BIARKAN 102 CALON DOKTER PAPUA BARAT MENDAPATKAN HAK BELAJARNYA KEMBALI!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 15.000.


Fakultas Kedokteran Universitas Papua (UNIPA) berdiri pada tahun 2014 atas inisiatif Rektor UNIPA saat itu dengan Pemerintah Kab. Sorong. FK UNIPA akhirnya didirikan dengan pengampuan dari FKUI, yang bertugas untuk mengelola pendidikan kedokteran di Universitas Papua hingga FK UNIPA bisa berjalan secara mandiri.

Namun pada tanggal 02 Oktober 2016, perkuliahan kami terhenti karena tidak diberikannya dana operasional pendidikan kepada pihak pengampu kami yaitu FKUI. Hal ini menyebabkan FKUI tidak mampu untuk mendatangkan staf pengajar.
Kami, mahasiswa FK UNIPA telah berupaya untuk meminta solusi dari berbagai pihak pimpinan seperti Rektor UNIPA, DPRD Kabupaten Sorong, DPRD Provinsi Papua Barat, hingga Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti). Namun hingga saat ini kami hanya sempat melanjutkan perkuliahan pada 26 Maret 2017 hingga 29 April 2017. Dimulai dari tanggal 29 April, kami kembali tidak berkuliah hingga saat ini.


Kami belum mendapatkan kepastian apakah kami akan kembali berkuliah atau tidak.
Kami belum mengetahui apakah kami masih bisa menggapai cita-cita kami sebagai dokter atau tidak.
Kami belum mengetahui apakah kami masih bisa berkontribusi mewujudkan impian Papua Barat yaitu memiliki taraf kesehatan yang layak.


Saat ini masih dibutuhkan langkah konkret dari Universitas Papua, Pemerintah Kab. Sorong, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Pusat untuk bersama-sama kembali membangun FK UNIPA sebagai langkah awal pembangunan kesehatan di Papua Barat. Papua Barat membutuhkan perhatian lebih dari pemerintah pusat dan seluruh masyarakat Indonesia dalam bidang pendidikan dan kesehatannya. Dengan mendukung terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas di Papua Barat dan mendukung pengampuan FK UNIPA oleh FKUI agar menghasilkan pendidikan dan tenaga dokter yang berkualitas di Papua Barat

Oleh sebab itu kami mahasiswa FK UNIPA meminta dukungan dari segenap masyarakat dan pihak Pemerintah sehingga:

  1. Rektor UNIPA segera menyelesaikan administrasi anggaran FK UNIPA sebelum tahun ajaran baru pada bulan Juni 2017
  2. Ada tindak lanjut permasalahan dana yang tegas untuk pendanaan tahun 2017 dari Pemerintah Kab. Sorong, Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Pusat sebelum tahun ajaran baru pada bulan Juni 2017
  3. Mendorong pertemuan semua pihak agar segera menyelesaikan Perjanjian Kerjasama Baru untuk menjaga sustainabilitas dana FK UNIPA dimulai dari tahun 2018
  4. FK UNIPA tetap diampu oleh FKUI agar proses pendidikan kami tetap stabil sehingga tercipta tenaga dokter yang berkualitas di Papua Barat

Kami membutuhkan sedikitnya 15.000 tandatangan hingga bulan Juli agar kami dapat berkuliah di tahun ajaran baru 2017/2018. Petisi ini akan kami gunakan untuk mendorong rektor kami mempercepat proses pembuatan rancangan anggaran dana FK UNIPA dan menunjukan dukungan dari seluruh masyarakat Indonesia, khususnya sejawat Mahasiswa Kedokteran Indonesia, kepada Pemerintah Provinsi Papua Barat.

BEM FK Universitas Papua & Ikatan Senat Mahasiswa Kedokteran Indonesia
Indah Ein F. Wainsaf



Hari ini: Indah mengandalkanmu

Indah Ein membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "BIARKAN 102 CALON DOKTER PAPUA BARAT MENDAPATKAN HAK BELAJARNYA KEMBALI!". Bergabunglah dengan Indah dan 13.078 pendukung lainnya hari ini.