Solusi untuk kami yg hadir di investigasi tgl 16 April 2019. Kami ingin nyoblos!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


Assalammualaikum, halo semuanya.

Perkenalkan saya Dhila, salah satu peserta pemilihan wahana lokal 3. Saya ingin bercerita tentang kronologi terlebih dahulu.

Program internsip adalah program pemerintah untuk para dokter baru sebelum mereka diperbolehkan mendapat STR resmi dan terjun praktek di dunia medis.

Tanggal 11 April 2019 saya dan teman2 peserta pemilihan wahana lokal 3 mengikuti pemilihan wahana sesuai jadwal. Kami pun akhirnya alhamdulillah lolos lalu mendapat pakta integritas untuk tanda bukti kami telah lolos. Baru setelah selesai lolos ternyata kami baru dapat kabar bahwa tanggal 10 april, pemilihan wahana lokal 2 servernya kebobolan sehingga beberapa RS over kuota. Benar saja, setelah kami masing2 membuat grup messenger sesuai RS yg kami dapat. Ternyata beberapa RS di lokal 3 juga ada over kuota termasuk RS saya.

Lalu kami mendapat kabar bahwa para peserta pemilihan wahana lokal 2 yang lolos di beberapa RS yg overkuota tersebut dipanggil ke Kemenkes untuk investigasi tanggal 15 april. Akhirnya malamnya kami para peserta wahana lokal 3 (wilayah Jateng Jatim Jogja), mungkin hampir 100 orang, juga mendapat email untuk hadir di acara investigasi tanggal 16 April.

Saya dan teman-teman tidak mempermasalahkan acara investigasi yang dibuat oleh Badan PPSDM Kesehatan karena memang jika nanti ditemukan kecurangan dari peserta memang harus ditindak. Tapi yang kami permasalahkan adalah waktu acara yaitu tanggal 16, mulai jam 13 siang dan tidak tahu selesainya jam berapa. Ketika kami tanya ke pihak yg berwenang, beliau juga tidak mengetahui. Itu adalah salah satu yang kami permasalahkan.

1. Undangan yang amat sangat mendadak dan wajib yaitu H-3. Seharusnya BPPSDM tidak seenaknya memanggil dadakan karena kami juga harus memikirkan transport PP dan akomodasi. Dan itupun kami juga harus menyisihkan waktu dan uang tidak sedikit untuk hadir karena sudah pasti tiket yang ada adalah sisa yang mahal2.

2. Undangan acara tanggal 16 jam 13 dengan jam selesai tidak diketahui. Sekali lagi disini BPPSDM juga seenaknya membuat jam acara. Kenapa jam nya harus mulai jam 13 ? Kenapa tidak pagi saja ? Dan kenapa jam selesai tidak bisa dipastikan ? Dengan itu kami tidak bisa beli tiket pulang saat ini, ditambah dengan esoknya adalah tanggal 17 April yaitu waktu pemilu yang sudah pasti tiket banyak habis karena sudah dipesan orang jauh2 hari untuk pulang kampung menyoblos. Jika masih ada yg sisa itupun sisa yg mahal. Jika ingin naik bus termalam pun, paling malam adalah jam 7 malam dan harus naik dari Pulo Gebang yang mana hampir 1 jam dari BPPSDM, padahal jam selesai acara pun tidak ada yang tahu. Kalau datang, kami pasti datang tapi kami tidak tahu dan bingung pulangnya bagaimana dan takut tidak bisa tepat waktu sampai di rumah untuk mencoblos.

3. Kami ingin memakai hak suara kami di kampung halaman kami. Jika saya tidak salah hitung, mungkin sekitar 100 orang yang dirugikan karena acara ini, terdiri dari peserta dan yang mendampingi peserta untuk ke Jakarta. 100 suara itu lumayan banyak. Dan lumayan banyak juga jika nanti surat suara kami disalahgunakan. Kami pun dipanggil mendadak pada tanggal 13 April, sehingga jika kami ingin pindah coblos di Jakarta pun tak mungkin karena pembuatan formulir A5  sudah ditutup tanggal 10 April kemarin.

Oleh karena itu,

Kepada BPPSDM,

Dengan hormat kami sampaikan,

Saya dan teman2 peserta pemilihan wahana lokal 3 memohon agar kami diberi solusi agar bisa mencoblos di kampung masing2 dan pulang dengan tepat waktu sebelum batas pencoblosan berakhir. Kami harap acara tidak berlangsung lama dan kami diberi kejelasan waktu selesai agar kami bisa merencanakan transport pulang. Atau kami terbuka dengan solusi lain, apapun itu. Karena jika kami meminta untuk memundurkan acara pun sudah tidak mungkin karena teman2 banyak yang sudah membeli tiket ke Jakarta. Permohonan kami hanya ingin bisa mencoblos, tidak muluk2. Kami menghormati permintaan BPPSDM yang dengan berbagai pertimbangan sehingga amat sangat mendadak ini untuk hadir ke Jakarta dan kami harap BPPSDM juga dapat menghormati Hak Asasi Manusia kami untuk kami bisa memakai hak suara kami di kampung halaman kami yang mana pemilu hanya 5 tahun sekali dan menentukan masa depan kita semua 5 tahun ke depan. Disaat orang2 menyuarakan jangan golput, justru kami ingin mencoblos, dan kami harap BPPSDM tidak mempersulit kami untuk memakai hak suara kami.

Terimakasih,

Wassalammualaikum.