Perbaiki Kinerja Agen AULID (Ausbildung Und Leben In Deutschland)!!!

0 telah menandatangani. Mari kita ke 1.000.


AULID (Ausbildung* Und Leben In Deutschland) merupakan salah satu penyalur jasa/agen Ausbildung* di Indonesia. Dalam presentasinya mereka menawarkan, bahwa para AZUBI* akan mendapatkan jaminan tempat tinggal dan pendapatan yang cukup tinggi. Mereka juga menyatakan bahwa mereka siap membantu AZUBI yang berada dalam kesulitan. Namun sayangnya apa yang ditawarkan oleh agen ini, sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada. Di dalam peraturan perundangan mengenai Ausbildung (Berufsbildungsgesetz, BBiG) diatur mengenai persyaratan peserta Ausbildung, bahwa mereka dapat mengikuti program Ausbildung dengan kemampuan level Bahasa Jerman minimum B1. Namun melalui AULID, peserta dapat diberangkatkan dengan hanya kemampuan bahasa level A2 bahkan A1. Dengan kemampuan bahasa yang minim, para AZUBI dapat dengan mudah dibohongi dan akhirnya mendapatkan tekanan berat di tempat kerja. Sayangnya AZUBI harus menandatangani kontrak yang berisi, apabila mereka mengundurkan diri dari program Ausbildung, mereka harus membayar denda sebesar Rp 50.000.000. Kontrak tersebut diberikan sebelum atau saat sedang dalam proses pengajuan Visa. AULID bahkan mengancam calon peserta Ausbildung supaya mereka mau menandatangani kontrak tersebut. Saat mereka ingin mengundurkan diri, AULID akan melakukan segala cara, bahkan AZUBI mendapatkan teror agar peserta membayar denda tersebut. Apabila AZUBI menulis keluhan di sosial media, salah satu agen di AULID akan meneror mereka. Kami berpendapat bahwa denda ini sangat tidak masuk akal dan tidak sesuai dengan hukum di Jerman dan di Indonesia.

Permasalahan yang juga kami dapati adalah adanya AZUBI yang pendapatannya dicicil dan jumlahnya tidak sesuai dengan yang tertulis padai kontrak kerja. Lalu ada juga AZUBI yang tidak mendapatkan tempat tinggal yang layak hingga harus berpindah-pindah dari kamar sewaan yang satu ke kamar yang lain bahkan diharuskan bermalam di boot jika kamar yang disewakan penuh oleh pengunjung. Kemudian ada pula AZUBI yang jam kerjanya lebih dari 8 jam sehari, bahkan ada yang sampai tidak bisa masuk sekolah karena harus bekerja. Saat para AZUBI melaporkan masalahnya kepada AULID, mereka sama sekali tidak memberikan bantuan yang konkrit.

Adanya keluhan-keluhan seperti ini, mendorong kami untuk menulis petisi ini. Kami tidak bermaksud agar agen ini di tutup dan tidak dapat beroperasi kembali. Maka dari itu kami merangkum poin-poin dibawah ini, yang menjadi harapan kami kepada agen AULID:

1. Meningkatkan standard kemampuan bahasa Jerman calon peserta Ausbildung ke level B1 sebelum mereka memulai Ausbildung di Jerman.
2. Mengedepankan kesejahteraan AZUBI dengan menjalankan transparansi mengenai Tempat Ausbildung dan masalah keuangan (gaji dll)
3. Memperbaiki kinerja agen AULID baik di Indonesia ataupun di Jerman.
4. Menghapus kontrak denda Rp 50.000.000.
5. Bekerja dengan jujur dan tidak mengiming-imingi peserta dengan hal yang tidak sesuai dengan kenyataan.
6. Melampirkan rincian biaya yang harus dibayar Azubi dengan melampirkan bukti transaksi, seperti bukti pembelian tiket pesawat dan tiket kereta.
7. Bersedia menjadi tempat mengadu dan mau membantu mencari solusi jika ada Azubi yang mendapat masalah dengan perusahaan tempat magang.


Kami ingin supaya para AZUBI dari Indonesia mendapatkan pendidikan dan pekerjaan yang layak dan sesuai dengan apa yang dijanjikan oleh AULID. Mari tandatangani petisi ini supaya AULID memperbaiki kinerjanya!


*Ausbildung = sebuah sistem belajar lanjutan yang terdiri dari dua bagian, yaitu bagian teori dan praktek.

*AZUBI = sebutan untuk orang yang sedang mengikuti Ausbildung