Pemerintah Kota Bogor agar segera bertindak dan mengeluarkan kebijakan yang pro pada angkutan massal! Dukung kami meninggalkan kendaraan pribadi

Masalahnya

Beberapa bulan terakhir, saya dan teman-teman warga Bogor yang bekerja di Jakarta makin percaya diri untuk meninggalkan kendaraan pribadi. Ini karena kami mendapat makin banyak alternatif kendaraan umum massal yang nyaman. Bila sudah tak sanggup berdesakan dalam kereta api KRL Jabodetabek, kami bisa naik bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway). Namun sayang, semangat itu langsung kempis karena Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan Kota Bogor khususnya Pejabat Dinas Lintas dan Angkutan Jalan, Kasi Pengendalian dan Ketertiban ingin menghentikan operasional transportasi massal ini.

APTB ini merupakan jawaban dari semua keluh kesah masyarakat yang bekerja di Jakarta yang menginginkan kenyamanan dan ketepatan waktu berkendaraan umum. APTB ini mengantarkan penumpang jurusan Bogor - Rawamangun, kemudian ditambah lagi untuk jurusan Bogor - Blok M. Selama kami menjadi penumpang, APTB ini seringkali di demo dan di tolak keberadaannya oleh ormas dan pengusaha angkot yang merasa dirugikan, dengan alasan APTB mem-baypass penumpang yang biasanya naik bis menuju terminal Baranang Siang. Padahal penumpang APTB kebanyakan bukanlah pengguna bis Baranang Siang, tapi para pengguna kendaraan pribadi dan kereta api. Ini karena Baranang Siang cukup jauh dari jalur yang dilintasi oleh APTB.

Dinas Perhubungan Kota Bogor yang semestinya mendukung transportasi massal agar Kota Bogor tidak macet dan mendukung kenyamanan warga mendapat transportasi yang layak bukan mendukung kami, malah memilih mendukung pengusaha angkot. Padahal kami, warga yang membutuhkan angkutan massal. Dinas Perhubungan  berpikiran pendek dan tak mau mencari solusi yang lebih cerdas. Tidak mau peduli dengan dampak positif angkutan massal APTB yang bisa menurunkan kemacetan Ibu Kota Jakarta karena kami meninggalkan kendaraan pribadi. Lebih peduli pada pembangunan jalan Tol dalam Kota Bogor (BORR I dan II) agar pengguna kendaraan pribadi makin nyaman keluar Kota Bogor dan memadati Kota Jakarta dengan kendaraan mereka.

Petisi ini penting agar transportasi massal yang aman dan nyaman tidak hanya menjadi mimpi belaka. Kita mampu dan layak untuk mendapatkan transportasi umum yang handal. Keamanan dan kenyamanan transportasi ini adalah awal mula kita untuk lebih baik lagi menata negeri ini. Dukung kami ya, supaya transportasi massal semakin banyak, jalanan tidak lagi macet dan lingkungan kita makin bersih. 

avatar of the starter
Nurin RahmillahPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 57 pendukung

Masalahnya

Beberapa bulan terakhir, saya dan teman-teman warga Bogor yang bekerja di Jakarta makin percaya diri untuk meninggalkan kendaraan pribadi. Ini karena kami mendapat makin banyak alternatif kendaraan umum massal yang nyaman. Bila sudah tak sanggup berdesakan dalam kereta api KRL Jabodetabek, kami bisa naik bus APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi Busway). Namun sayang, semangat itu langsung kempis karena Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Perhubungan Kota Bogor khususnya Pejabat Dinas Lintas dan Angkutan Jalan, Kasi Pengendalian dan Ketertiban ingin menghentikan operasional transportasi massal ini.

APTB ini merupakan jawaban dari semua keluh kesah masyarakat yang bekerja di Jakarta yang menginginkan kenyamanan dan ketepatan waktu berkendaraan umum. APTB ini mengantarkan penumpang jurusan Bogor - Rawamangun, kemudian ditambah lagi untuk jurusan Bogor - Blok M. Selama kami menjadi penumpang, APTB ini seringkali di demo dan di tolak keberadaannya oleh ormas dan pengusaha angkot yang merasa dirugikan, dengan alasan APTB mem-baypass penumpang yang biasanya naik bis menuju terminal Baranang Siang. Padahal penumpang APTB kebanyakan bukanlah pengguna bis Baranang Siang, tapi para pengguna kendaraan pribadi dan kereta api. Ini karena Baranang Siang cukup jauh dari jalur yang dilintasi oleh APTB.

Dinas Perhubungan Kota Bogor yang semestinya mendukung transportasi massal agar Kota Bogor tidak macet dan mendukung kenyamanan warga mendapat transportasi yang layak bukan mendukung kami, malah memilih mendukung pengusaha angkot. Padahal kami, warga yang membutuhkan angkutan massal. Dinas Perhubungan  berpikiran pendek dan tak mau mencari solusi yang lebih cerdas. Tidak mau peduli dengan dampak positif angkutan massal APTB yang bisa menurunkan kemacetan Ibu Kota Jakarta karena kami meninggalkan kendaraan pribadi. Lebih peduli pada pembangunan jalan Tol dalam Kota Bogor (BORR I dan II) agar pengguna kendaraan pribadi makin nyaman keluar Kota Bogor dan memadati Kota Jakarta dengan kendaraan mereka.

Petisi ini penting agar transportasi massal yang aman dan nyaman tidak hanya menjadi mimpi belaka. Kita mampu dan layak untuk mendapatkan transportasi umum yang handal. Keamanan dan kenyamanan transportasi ini adalah awal mula kita untuk lebih baik lagi menata negeri ini. Dukung kami ya, supaya transportasi massal semakin banyak, jalanan tidak lagi macet dan lingkungan kita makin bersih. 

avatar of the starter
Nurin RahmillahPembuka Petisi

Petisi ditutup

Petisi ini mencapai 57 pendukung

Sebarkan petisi ini

Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 2 Oktober 2013