

Buka akses Trans Jatim Koridor 2 ke Terminal Arjosari
Masalahnya
Sebagai penduduk Malang Raya yang sering bepergian menggunakan transportasi umum, saya sangat merasakan betapa pentingnya keberadaan Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Malang hingga Kepanjen. Namun sayangnya, Trans Jatim tidak diizinkan memasuki Terminal Arjosari, terminal terbesar di sisi utara kota Malang. Ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke Sawojajar, Madyopuro, dan Hamid Rusdi, hingga Kepanjen.
Terminal Arjosari adalah hub penting bagi penumpang bus antar kota. Tanpa adanya akses langsung dari Trans Jatim, penumpang di Terminal Arjosari harus mencari moda transportasi lain untuk mencapai daerah tujuan mereka, yang sering kali memakan waktu lebih lama dan menjadi tidak efisien. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah adanya resistensi dari para sopir angkutan kota yang menolak kehadiran Trans Jatim dengan alasan persaingan.
Sebagai solusi, perlu ada dialog terbuka antara pemerintah provinsi Jawa Timur dan asosiasi sopir angkot. Kedua belah pihak harus mencari jalan tengah yang menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat umum yang menjadi pengguna jasa transportasi. Edukasi dan sosialisasi akan manfaat moda transportasi terintegrasi juga penting untuk menjaga ketenangan dan kerjasama di lapangan.
Menyediakan jalur langsung ke Terminal Arjosari bagi Trans Jatim tidak hanya akan meningkatkan efisiensi bagi penumpang, tapi juga dapat mengurangi kemacetan dan polusi akibat penggunaan kendaraan pribadi yang berlebih. Hal ini akan sejalan dengan visi kota Malang dan provinsi Jawa Timur menuju tata kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Demi kemudahan transportasi yang lebih baik dan terintegrasi, mari dukung petisi ini agar Trans Jatim Koridor 2 bisa mendapatkan akses ke Terminal Arjosari. Tandatangani petisi ini sekarang dan bantu kami menyampaikan suara ini kepada pemerintah setempat untuk perubahan positif.

Kemenangan
Masalahnya
Sebagai penduduk Malang Raya yang sering bepergian menggunakan transportasi umum, saya sangat merasakan betapa pentingnya keberadaan Trans Jatim Koridor 2 yang menghubungkan Malang hingga Kepanjen. Namun sayangnya, Trans Jatim tidak diizinkan memasuki Terminal Arjosari, terminal terbesar di sisi utara kota Malang. Ini tidak hanya menyulitkan, tetapi juga menghambat mobilitas masyarakat yang ingin melanjutkan perjalanan mereka ke Sawojajar, Madyopuro, dan Hamid Rusdi, hingga Kepanjen.
Terminal Arjosari adalah hub penting bagi penumpang bus antar kota. Tanpa adanya akses langsung dari Trans Jatim, penumpang di Terminal Arjosari harus mencari moda transportasi lain untuk mencapai daerah tujuan mereka, yang sering kali memakan waktu lebih lama dan menjadi tidak efisien. Salah satu tantangan yang dihadapi adalah adanya resistensi dari para sopir angkutan kota yang menolak kehadiran Trans Jatim dengan alasan persaingan.
Sebagai solusi, perlu ada dialog terbuka antara pemerintah provinsi Jawa Timur dan asosiasi sopir angkot. Kedua belah pihak harus mencari jalan tengah yang menguntungkan semua pihak, termasuk masyarakat umum yang menjadi pengguna jasa transportasi. Edukasi dan sosialisasi akan manfaat moda transportasi terintegrasi juga penting untuk menjaga ketenangan dan kerjasama di lapangan.
Menyediakan jalur langsung ke Terminal Arjosari bagi Trans Jatim tidak hanya akan meningkatkan efisiensi bagi penumpang, tapi juga dapat mengurangi kemacetan dan polusi akibat penggunaan kendaraan pribadi yang berlebih. Hal ini akan sejalan dengan visi kota Malang dan provinsi Jawa Timur menuju tata kota yang lebih hijau dan ramah lingkungan.
Demi kemudahan transportasi yang lebih baik dan terintegrasi, mari dukung petisi ini agar Trans Jatim Koridor 2 bisa mendapatkan akses ke Terminal Arjosari. Tandatangani petisi ini sekarang dan bantu kami menyampaikan suara ini kepada pemerintah setempat untuk perubahan positif.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 13 Oktober 2026