Mari Dukung BPN: Keterbukaan Data Real Count Internal Pilpres 2019

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Klaim kemenangan sepihak yang dilakukan kubu Prabowo Subianto-Sandiaga Uno terkait hasil Pilpres 2019 menimbulkan pertanyaan dan kebingungan publik. Dalam exit poll internal, Badan Pemenangan Nasional (BPN) mengklaim Prabowo-Sandi mendapatkan 55,4 persen suara, sementara Jokowi-Maruf 42,8 persen. Dalam pernyataan lain, Prabowo mengemukakan klaim hasil kemenangannya sebesar 62 persen sampai 80 persen. Hal ini berbanding terbalik dari hasil hitung cepat maupun exit poll lembaga survei yang menyatakan Jokowi-Ma'ruf mendapatkan jumlah suara lebih banyak ketimbang Prabowo-Sandi.

Hasil hitung cepat atau quick count Pilpres 2019 tersebut langsung mendapat tudingan negatif dari BPN dan kubu pendukungnya. Untuk menjawab tudingan negatif itu, berbagai lembaga survei kemudian membeberkan data dan proses penghitungannya.

Diwadahi oleh Perhimpunan Survei Opini Publik (Persepi), 10 lembaga survei menggelar Ekspos Data Hasil Quick Count dan membuka data pada 20 April 2019. Lembaga survei yang hadir yakni Charta Politika, Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), Indikator, Cyrus Network, Indo Barometer, Konsepindo, Populi Center, dan Poltracking.

Di lain pihak, sampai hari ini BPN masih menutup rapat data yang menjadi dasar klaim kemenangan Prabowo-Sandi dan pada saat yang bersamaan, BPN terus mengembuskan kabar bahwa Pilpres 2019 berlangsung curang.

Untuk meredakan kisruh di tengah masyarakat akibat kami meminta BPN untuk membuka data seterang-terangnya kepada publik. Dengan BPN membuka data, maka masyarakat akan mengetahui apakah hasil penghitungan suara yang dilakukan BPN memang valid atau tidak.

Hal ini penting karena terkait dengan keterbukaan informasi agar publik tidak semakin dibingungkan oleh klaim BPN yang menyatakan kemenangan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Transparansi ini juga diperlukan agar publik bisa melihat apakah BPN  sudah menjalankan perhitungan suara sesuai prosedur dan kaidah perhitungan suara yang berlaku, termasuk untuk mengetahui validasi data-data yang dipegang oleh BPN.

Saatnya beraksi! Tanda tangani dan sebar petisi #BPNHarusBukaData demi transparansi dan legitimasi hasil Pilpres 2019. Dukung BPN untuk Keterbukaan Data Real Count Internal Pilpres 2019.