Petisi ditutup

Copot Kapolres dan Danrem Ternate!

Petisi ini mencapai 118 pendukung


Pada hari senin 21 Agustus 2017, Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional (Pembebasan) menggelar aksi serentak di berbagai kota antara lain; Jakarta, Jogja, Bandung, Makassar, Palu, Ambon, Ternate, Tobelo, Manado dengan tema "Lawan Kebangkitan Milterisme: Tolak Perpu Ormas dan Batalkan RUU Kamnas". Aksi ini bertujuan untuk mengingatkan kembali bahaya kebangkitan militerisme beserta regulasi-regulasi pendukungnya.

Di Ternate, aksi PEMBEBASAN dibubarkan paksa oleh intel Korem dengan alasan tema aksi tersebut diatas "melecehkan institusi TNI".  Intel Korem memaksa korlap untuk memberikan klarifikasi di Korem.

Ironisnya, satuan kepolisian yang seharusnya bertugas mengawal aksi justru melakukan pembiaran terhadap tindakan inkonstitusional tersebut. Massa aksi kemudian dibawa ke Polres Ternate untuk diinterogasi oleh tentara (dari Kodim dan Korem) dan dipaksa (dibawah tekanan/intimidasi) untuk menandatangani surat pernyataan yang pada intinya berisi: tidak boleh lagi ada aksi yang menyinggung militer.

Kejadian diatas menunjukan bagaimana Supremasi Sipil menjadi tak ada artinya dihadapan institusi Militer. Serta tugas dan kewenangan Polisi dikangkangi oleh aparat militer. Kesewenang-wenangan TNI dalam mengatur apa yang menjadi ranah sipil tidak saja bertentangan dengan undang-undang. Namun lebih jauh lagi merupakan ancaman nyata bagi proses pembangunan demokrasi di Indonesia.

Atas situasi tersebut, PEMBEBASAN mengajak rekan-rekan sekalian yang peduli demokrasi untuk tandatangan petisi ini dan menyebarkannya agar tindakan sewenang-wenang yang mengekang kebebasan mengemukakan pendapat tidak lagi terjadi di kemudian hari.

#LawanKebangkitanMiliterisme#TolakPerpuOrmas#BatalkanRuuKamnas

 

 

Rahman Ladanu

Ketua Umum

PEMBEBASAN/Pusat Perjuangan Mahasiswa Untuk Pembebasan Nasional

 



Hari ini: Rahman mengandalkanmu

Rahman Ladanu membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Copot Kapolres dan Danrem Ternate!". Bergabunglah dengan Rahman dan 117 pendukung lainnya hari ini.