Perjuangkan Kesetaraan Akses Pelatihan bagi Anggota HIMPSI di Seluruh Indonesia

139

Ayo dapatkan 200 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Perjuangkan Kesetaraan Akses Pelatihan bagi Anggota HIMPSI di Seluruh Indonesia
Kami tidak menolak pelatihan offline. Kami hanya ingin setiap anggota memiliki kesempatan yang setara untuk belajar, berkembang, dan meningkatkan kompetensinya.

Pelatihan dan pengembangan kompetensi merupakan bagian penting dalam perjalanan profesional setiap anggota HIMPSI. Karena itu, akses terhadap pelatihan seharusnya dapat dirasakan oleh anggota di seluruh Indonesia, bukan hanya mereka yang memiliki kemudahan untuk hadir secara langsung di lokasi kegiatan.

Bagi anggota yang berada di luar Pulau Jawa, mengikuti pelatihan offline dapat menghadirkan tantangan yang jauh lebih besar. Jarak, biaya transportasi, akomodasi, waktu perjalanan, pekerjaan, serta tanggung jawab keluarga menjadi berbagai pertimbangan yang tidak dapat diabaikan.

Di sinilah pelatihan dan webinar online menjadi sangat berarti.

Bagi sebagian anggota, online mungkin hanya sebuah pilihan.

Namun bagi anggota lainnya, online adalah jembatan yang memungkinkan mereka tetap mendapatkan akses terhadap ilmu dan pengembangan kompetensi.

Kami memahami bahwa pelatihan tatap muka memiliki keunggulan tersendiri. Kami juga tidak meminta agar pelatihan offline dihilangkan.

Yang kami perjuangkan adalah adanya pilihan dan kesempatan yang lebih setara.

Kami ingin suara anggota didengar
Perubahan atau pemberlakuan ketentuan yang berkaitan dengan akses pelatihan dan perolehan SKP tentu memiliki dampak langsung terhadap anggota.

Karena itu, kami berharap setiap kebijakan yang berkaitan dengan hal tersebut dapat disampaikan secara terbuka, transparan, dan komunikatif, termasuk mengenai dasar pertimbangan, tujuan, serta dampaknya bagi anggota.

Kami juga berharap tersedia ruang dialog yang memadai bagi anggota untuk menyampaikan aspirasi, terutama bagi mereka yang secara langsung terdampak oleh kebijakan tersebut.

Kami percaya bahwa keterbukaan bukan berarti mempertanyakan kewenangan organisasi.

Sebaliknya, keterbukaan merupakan bagian dari upaya membangun kepercayaan antara organisasi dan anggotanya.

Kami percaya ada jalan tengah
Kami tidak ingin menjadikan persoalan ini sebagai pertentangan antara pelatihan online dan offline.

Keduanya memiliki manfaat dan karakteristik masing-masing.

Karena itu, kami berharap dapat dipertimbangkan berbagai alternatif, seperti:

mempertahankan pelatihan online yang memenuhi standar dan ketentuan;
menyediakan pilihan online dan offline sesuai karakteristik pelatihan;
mengembangkan format hybrid apabila memungkinkan;
memberikan pertimbangan khusus terhadap akses anggota yang berada jauh dari lokasi kegiatan;
serta membuka ruang dialog dan evaluasi bersama anggota sebelum atau ketika terdapat perubahan kebijakan yang berdampak luas.
Tujuan akhirnya bukan memilih online atau offline.

Tujuannya adalah memastikan bahwa anggota HIMPSI di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang layak untuk terus belajar, berkembang, dan meningkatkan kompetensinya.

Karena kami juga bagian dari organisasi ini
Kami yang berada di luar Pulau Jawa juga merupakan bagian dari HIMPSI.

Kami juga ingin berkembang.

Kami juga ingin meningkatkan kompetensi.

Kami juga ingin mengikuti pelatihan dari pemateri terbaik.

Kami juga ingin berkontribusi lebih baik bagi profesi dan masyarakat.

Namun, kondisi geografis tidak selalu memungkinkan kami untuk hadir secara langsung.

Jangan biarkan jarak menjadi batas kesempatan untuk berkembang.

Kami mengajak seluruh anggota yang memiliki keresahan dan aspirasi yang sama untuk menyuarakan dukungan terhadap petisi ini.

Bukan untuk menolak.

Bukan untuk menyalahkan.

Tetapi untuk meminta kesetaraan akses, keterbukaan informasi, ruang dialog, dan kebijakan yang mempertimbangkan keberagaman kondisi anggota di seluruh Indonesia.

Yang kami perjuangkan:
1. Kesetaraan akses
Agar anggota HIMPSI di seluruh Indonesia memiliki kesempatan yang wajar untuk mengikuti pelatihan dan mengembangkan kompetensinya.

2. Keterbukaan
Agar kebijakan terkait pelatihan dan SKP disampaikan secara jelas, transparan, dan dapat dipahami oleh anggota.

3. Ruang dialog
Agar anggota memiliki kesempatan untuk menyampaikan aspirasi dan masukan terhadap kebijakan yang berdampak langsung kepada mereka.

4. Fleksibilitas
Agar format pelatihan dapat mempertimbangkan keberagaman kondisi anggota, termasuk pilihan online, offline, maupun hybrid apabila memungkinkan.

5. Evaluasi yang berorientasi pada akses anggota
Agar setiap kebijakan dapat terus dievaluasi dengan mempertimbangkan kebutuhan dan kondisi anggota HIMPSI di seluruh Indonesia.

Mari bersuara bersama.
Kami tidak meminta perlakuan khusus.
Kami meminta kesempatan yang setara.

Karena menjadi anggota HIMPSI di daerah yang jauh seharusnya tidak berarti memiliki kesempatan yang lebih sedikit untuk belajar dan berkembang.

Dukung petisi ini untuk kesetaraan akses pelatihan bagi anggota HIMPSI di seluruh Indonesia.

avatar of the starter
DJ eL Pancha sangsakaPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi