Hentikan epidemik plastik di supermarket!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.500.


[English version]

[Seorang pria mengumpulkan plastik di antara sampah yang mengambang di sungai Citarum yang tercemar, Jakarta, Indonesia. Foto: Bagus Indahono / EPA]

Kami meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk meningkatkan upayanya dalam memastikan Jakarta yang lebih sehat, dan lebih bebas dari plastik dan limbah, termasuk (1) Mengurangi penggunaan kemasan plastik di semua supermarket (2) Stocking baru 'jalur produk hijau, dan (3) Membuang sampah supermarket secara bertanggung jawab.

Saat ini kita mengalami krisis sampah di Indonesia! Terutama di ibukota Jakarta dan kota-kota besar lainnya, di mana berton-ton sampah dibuang setiap hari di tempat pembuangan sampah (seperti Bantar Gebang di daerah Bekasi). Tempat pembuangan sampah ini berusaha menampung limbah yang terus meningkat, seiring pertumbuhan populasi dan orang-orang yang mengkonsumsi lebih banyak lagi. Sampah kita sering berakhir di saluran air, laut dan tempat pembuangan sampah atau dibakar sembarangan, mencemari udara dengan asap beracun dan menyebabkan penduduk perkotaan memiliki risiko kesehatan seperti polusi air tanah dan penyakit pernafasan.

Walaupun ada upaya pemerintah (seperti Bank Sampah), usaha pengumpul sampah individual (pemulung) dan gerakan seperti BebasSampah2020, masih belum ada skema daur ulang yang efektif dan kurangnya kesadaran penduduk akan ramah lingkungan.

Sebagai konsekuensi dari semua ini, Indonesia telah menjadi penyumbang plastik di laut terbesar kedua di dunia! Jutaan burung, ikan, mamalia laut dan karang diketahui telah menderita karena terbelit atau mengkonsumsi sampah plastik. Pada akhirnya akan membawa pengaruh pada manusia juga melalui makanan laut yang terkontaminasi.

Tumpukan sampah yang menggunung juga terbukti dapat berakibat fatal pada saat hujan lebat; seperti bencana di Bandung (2005), tempat pembuangan sampah yang longsor di Leuwigajah menewaskan 143 orang dan mengubur 71 rumah.

Salah satu kontributor terbesar dari epidemik ini adalah kebiasaan membungkus setiap belanjaan kebutuhan sehari-hari di Supermarket dalam plastik dan produk-produk plastik seperti tas, botol, sedotan dan alat makan. Phthalate salah satu kandungan bahan kimia dalam plastik meracuni makanan kita melalui kemasan, yang akhirnya membawa dampak pada hormon kita dan menyebabkan banyak masalah kesehatan serius seperti asma, alergi dan kanker.

Kita, sebagai pelaku bisnis dan konsumen, terus memproduksi dan menggunakan plastik dengan cara yang tidak bertanggung jawab. Kita memiliki tanggung jawab yang sama untuk merubah proses ini di Jakarta.

Ayo kita cari solusinya!

Kita bisa mulai dengan Menolak, Mengurangi, Menggunakan Kembali, Mengganti dan Daur ulang produk berbasis plastik dalam kehidupan kita harian.

Dengan semangat ini, kami meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk mengambil beberapa langkah sederhana untuk membantu mewujudkan Jakarta yang lebih sehat dan bebas dari sampah dan plastik. Langkah-langkah ini meliputi:

1. Mengurangi penggunaan kemasan plastik di semua supermarket dengan cara:

1.1. Menghindari pembungkus buah dan sayuran dalam plastik dan styrofoam. Mulai gunakan pembungkus hasil produksi lokal yang terbuat dari singkong atau rumput laut sebagai pengganti.

1.2. Mulai mengurangi penggunaan kantong plastik di bagian produk segar dan daging / ikan, menawarkan pembungkus alternatif dari kertas dan melatih staf karyawan untuk menanyakan pelanggan kalau tidak keberatan memasukkan produk yang berbeda ke dalam tas yang sama.

1.3.  Mengajak konsumen untuk membawa tas mereka sendiri atau menjual tas kain bisa digunakan kembali

2. Menjual produk baru “Green Product” seperti barang sekali pakai yang terbuat dari 100% bahan yang mudah terurai bioplastik / non plastik 100% / barang bekas pakai. Alternatif ramah lingkungan (terbuat dari bahan mudah terurai bioplastik, singkong, bambu, ganggang, gandum) untuk kantong sampah, sedotan, cangkir sekali pakai, piring dan alat makan.

Dengan melakukan itu, APRINDO juga akan mendukung produksi lokal, UKM, dan ekonomi!

3. Memastikan bahwa limbah makanan dan kemasan yang dibuang di supermarket benar-benar didaur ulang (Recycled) atau diolah (Upcycled), membedakan antara sampah organik, plastik, logam. Menyediakan tempat sampah daur ulang untuk staf dan pelanggan, termasuk opsi untuk produk seperti baterai.

Dengan demikian APRINDO akan selaras dengan praktik terbaik pengecer di berbagai negara di dunia.

Sebagai pelanggan dan penduduk Jakarta, saya meminta Asosiasi Perusahaan Ritel Indonesia (APRINDO) untuk meningkatkan usaha Anda mempertimbangkan kepentingan lingkungan dalam operasi Anda.


WAKTU UNTUK MEMBUAT PERUBAHAN,

MEMULAI DARI ANDA!


Terima kasih telah menandatangani dan membagikan petisi ini.



Hari ini: Going Green in Jakarta mengandalkanmu

Going Green in Jakarta membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "APRINDO: Hentikan epidemik plastik di supermarket!". Bergabunglah dengan Going Green in Jakarta dan 1.410 pendukung lainnya hari ini.