HILANGKAN DESKRIMINASI TERHADAP DIFABEL
HILANGKAN DESKRIMINASI TERHADAP DIFABEL
Masalahnya
Banyak dari kita yang selalu memandang sebelah mata para difabel, atau bahkan merasa tidak nyaman (jijik) saat berada di dekat mereka. Hal itu termasuk dalam diskriminasi terhadap difabel. Kasus yang kerap terjadi adalah penekanan mental kepada para difabel dan tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang-orang normal.
Berpikir bahwa kaum difabel hanya akan menjadi parasit dalam kehidupan adalah sebuah kesalahan. Tuhan selalu menganugerahkan kelebihan dalam setiap manusia yang diciptakannya, tanpa pengecualian. Keterbatasan fisik ataupun mental kaum difabel bukanlah alasan menjadikan mereka sampah, melainkan hal itu yang membuat mereka istimewa di mata Tuhan, dan luar biasa ketika mereka mampu membuahkan karya dalam keterbatasan yang dimiliki.
Satu contoh kecil saya bawakan dari kota kecil tempat saya berasal, kota Batu. Sebuah sanggar lukis didirikan untuk menampung dan membimbing anak-anak difabel untuk mencintai lukis, mencintai seni. Memang tidak mudah membimbing anak-anak difabel untuk mencoretkan pensil atau catnya di atas kanvas, tetapi dengan kesabaran dan cinta kasih telah mampu membuat mereka dengan mudah, bahkan enggan meninggalkan peralatan untuk melukis dan mencipta karya.
Gambar di atas adalah hasil dokumentasi dari pameran perdana anak-anak difabel dari sanggar lukis yang saya ceritakan di atas. Semangat mereka sungguh menggebu menjelang pameran untuk menyelesaikan lukisan yang akan dipamerkan. Mereka menuangkan segala perasaan di atas kanvas itu, tanpa paksaan. Atmosfir yang sungguh mengagumkan saat saya menjenguk mereka satu bulan sebelum pameran diselenggarakan.
Nah, melalui petisi ini, saya menginginkan kalian untuk memahami difabel dengan cara yang benar. Berada di sekeliling mereka dengan hati yang terbuka, agar kalian mampu merasakan nikmat Tuhan yang mungkin selama ini tidak pernah kalian rasakan.
Apa memiliki hubungan atau berteman dengan difabel membuatmu malu?
Maka kehidupan pun malu melihat keangkuhanmu.
Yuk, tanda tangani petisi ini jika kalian sependapat dengan saya! :))
Tertanda,
Alicia T.
Masalahnya
Banyak dari kita yang selalu memandang sebelah mata para difabel, atau bahkan merasa tidak nyaman (jijik) saat berada di dekat mereka. Hal itu termasuk dalam diskriminasi terhadap difabel. Kasus yang kerap terjadi adalah penekanan mental kepada para difabel dan tindak kekerasan fisik yang dilakukan oleh orang-orang normal.
Berpikir bahwa kaum difabel hanya akan menjadi parasit dalam kehidupan adalah sebuah kesalahan. Tuhan selalu menganugerahkan kelebihan dalam setiap manusia yang diciptakannya, tanpa pengecualian. Keterbatasan fisik ataupun mental kaum difabel bukanlah alasan menjadikan mereka sampah, melainkan hal itu yang membuat mereka istimewa di mata Tuhan, dan luar biasa ketika mereka mampu membuahkan karya dalam keterbatasan yang dimiliki.
Satu contoh kecil saya bawakan dari kota kecil tempat saya berasal, kota Batu. Sebuah sanggar lukis didirikan untuk menampung dan membimbing anak-anak difabel untuk mencintai lukis, mencintai seni. Memang tidak mudah membimbing anak-anak difabel untuk mencoretkan pensil atau catnya di atas kanvas, tetapi dengan kesabaran dan cinta kasih telah mampu membuat mereka dengan mudah, bahkan enggan meninggalkan peralatan untuk melukis dan mencipta karya.
Gambar di atas adalah hasil dokumentasi dari pameran perdana anak-anak difabel dari sanggar lukis yang saya ceritakan di atas. Semangat mereka sungguh menggebu menjelang pameran untuk menyelesaikan lukisan yang akan dipamerkan. Mereka menuangkan segala perasaan di atas kanvas itu, tanpa paksaan. Atmosfir yang sungguh mengagumkan saat saya menjenguk mereka satu bulan sebelum pameran diselenggarakan.
Nah, melalui petisi ini, saya menginginkan kalian untuk memahami difabel dengan cara yang benar. Berada di sekeliling mereka dengan hati yang terbuka, agar kalian mampu merasakan nikmat Tuhan yang mungkin selama ini tidak pernah kalian rasakan.
Apa memiliki hubungan atau berteman dengan difabel membuatmu malu?
Maka kehidupan pun malu melihat keangkuhanmu.
Yuk, tanda tangani petisi ini jika kalian sependapat dengan saya! :))
Tertanda,
Alicia T.
Petisi ditutup
Sebarkan petisi ini
Pengambil Keputusan



Perkembangan terakhir petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 6 November 2016
