Selamatkan Saldo kartu Electronic Money jika Kartu Hilang

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Saat ini Indonesia sudah memulai sistem Cashless / Electronic Money (pemakaian alat tukar uang secara electronik) sebagai alat jual beli. Dari mulai diberlakukannya pembayaran E-Toll, Transjakarta, MRT, Biaya Parkir serta sebagai alat jual beli di gerai-gerai atau toko yang menyediakan jasa E-money, sehingga banyak Pihak Bank Swasta ataupun Bank Pemerintah yang mengedarkan kartu E-Money. 

Menggunakan Kartu E-money tentunya bisa memudahkan dan meningkatkan kenyamanan bagi para penggunanya, selain menigkatnya penggunaan di segala hal sehari-hari juga karena membawa uang yang banyak tentunya akan lebih besar resiko kehilangannya dan tidak nyamannya untuk menyimpannya di dalam dompet atau tas, sehingga banyak Pengguna atau Nasabah yang beralih memakai Kartu E-Money. 

Pihak Bank atau Pihak Pengedar juga mendorong Nasabahnya untuk memakai jasa E-money dan juga Pihak Bank telah menaikan batas nominal yang bisa disimpan dalam E-Money, yaitu 2 Juta Rupiah, tentunya Jumlah yang tidak sedikit, lalu apabila Kartu Hilang atau Rusak atau dicuri ataupun terkena Force Major lalu Jaminan apa yang dapat Pihak Pengedar atau Bank bisa lakukan untuk mencegah atau menanggulangi permasalahan tersebut, sehingga Saldo yang tersimpan di dalam Kartu E-Money tidak hilang?

Proses untuk mendapatkan kartu E-money memang tidak sesulit Kartu ATM atau Kartu Kredit, Pengguna bisa dengan langsung mendapatkannya di setiap Cabang Bank atau di Mini Market dan Pengguna seharusnya diberikan Pilihan untuk bisa langsung mendaftarkan Kartu E-Money sehingga Saldo dapat dengan aman tersimpan.

Saya telah menghubungi beberapa Bank mengenai permasalahan ini, lalu jawaban mereka adalah “Ya Jika Kartu Hilang maka Saldonya juga ikut hangus atau hilang”. Hal yang sangat membuat saya heran, mengapa Pihak Bank sebagai Pengedar dengan ringan berbicara seperti itu? Terkesan Tidak bertanggung Jawab untuk keamanan dan kenyamanan Nasabah atau Pengguna?, lalu mengapa Mereka tidak menggunakan Sistem yang sama saja dengan Kartu ATM atau Debit?

Bukankah Saldo yang tersimpan di dalam Kartu E-Money tentunya tidak benar-benar berada di dalam Kartu tersebut melainkan berada dalam Sistem Bank dan tidak benar-benar hilang! dalam artian Uang Nasabah aman tersimpan di dalam Sistem Bank?!, lalu apabila mereka mengklaim bahwa Data Saldo tersimpan di dalam Kartu dan bukan berada dalam Sistem Bank, lalu mengapa mereka menggunakan Sistem yang merugikan seperti itu??, Pada dasarnya, apa yang menyebabkan Pihak Pengedar atau Bank untuk membuat suatu Produk yang sistemnya tidak dipikirkan matang-matang untuk kenyamanan dan keamanan Client?

Ketika saya bertanya lagi kepada Pihak Bank mengapa tidak diberlakukan sistem yang sama dengan Kartu ATM?, lalu jawaban mereka “Harap maklum, karena sistem ini baru untuk kami dan ini juga buatan Manusia dimana pasti akan ada kesalahan”. Lalu saya jawab “Jika diseluruh dunia, sistem ini baru dibuat mungkin saya bisa memakluminya, tetapi di Negara luar seperti Australia, Sistem ini telah diberlakukan sejak tahun 2009, mengapa tidak belajar saja dari mereka?, Saya yakin para pakar IT Indonesia lebih canggih dibandingkan dengan Negara manapun dan mampu untuk membuat Sistem yang sama, lalu juga sistem ini sudah digunakan pada Kartu ATM, apa yang menjadi kesulitan jika menggunakan sistem yang sama?” Dan merekapun terdiam.

Jika sistem Electronic Money masih seperti ini, bayangkan berapa banyak uang yang tersimpan di dalam Sistem Bank ataupun di dalam Kartu yang Hilang atau Rusak yang tidak dapat diselamatkan dan akhirnya kita sebagai pengguna yang dirugikan bukan?, Tentunya Pihak Pengedar atau Bank yang mengambil kesempatan dari Corrupted System ini agar dapat mengambil keuntungan yang banyak!.

Lalu di manakah Integritas para pengedar kartu-kartu Electronic Money dan para pembuat kebijakan dalam menjalankan amanah dan tugas yang JUJUR?

Dengan petisi ini, mari kita desak Pihak Pengedar, Pihak Bank dan Para Pembuat Kebijakan agar segera mempercepat peningkatan sistem perbankan agar saldo yang tersimpan di dalam Kartu E-Money apabila Hilang atau Rusak bisa diselamatkan atau dikembalikan Kepada Penggunanya atau Nasabah yang mempunyai Hak atas Uang tersebut!

Mari kita tingkatkan kesadaran untuk selalu berbuat yang BENAR dan ADIL.