Darurat MBG!! Tetapkan KLB Keracunan 43Rb Anak, Tindak Tegas Pelaku, Lindungi 11Jt Relawan

18

Ayo dapatkan 25 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Proyek Makan Bergizi Gratis (MBG) sejatinya memiliki tujuan awal yang mulia dengan anggaran jumbo yang ditujukan untuk jutaan anak-anak Indonesia. Namun, realita di lapangan menunjukkan bahwa proyek tersebut dikelola secara serampangan. Ini bisa dinilai dari indikasi pengelolaan oleh pihak tanpa latar belakang gizi, dominasi keluarga dan kroni dalam proyek, temuan 5.000 dapur fiktif, hingga minimnya transparansi.

Dampak dari tata kelola yang buruk ini kini mencapai titik kritis. Angka korban keracunan massal bukan lagi ribuan, melainkan telah menembus 43.000 anak! Ini adalah sebuah tragedi kemanusiaan dan krisis kesehatan nasional. Alih-alih mendapatkan jaminan nutrisi, nyawa anak-anak justru terancam. Namun, merespons kasus yang kian memprihatinkan ini, pemerintah justru menunjukkan sikap minim empati, menganggapnya "masih dalam batas wajar," dan menyalahkan anak-anak yang dituduh tidak mencuci tangan.

Di sisi lain, desakan dari berbagai pihak untuk sekadar "menghentikan total" program MBG juga berpotensi menciptakan krisis baru. Berdasarkan data Badan Gizi Nasional (BGN), saat ini terdapat 11 juta relawan dan pekerja yang terlibat dalam ekosistem MBG, sebuah angka fantastis yang bahkan diklaim lebih besar dari gabungan jumlah TNI dan Polri. Menutup total program ini secara membabi buta berarti akan menciptakan gelombang pengangguran massal baru, mematikan mata pencaharian jutaan rakyat kecil, ibu-ibu, dan pekerja dapur yang menggantungkan nasibnya pada ekosistem ini secara jujur.

Kegagalan sistemik, korupsi, dan jatuhnya korban keracunan menunjukkan bahwa program ini membutuhkan evaluasi radikal dan penegakan hukum yang tanpa kompromi, bukan sekadar dihentikan dan menelantarkan pekerjanya. Nyawa anak-anak Indonesia bukanlah kelinci percobaan, dan nasib jutaan pekerja bukanlah mainan politik.

Oleh karena itu, kami menuntut negara untuk segera membenahi tata kelola secara menyeluruh dengan tuntutan sebagai berikut:

(1) TETAPKAN STATUS KEJADIAN LUAR BIASA (KLB) DAN EVALUASI TOTAL
Menuntut Presiden RI untuk segera menetapkan status KLB atas keracunan 43.000 anak. Segera bentuk tim independen (melibatkan pakar gizi, organisasi masyarakat sipil, dan KPK) untuk membekukan sementara dapur-dapur bermasalah dan mengaudit ulang seluruh Standar Operasional Prosedur (SOP) keamanan pangan MBG.

(2) PENEGAKAN HUKUM TEGAS: TUTUP DAN PIDANAKAN DAPUR BERMASALAH
Pemerintah tidak boleh melindungi pihak yang lalai. Jika terbukti terjadi kasus keracunan di suatu titik, dapur pelaksana tersebut harus segera DITUTUP PERMANEN, izinnya dicabut, serta pemilik dan pengelolanya harus DIDENDA BERAT dan DIPIDANA. Hukum harus ditegakkan demi keadilan bagi korban.

(3) USUT TUNTAS KORUPSI DAN DAPUR FIKTIF
Mendesak KPK untuk mengusut tuntas indikasi KKN dalam penunjukan vendor, serta mafia di balik 5.000 dapur fiktif yang merampok hak gizi anak-anak.

(4) LINDUNGI NASIB 11 JUTA PEKERJA DAN HENTIKAN INTIMIDASI KORBAN
Evaluasi MBG harus ditujukan untuk memperbaiki sistem dan membuang vendor-vendor parasit, bukan untuk memecat 11 juta pekerja/relawan di akar rumput. Pemerintah harus menjamin lapangan kerja mereka dengan sistem yang lebih aman, sembari menghentikan segala bentuk intimidasi terhadap anak, orang tua, dan sekolah yang berani bersuara atas buruknya kualitas makanan.

Mari kita dorong perubahan nyata. Bersihkan MBG dari koruptor, hukum para penjahat gizi, selamatkan anak-anak kita, dan lindungi nasib jutaan pekerjanya!

Salam Solidaritas


Sumber Informasi:

https://nasional.kompas.com/read/2025/09/19/11330171/anggota-dpr-sebut-ada-5000-dapur-mbg-fiktif-bgn-membantah​

https://www.detik.com/edu/sekolah/d-8134652/banyak-kasus-keracunan-mbg-di-sekolah-begini-respons-presiden-prabowo​

https://www.kompas.com/edu/read/2025/05/06/143600971/kasus-keracunan-mbg-prabowo--siswa-tak-gunakan-sendok-saat-makan​

https://lombokpost.jawapos.com/metropolis/1506627682/keracunan-mbg-tembus-6425-korban-kepala-bgn-kasus-masih-batas-wajar​

https://www.idntimes.com/news/indonesia/jppi-presiden-nunggu-berapa-banyak-korban-lagi-agar-mbg-dihentikan-00-bbwlv-zg20dh​

https://www.liputan6.com/health/read/6171219/3-akar-masalah-dalam-pelaksanaan-mbg-menurut-jaringan-pemantau-pendidikan-indonesia?page=2​

https://www.tempo.co/ekonomi/mengapa-program-makan-bergizi-gratis-perlu-dihentikan--2071906​

https://floresa.co/reportase/liputan-khusus-id/74114/2025/04/23/ada-kader-gerindra-dan-kroni-prabowo-dalam-proyek-mbg-termasuk-di-manggarai-barat​

https://www.tempo.co/investigasi/kroni-prabowo-makan-bergizi-gratis-1233283​

https://www.instagram.com/reel/DIn1LuvScmY/​

https://www.hukumonline.com/berita/a/keracunan-mbg-tembus-43-ribu-anak--pemerintah-didesak-tetapkan-kejadian-luar-biasa-lt6a9a3f47e8919/​

https://aceh.tribunnews.com/news/1021869/bgn-kini-punya-11-juta-relawan-mbg-lebih-besar-dari-jumlah-tni-polri-kami-terbesar

avatar of the starter
Deninta …Pembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi