Kami Kehilangan Hak Pilih karena Kelalaian Panitia PPLN Seoul 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 2.500.


Kami Warga Negara Indonesia yang tinggal di Korea Selatan. Tanggal 14 April 2019 ini seharusnya kami bisa mengikuti Pesta Demokrasi (Pemilu 2019) tetapi karena kelalaian panita Pemilu ( PPLN Seoul 2019) kami sebagai WNI TIDAK BISA ikut Berpartisipasi Memilih Presiden Pilihan kami.

Untuk Pemilu di Luar Negeri (Korea Selatan) ada 2 cara via Pos dan Pencoblosan langsung di TPS/KSK.

Untuk kasus via Pos banyak WNI yang sampai hari ini BELUM Menerima Surat Suara. Dan Apakah yang sudah terdaftar ikut Pemilihan Via Pos bisa ikut Pemilihan langsung ke TPS jika Surat Suara Belum di terima ? Jawabannya adalah TIDAK ! Jadi Secara Otomatis Kita Kehilangan  Hak Pilih Kita !

Kenapa Via Pos banyak yang BELUM MENERIMA Surat Suara ? Karena Panitia PPLN Seoul 2019 banyak mengirim ke alamat yg salah, dan bahkan mantan TKI yg sudah pulang ke Tanah Air juga mereka kirimin surat suara.

Bagaimana sistem pendataan alamat PPLN Seoul 2019 ? Sehingga banyak yg Tidak Menerima Surat Suara ? Hal tersebut yg masih kita pertanyakan, karena kalau seandainya mereka mengcopy data dari KBRI, seharusnya mereka tahu WNI yang masih tinggal di Korea dan tidak. Begitu juga dengan alamat detail WNI yang tinggal disini. Karena ketika kami mengisi data di KBRI juga pasti harus komplit nama propinsi,kota,jalan,nama bangunan,nomor bangunan dan nomor unit, dan sistem Pos Korea jika alamat Tidak Lengkap Otomatis akan kembali ke Pengirim (Panitia PPLN Seoul 2019) tapi ketika kita konfirmasi ke Panitia, Tidak Ada Surat Suara Kembali ! Terus kemana perginya Surat Suara Kami ?! Melacak melalui Nomor Resi ? Kita tidak pernah diberitahu Nomor Resi bahkan Kapan Surat Suara dikirim juga kita Tidak Tahu.

Itu untuk permasalahan via Pos, sekarang kita beralih ke permasalahan via TPS.

Jadi ada beberapa WNI yang sudah Terdaftar di TPS tetapi ketika datang ke TPS di TOLAK karena termasuk Daftar Pemilih Cadangan, dan Hanya Bisa ikut setelah jam 5 dengan catatan Kertas Suara Masih Ada. Padahal di website sidalih PPLN Seoul TIDAK ADA KETERANGAN DPK,DPT ataupun DPTb.

Dan Banyak WNI yang datanya Tiba-Tiba HILANG dari website sidalih, yang Otomatis menjadi TIDAK TERDAFTAR JADI PEMILIH.

Kami disini ingin memperjuangkan Hak Kami ! Kami sebagai WARGA NEGARA INDONESIA Berhak untuk ikut Pemilu, tetapi karena KELALAIAN PANITIA kita TIDAK BISA Memberikan Suara kita untuk Tanah Air Indonesia. 

Kami mohon untuk KPU dan Bawaslu bisa membantu menyelesaikan permasalahan ini. Karena 1 suara saja hilang SANGAT BESAR dampaknya Bagi Masa Depan Indonesia. 

Kami ingin Pemilu yang Bersih,Transparan dan Adil. 

Kami ingin Pemilu Ulang untuk WNI di Korea Selatan karena banyak yg tidak mendapatkan Surat Suara. Dan untuk panitia PPLN seandainya Tidak Sanggup,Tolong di Ganti atau Kembalikan ke KBRI saja untuk mengurus Pemilu di Korea Selatan.

Tanggal 17 April 2019 Panitia akan melakukan Penghitungan Suara, Tetapi apakah Penghitungan Suara itu SAH ? Karena Masih banyak WNI di Korea Selatan belum Mendapatkan Hak Pilihnya.

Kami mohon untuk BAWASLU dan KPU menanggapi kasus ini,Selidiki sampai Tuntas ! Dan kami ingin PEMILU ULANG di KOREA SELATAN !

Kami ingin Hak Kami Kembali ! Kembalikan Suara kami untuk Masa Depan Indonesia.