SURAT KECAMAN TERHADAP PEMBEKUAN LEMBAGA MAHASISWA UNHAS

0 telah menandatangani. Mari kita ke 10.000.


SURAT KECAMAN TERHADAP PEMBEKUAN LEMBAGA MAHASISWA UNHAS

Sebagian lembaga kemahasiswaan Unhas telah dan sedang terancam dibekukan oleh pihak birokrasi kampus. Semua ini bermula dari penolakan terhadap pembentukan pembuatan Keputusan Rektor Nomor 1831/UN4.I./KEP/2018 tentang Organisasi Kemahasiswaan (PR-ORMAWA) yang dinilai merugikan mahasiswa.

Hingga hari ini, setidaknya 3 lembaga kemahasiswaan tingkat fakultas dan beberapa lembaga tingkat jurusan/departemen telah resmi dibekukan, yaitu BEM, DEMA, dan himpunan mahasiswa BEM Kema FISIP UNHAS, SEMA FEB UH, BE Kemahut SI-Unhas beserta Lembaga yang berada di bawah naungannya karena tidak menyerahkan SK Kepengurusan kepada pihak Dekanat. Akibatnya, segala aktivitas yang berkaitan dengan kemahasiswaan dianggap illegal. Segala fasilitas, rekomendasi dan bantuan untuk sementara diberhentikan hingga Lembaga tersebut bersedia untuk menerima PR ORMAWA. Kedua lembaga ini juga menolak menyepakati BEM Universitas. Sementara itu, kehadiran PR ORMAWA memaksa mahasiswa untuk sepakat dalam pembentukan BEM Universitas sebagai salah satu unsur organisasi kemahasiswaan tingkat universitas. Mereka yang menolak BEM Universitas, yaitu BEM KMFIB, BEM Pertanian, tidak diikutsertakan dalam kegiatan Penerimaan dan Pengembangan Karakter Mahasiswa Baru (P2KMB) dan juga terancam dibekukan.

Oleh karena itu, atas nama Solidaritas Alumni Unhas untuk Lembaga Kemahasiswaan :
1. Mengecam seluruh tindakan yang dilakukan oleh birokrasi Unhas untuk mengintimidasi lembaga kemahasiswaan se-Unhas
2. Mencabut keputusan pembekuan organisasi mahasiswa Unhas karena melanggar hak berekspresi, berserikat dan berkumpul yang diatur dalam pasal 28E ayat (3) UUD 1945 dan pasal 24 ayat (1) UU HAM.
3. Menuntut Rektor Unhas untuk mencabut aturan organisasi kemahasiswaan lantaran seluruh proses pembuatannya tidak sesuai dengan azas keterbukaan, terlebih aturan tersebut merugikan mahasiswa.
4. Menuntut Prof. Arsunan Arsin untuk lengser dari jabatannya sebagai WR 3 Unhas karena gagal menjalankan prinsip demokrasi di lingkungan civitas akademik Universitas Hasanuddin