batalkan tka untuk SMK

Masalahnya

Sebagai siswa SMK, saya merasa frustrasi dengan kebijakan baru terkait TKA (Tes Kompetensi Ahli) yang tiba-tiba diberlakukan mendadak tanpa persiapan yang memadai. Di SMK, kami lebih fokus pada bidang keahlian khusus dan hanya mendapatkan sedikit pelajaran umum, berbeda dengan kurikulum SMA. Sekarang, memasuki kelas 12, kami dihadapkan pada TKA yang mendadak dan persiapannya hanya dalam beberapa bulan.

Hal ini semakin menyulitkan karena saya dan teman-teman juga harus melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan) yang mengharuskan kami masuk setiap pagi hingga sore. Setibanya di rumah, hari sudah malam dan kami tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA. Kebijakan ini tidak hanya memberatkan kami, tetapi juga menunjukkan kurangnya pemikiran matang dalam pembuatannya.

Pemerintah seharusnya melakukan penyuluhan, edukasi, dan survei terlebih dahulu kepada para pelajar sebelum menerapkan kebijakan baru. Juga penting bagi pemerintah untuk menjelaskan alasan di balik adanya TKA dan mengapa itu dianggap penting. Jika memang TKA akan tetap diadakan, seharusnya dilakukan dengan persiapan yang matang dan tidak mendadak.

Kita harus meminta pengambil kebijakan untuk bertindak rasional dan teroganisir dalam merancang kebijakan pendidikan. Kebijakan tidak boleh dibuat berdasarkan kemauan sepihak tanpa mempertimbangkan dampaknya pada pelajar yang akan menjalaninya.

Saya mengajak semua yang peduli dengan pendidikan di Indonesia untuk menandatangani petisi ini. Mari desak pemerintah untuk membatalkan atau meninjau kembali kebijakan TKA yang mendadak dan memastikan bahwa pelajar SMK mendapatkan waktu dan dukungan yang cukup untuk bersiap menghadapinya. Kalo mikir ditimpa mas, bikin kebijakan ga mikir. 

8

Masalahnya

Sebagai siswa SMK, saya merasa frustrasi dengan kebijakan baru terkait TKA (Tes Kompetensi Ahli) yang tiba-tiba diberlakukan mendadak tanpa persiapan yang memadai. Di SMK, kami lebih fokus pada bidang keahlian khusus dan hanya mendapatkan sedikit pelajaran umum, berbeda dengan kurikulum SMA. Sekarang, memasuki kelas 12, kami dihadapkan pada TKA yang mendadak dan persiapannya hanya dalam beberapa bulan.

Hal ini semakin menyulitkan karena saya dan teman-teman juga harus melaksanakan PKL (Praktik Kerja Lapangan) yang mengharuskan kami masuk setiap pagi hingga sore. Setibanya di rumah, hari sudah malam dan kami tidak memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan diri menghadapi TKA. Kebijakan ini tidak hanya memberatkan kami, tetapi juga menunjukkan kurangnya pemikiran matang dalam pembuatannya.

Pemerintah seharusnya melakukan penyuluhan, edukasi, dan survei terlebih dahulu kepada para pelajar sebelum menerapkan kebijakan baru. Juga penting bagi pemerintah untuk menjelaskan alasan di balik adanya TKA dan mengapa itu dianggap penting. Jika memang TKA akan tetap diadakan, seharusnya dilakukan dengan persiapan yang matang dan tidak mendadak.

Kita harus meminta pengambil kebijakan untuk bertindak rasional dan teroganisir dalam merancang kebijakan pendidikan. Kebijakan tidak boleh dibuat berdasarkan kemauan sepihak tanpa mempertimbangkan dampaknya pada pelajar yang akan menjalaninya.

Saya mengajak semua yang peduli dengan pendidikan di Indonesia untuk menandatangani petisi ini. Mari desak pemerintah untuk membatalkan atau meninjau kembali kebijakan TKA yang mendadak dan memastikan bahwa pelajar SMK mendapatkan waktu dan dukungan yang cukup untuk bersiap menghadapinya. Kalo mikir ditimpa mas, bikin kebijakan ga mikir. 

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 28 Oktober 2025