

Pulangkan 292 WNI korban TPPO dari tentara Rusia
Masalahnya
Kepada Yth:
- Presiden RI
- Menteri Luar Negeri RI
- Duta Besar RI di Moskow & Kyiv
- Ketua Komisi I DPR RI
Kami adalah keluarga dari Warga Negara Indonesia yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus lowongan kerja security di Rusia.
Anak / saudara kami berangkat dengan janji pekerjaan sipil gaji besar. Sesampainya di Rusia, tepatnya di pusat seleksi Korolyov dekat Moskow, mereka dipaksa menandatangani kontrak militer berbahasa Rusia selama 1 tahun yang tidak mereka pahami. Paspor mereka ditahan komandan.
Saat ini mereka sudah 5 bulan berada di wilayah Mala Danylivka, Kharkiv Oblast, Ukraina. Mereka tidak bertempur di garis depan, tetapi dipaksa membangun barak di hutan, menggali parit, dengan kondisi kesehatan menurun, HP bukti dirusak, tanpa akses medis layak, dan tidak bisa pulang. Sinyal hanya ada sesekali.
Fakta:
1. Proyek kemanusiaan Ukraina "I Want to Live" pada Oktober 2026 telah mengidentifikasi WNI di dalam pasukan Rusia, di antaranya direkrut dalam 9 bulan pertama 2026.
2. Daftar tersebut telah diserahkan resmi kepada Duta Besar RI di Kyiv, Bpk. Arief Muhammad Basalamah.
3. Pada 30 Oktober - 1 November 2026, Kemlu RI telah mengirim nota diplomatik resmi meminta Rusia menghentikan perekrutan WNI dan memasukkan Indonesia ke daftar negara yang dikecualikan. Hingga 2 November 2026, belum ada jawaban resmi dari Rusia.
4. Salah satu WNI, Muhammad Taufiq (48 tahun, Surabaya), dilaporkan meninggal di pertempuran pertamanya setelah hanya 1,5 minggu latihan.
Kami bukan tentara bayaran. Kami adalah korban penipuan.
*TUNTUTAN KAMI:*
1. Mendesak Pemerintah Rusia segera mengabulkan nota diplomatik Indonesia dan memasukkan Indonesia dalam daftar pengecualian rekrutmen militer secara efektif.
2. Meminta KBRI Moskow memberikan perlindungan korban TPPO dan evakuasi medis segera untuk WNI yang sudah 5 bulan di Kharkiv
3. Meminta Kemlu RI membuka hotline khusus WNI dan mempercepat verifikasi identitas.
4. Meminta BP2MI dan Bareskrim Polri mengusut tuntas agen penyalur kerja security yang memberangkatkan mereka.
Kami mohon jangan tunggu ada korban kedua, ketiga.
Hormat kami,
WNI di Rusia
*#PulangkanWNI #StopTPPORusia

222
Masalahnya
Kepada Yth:
- Presiden RI
- Menteri Luar Negeri RI
- Duta Besar RI di Moskow & Kyiv
- Ketua Komisi I DPR RI
Kami adalah keluarga dari Warga Negara Indonesia yang menjadi korban Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) bermodus lowongan kerja security di Rusia.
Anak / saudara kami berangkat dengan janji pekerjaan sipil gaji besar. Sesampainya di Rusia, tepatnya di pusat seleksi Korolyov dekat Moskow, mereka dipaksa menandatangani kontrak militer berbahasa Rusia selama 1 tahun yang tidak mereka pahami. Paspor mereka ditahan komandan.
Saat ini mereka sudah 5 bulan berada di wilayah Mala Danylivka, Kharkiv Oblast, Ukraina. Mereka tidak bertempur di garis depan, tetapi dipaksa membangun barak di hutan, menggali parit, dengan kondisi kesehatan menurun, HP bukti dirusak, tanpa akses medis layak, dan tidak bisa pulang. Sinyal hanya ada sesekali.
Fakta:
1. Proyek kemanusiaan Ukraina "I Want to Live" pada Oktober 2026 telah mengidentifikasi WNI di dalam pasukan Rusia, di antaranya direkrut dalam 9 bulan pertama 2026.
2. Daftar tersebut telah diserahkan resmi kepada Duta Besar RI di Kyiv, Bpk. Arief Muhammad Basalamah.
3. Pada 30 Oktober - 1 November 2026, Kemlu RI telah mengirim nota diplomatik resmi meminta Rusia menghentikan perekrutan WNI dan memasukkan Indonesia ke daftar negara yang dikecualikan. Hingga 2 November 2026, belum ada jawaban resmi dari Rusia.
4. Salah satu WNI, Muhammad Taufiq (48 tahun, Surabaya), dilaporkan meninggal di pertempuran pertamanya setelah hanya 1,5 minggu latihan.
Kami bukan tentara bayaran. Kami adalah korban penipuan.
*TUNTUTAN KAMI:*
1. Mendesak Pemerintah Rusia segera mengabulkan nota diplomatik Indonesia dan memasukkan Indonesia dalam daftar pengecualian rekrutmen militer secara efektif.
2. Meminta KBRI Moskow memberikan perlindungan korban TPPO dan evakuasi medis segera untuk WNI yang sudah 5 bulan di Kharkiv
3. Meminta Kemlu RI membuka hotline khusus WNI dan mempercepat verifikasi identitas.
4. Meminta BP2MI dan Bareskrim Polri mengusut tuntas agen penyalur kerja security yang memberangkatkan mereka.
Kami mohon jangan tunggu ada korban kedua, ketiga.
Hormat kami,
WNI di Rusia
*#PulangkanWNI #StopTPPORusia

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 2 November 2026