korban jiwa.
"Ini sudah mengkhawatirkan, harus ada tindakan tegas untuk pihak sekolah atas hal ini," kata Ahmad Subarkah kepada wartaan di Polresta Depok, Jumat (15/8/2014).
Kasus tewasnya pelajar pertama kali terjadi Februari lalu. Korbannya adalah Airlangga (15), siswa SMK Ganesha Satria Depok yang tewas setelah dirawat. Kepolisian sudah membekuk pelaku pengeroyokan Ganesha.
Korban tewas berikutnya terjadi pada Juni 2014. Dimas Anditio (14) siswa SMK Pancoran Mas, meregang nyawa karena luka sabetan senjata tajam di bagian kepala. Pelakunya, pelajar SMK Baskara sudah diamankan petugas.
Kasus terakhir tawuran Rabu kemarin. Wandi Setiawan (15) siswa SMK Baskara meninggal karena luka sabetan celurit di leher dan punggung. Pelaku pembacokan, yakni Syafwidi Adi Putra (17) dan Faisal Fadli (17) dari SMK Pancoran Mas sudah diamankan.
Masalahnya
Anak Bangsa Yang berkualitas baik secara moral maupun keilmuan adalah Anak Bangsa yang mendapatkan Pendidikan yang layak, baik dari orang tuanya maupun perhatian dari Negaranya dalam hal ini pemerintah, selain Lembaga Pendidikan Negeri, Lembaga Pendidikan Swasta (SMP/SMU/SMK) dan sederajat, merupakan lembaga yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat kita dalam dunia pendidikan, dikarenakan jumlah Lembaga Pendidikan negeri masih dirasakan kurang keberadaannya, untuk itu dibutuhkan Lembaga Pendidikan swasta untuk membantu menerima para murid yang tidak diterima disekolah negeri, disisi lain Lembaga Sekolah Swasta, diminta untuk membantu negara dalam hal ini pemerintah, untuk menempa para anak bangsa sebagai generasi penerus dan pelurus bangsa yang baik dan berkualitas dalam segala hal, agar dapat berguna tidak hanya bagi dirinya dan keluarganya, tapi juga berguna bagu nusa dan bangsanya.
Melihat kenyataan yang ada, sungguh sangat disayangkan Lembaga Pendidikan Negeri khususnya Lembaga Pendidikan Swasta yang berada diwilayah Kota Depok Jawa Barat, masih banyak yang muridnya melakukan Tawuran Pelajar sampai melakukan pembunuhan, Seperti halnya SMK Pancoran Mas (Panmas) dan SMK Bhaskara yang kerap kali dari waktu kewaktu, tahun ketahun melakukan Tawuran sampai terjadi pembunuhan, atas dasar itu petisi ini dibuat agar Dinas Pendidikan Kota Depok, khususnya Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia, Segera Secepatnya memberi peringatan & meninjau kembali surat ijin Operasional Penyelenggaraan Pendidikan yang telah diberikan kepada Lembaga Sekolah Swasta (SMP/SMU/SMK) yang muridnya sering kali melakukan Tawuran Pelajar sampai terjadi pembunuhan, seperti SMK Pancoran Mas (Panmas) dan SMK Bhaskara Kota Depok Jawa Barat, bila perlu surat ijinnya dicabut.
Hal ini dimaksudkan agar Lembaga Pendidikan Swasta (SMP/SMU/SMK) sederajat :
- Jangan hanya sebatas mencari keuntungan materi lewat biaya pendidikan yang diminta dari para muridnya, tapi mutu pendidikan dan mental serta prilaku para muridnya jauh diatas rata rata yang diharapkan.
- Bertanggung jawab terhadap prilaku para muridnya yang melakukan Tawuran Pelajar sampai terjadi pembunuhan.
- Dapat lebih serius lagi membina dan mengarahkan para muridnya, menjadi pelajar teladan sebagai putra-putri harapan Bangsa, hingga tidak ada lagi terjadinya mental Pelajar yang suka tawuran.
"Para Pelajar Membawa Buku Tulis dan alat Tulis untuk Belajar, bukan membawa Senjata Tajam Untuk Tawuran, Sayangi Nyawa Anak Kita Sebagai Tunas Bangsa, dan Lindungi serta Arahkan Anak Kita Sebagai Generasi Penerus dan Pelurus Bangsa melalui dunia pendidikan, Jauhkan mereka dari Tawuran Pelajar".
-----SEKILAS BERITA TAWURAN PELAJAR DIKOTA DEPOK-----
TRIBUNNEWS.COM, DEPOK - Kapolresta Depok Kombes Ahmad Subarkah menuturkan, data resmi kepolisian sepanjang 2014 menunjukkan sudah terjadi 28 kali tawuran antarpelajar di Kota Depok dengan belasan luka-luka dan tiga korban jiwa.
"Ini sudah mengkhawatirkan, harus ada tindakan tegas untuk pihak sekolah atas hal ini," kata Ahmad Subarkah kepada wartaan di Polresta Depok, Jumat (15/8/2014).
Kasus tewasnya pelajar pertama kali terjadi Februari lalu. Korbannya adalah Airlangga (15), siswa SMK Ganesha Satria Depok yang tewas setelah dirawat. Kepolisian sudah membekuk pelaku pengeroyokan Ganesha.
Korban tewas berikutnya terjadi pada Juni 2014. Dimas Anditio (14) siswa SMK Pancoran Mas, meregang nyawa karena luka sabetan senjata tajam di bagian kepala. Pelakunya, pelajar SMK Baskara sudah diamankan petugas.
Kasus terakhir tawuran Rabu kemarin. Wandi Setiawan (15) siswa SMK Baskara meninggal karena luka sabetan celurit di leher dan punggung. Pelaku pembacokan, yakni Syafwidi Adi Putra (17) dan Faisal Fadli (17) dari SMK Pancoran Mas sudah diamankan.
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 18 Agustus 2014