

Cegah Rob Makin Parah. Dukung Kota Pekalongan Punya Sumber Air Baku lain!
Masalahnya
Banjir rob kaya udah biasa aja buat kami, warga pekalongan. Makin hari makin meluas dan makin tinggi. Prediksi Kota Pekalongan bakal tenggelam bikin kami tambah takut.
Aku Haidar, anak muda asli Kota Pekalongan. Saking seringnya banjir rob di Pekalongan, bikin aku resah. Gimana nggak, sawah, rumah, sekolah hingga rumah ibadah juga kena dampaknya.
Masyarakat ya cuma bisa pilih antara pindah atau tinggikan lantai rumah terus-terusan.
Banjir rob ini juga yang bikin aku akhirnya mengabdikan diri dengan sering menjadi relawan. Tapi mau sampai kapan?
Makanya, aku cari tau gimana caranya cegah banjir rob tambah parah.
Ternyata, salah satu faktornya karena penurunan muka tanah atau land subsidence. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Galdita A Chulaf bilang kalau penurunan permukaan tanah di Pekalongan berbeda-beda mulai dari 4-11 cm per tahunnya. Laju penurunan tanah ini melebihi Jakarta.
Kalau ini terjadi terus-terusan, kemungkinan terburuk yakni penurunan muka tanah 11 cm per tahun maka Kota Pekalongan diprediksi akan tenggelam 9 tahun lagi atau tahun 2031.
Sebenernya, pemerintah udah berencana untuk menghentikan penggunaan air tanah, tapi sayangnya, ini satu-satunya sumber air bersih yang dapat digunakan sebagai air baku.
Makanya, Mari kita dukung agar Kota Pekalongan segera punya sumber air baku selain air tanah. Dengan begitu, penurunan muka tanah bisa kita cegah, dan banjir rob nggak makin parah.
Bantu aku dan warga Kota Pekalongan ya teman-teman.
Petisi ditutup
Masalahnya
Banjir rob kaya udah biasa aja buat kami, warga pekalongan. Makin hari makin meluas dan makin tinggi. Prediksi Kota Pekalongan bakal tenggelam bikin kami tambah takut.
Aku Haidar, anak muda asli Kota Pekalongan. Saking seringnya banjir rob di Pekalongan, bikin aku resah. Gimana nggak, sawah, rumah, sekolah hingga rumah ibadah juga kena dampaknya.
Masyarakat ya cuma bisa pilih antara pindah atau tinggikan lantai rumah terus-terusan.
Banjir rob ini juga yang bikin aku akhirnya mengabdikan diri dengan sering menjadi relawan. Tapi mau sampai kapan?
Makanya, aku cari tau gimana caranya cegah banjir rob tambah parah.
Ternyata, salah satu faktornya karena penurunan muka tanah atau land subsidence. Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Galdita A Chulaf bilang kalau penurunan permukaan tanah di Pekalongan berbeda-beda mulai dari 4-11 cm per tahunnya. Laju penurunan tanah ini melebihi Jakarta.
Kalau ini terjadi terus-terusan, kemungkinan terburuk yakni penurunan muka tanah 11 cm per tahun maka Kota Pekalongan diprediksi akan tenggelam 9 tahun lagi atau tahun 2031.
Sebenernya, pemerintah udah berencana untuk menghentikan penggunaan air tanah, tapi sayangnya, ini satu-satunya sumber air bersih yang dapat digunakan sebagai air baku.
Makanya, Mari kita dukung agar Kota Pekalongan segera punya sumber air baku selain air tanah. Dengan begitu, penurunan muka tanah bisa kita cegah, dan banjir rob nggak makin parah.
Bantu aku dan warga Kota Pekalongan ya teman-teman.
Pengambil Keputusan
Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 November 2022