Selamatkan Harimau Sumatera!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 500.


Indonesia diberkahi dengan kekayaan alam yang sangat beragam. Secara geografis, letaknya yang tepat pada garis khatulistiwa memberikan keragaman ekosistem dan hayati. Hingga satu dekade belakangan ini, Indonesia tidak berhenti mengejutkan dunia dengan ditemukan berbagai macam jenis flora dan fauna baru. Pada tahun 2014 sendiri, The American Association for the Advancement of Science atau AAAS menemukan 98 jenis kumbang baru di Pulau Jawa, Bali dan Lombok. Indonesia sendiri memiliki lebih dari 17,000 pulau yang setiap pulau memiliki ekosistem sendiri yang terisolasi dari dunia luar dan memiliki potensi untuk  merujuk pada penemuan baru. Hingga saat ini, Indonesia memiliki 376 hewan endemik atau hewan yang hanya dapat ditemukan di Indonesia. Hewan endemik merupakan aset negara yang tak ternilai. Sayangnya hingga saat ini seiring dengan berkembangnya industri, habitat asli dari fauna di Indonesia mulai hilang. Hingga saat ini 30 jenis hewan endemik di Indonesia terancam punah. Salah satunya adalah yang terjadi pada Harimau Sumatera.
 
Harimau Sumatera (Panthera Tigris Sumatrae) merupakan satu dari enam sub-spesies harimau yang masih bertahan hidup hingga saat ini dan termasuk dalam klasifikasi satwa yang terancam punah. Survei terakhir pada tahun 2018 menyatakan jumlah Harimau Sumatera kurang dari 400 individu di alam liar. Harimau Sumatera menghadapi berbagai macam ancaman untuk bertahan hidup. Faktor utama dari kepunahannya adalah deforestasi yang menyebabkan mereka kehilangan habitat dan tingginya angka perburuan spesies ini untuk diperdagangkan secara ilegal. 


Populasi Harimau Sumatera ini tersebar di blok-blok hutan dataran rendah. Sebagian besar kawasan ini terancam hilang akibat deforestasi demi kepentingan perkebunan komersial dan pembangunan infrastruktur. Hilangnya habitat mereka memaksa harimau untuk masuk ke dalam wilayah yang lebih dekat dengan manusia. Pada akhirnya harimau yang tersesat masuk kedalam pedesaan dan ditangkap maupun dibunuh. Seperti yang baru terjadi akhir-akhir ini kepada Harimau Sumatera yang di beritakan pada situs di bawah. Harimau Sumatera yang diberi nama Bonita kehilangan nyawanya setelah terjerat jaring yang dipasang oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

https://www.bbc.com/indonesia/majalah-45661882
 
Propinsi Riau saat ini menjadi rumah bagi sepertiga populasi Harimau Sumatera. Sayangnya, hukum yang harusnya melindungi spesies ini tidak ditegakan akibat lemahnya birokrasi di negara ini. Populasi Harimau Sumatera mengalami penurun hingga 70% dalam seperempat abad terakhir.
 
Lebih dari dua dekade yang lalu, Pemerintah Republik Indonesia telah mengeluarkan undang-undang terkait dengan konservasi sumber daya alam. Sejak saat itu telah lahir produk undang-undang peraturan pemerintah, dan keputusan menteri mengenai konservasi alam antara lain:
1. Undang-undang RI Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya;
2. Undang-undang RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup;
3. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1994 tentang Perburuan Satwa Buru;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 1994 tentang Pengusahaan Pariwisata Alam di Zona Pemanfaatan Taman Nasional, Taman Wisata Alam, dan di Taman Hutan Raya;
5. Peraturan Pemerintah Nomor 68 Tahun 1998 tentang Kawasan Suaka Alam dan Kawasan Pelestarian Alam;
6. Keputusan Menteri Kehutanan dan Perkebunan Nomor 104/KPTS-II/2000 tentang Tata Cara Mengambil Tumbuhan Liar dan Menangkap Satwa Liar;
 
Lahirnya produk undang-undang dan berbagai aturan pendukungnya menunjukkan perhatian dan kepedulian pemerintah terhadap kelestarian sumber daya alam yang dimiliki negeri ini. Namun sayangnya, penegakan hukum yang kurang membuat undang-undang yang ada tidak berguna. Walaupun hukum ditegakan, harus ada pencegahan yang dilakukan pemerintah untuk menjaga populasi Harimau Sumatera.
 
Maka kami merumuskan petisi untuk menyuarakan kepedulian kita sebagai masyarakat Indonesia akan Harimau Sumatera sebagai berikut:
 
1.     Mendesak pemerintah yang berwenang terutama Menteri Kehutanan untuk melaksanakan undang-undang sebagai upaya konservasi habitat asli dari  Harimau Sumatera dan satwa endemik lainnya.
2.     Mendesak pemerintah dan Menteri Kehutanan untuk melakukan upaya konservasi dan penyelamatan Harimau Sumatera dan satwa endemik lainnya.
3.     Mendesak pemerintah untuk mengusut tuntas semua pelanggaran hukum terkait Harimau Sumatera dan menghukum oknum terkait sesuai dengan aturan yang berlaku, khususnya terkait transaksi ilegal terkait jual-beli bagian dari Harimau Sumatera.
4.    Mendesak pemerintah yang berwenang untuk memperketat dan mengawasi pelaku industri dalam cakupan wilayah habitat hewan liar untuk turut andil dalam melakukan konservasi hewan tersebut.
 
Upaya penyelamatan harus segera dilakukan sebelum anak cucu dari bangsa Indonesia tidak akan pernah melihat lagi satwa endemik di habitat aslinya. Yang terjadi pada Harimau Jawa setengah abad yang lalu harus dijadikan pelajaran agar kesalahan yang sama tidak terulang.
 
Jika bukan kita siapa lagi? Selamatkan Harimau Sumatera!

#SaveSumatranTiger