Menguak Ilusi Netralitas UU Cipta Kerja: Dengarkan Suara Kami di MK

205

Ayo dapatkan 500 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

"Bagi kami sebagai perempuan akar rumput, tanah bukan sekadar modal investasi. Tanah adalah martabat, sumber pangan, dan jantung kehidupan yang menghidupi anak-cucu kami." 

Netralitas itu Cuma Ilusi 

Undang-Undang Cipta Kerja sering kali dinarasikan sebagai kebijakan yang netral, objektif, dan membawa kesejahteraan bagi semua orang. Namun, netralitas ini adalah ilusi. Di balik pasal-pasal pembangunan dan investasi, terdapat kebutaan gender (gender-blind) yang mengabaikan hak konstitusional dan realitas hidup masyarakat, terutama kelompok perempuan akar rumput.[1]

Siapa yang Bergerak? 

Karena hak konstitusinya dirampas, para perempuan bergerak mempertahankannya melalui  permohonann  Judicial Review (JR) di Mahkamah Konstitusi dengan Perkara Nomor 307/PUU-XXIV/2026.  

Perempuan nelayan tradisional Makassar, perempuan adat dan petani di Poso dan Poco Leok, perempuan komunitas yang menjadi kelompok semakin rentan dan rapuh merasakan dampak konflik agraria dan transisi energi yang tidak berkeadilan[2]. 

"Saat korporasi merusak air dan menggusur hutan, para pejabat melihat angka pertumbuhan ekonomi, sementara kelompok rentan termasuk perempuan harus berjalan berkilo-kilo meter lebih jauh hanya untuk mencari air bersih demi kelangsungan hidup keluarga."  

Bersama Tim Koalisi Advokat Feminis, perempuan nelayan, perempuan adat/petani secara resmi menggugat 5 pasal krusial dalam UU Cipta Kerja yaitu Pasal 17A, pasal 26, pasal 88, pasal 10, dan pasal 126.[3]

Perjuangan Sudah Menjadi Sorotan Dunia

"Perjuangan kita sudah menjadi sorotan dunia. Pada Sidang Dewan HAM PBB, Solidaritas Perempuan bersama AWID dan ISHR membongkar model ekonomi dan pembangunan Indonesia justru memperparah kemiskinan struktural perempuan dengan merampas tanah dan ruang hidup serta mematikan sumber pangan kami. Dengarkan suara perempuan akar rumput di MK!"[4]

Mari Bersolidaritas Dukung Perempuan dan Kelompok Rentan

Dengarkan suara dari akar rumput. Mari tandatangani petisi ini dan pastikan konstitusi tegak berpihak pada rakyat, bukan pada kepentingan investasi egois yang mengorbankan hak perempuan dan ruang hidup kita[5]!

Penggagas Petisi:
Solidaritas Perempuan dan Perempuan Akar Rumput (Pemohon Individu)
Mewujudkan tatanan sosial yang demokratis, berlandaskan prinsip-prinsip keadilan, kesadaran ekologis, menghargai pluralisme, dan anti-kekerasan yang didasarkan pada sistem hubungan laki-laki dan perempuan yang setara.


 --------------------------------
[1]https://solidaritasperempuan.org/membongkar-ilusi-netralitas-hukum-uu-cipta-kerja-perampasan-ruang-hidup-perempuan-adalah-pelanggaran-amanat-konstitusi/ 
[2] https://benua.id/44-tahun-hari-pangan-sedunia-perempuan-kian-terpinggir-dari-tanah-dan-pangan/ 
[3] https://solidaritasperempuan.org/wp-content/uploads/2026/10/Permohonan-diRegistrasi_4839_9510_Redacted.pdf 
[4]https://webtv.un.org/en/asset/k1m/k1m9dtwicj?kalturaStartTime=7219&config[playback]={%22audioLanguage%22:%22en%22}&config[ui]={%22locale%22:%22en%22} 
[5]https://solidaritasperempuan.org/dpr-buta-realitas-komnas-perempuan-tegaskan-dukungan-terhadap-permohonan-perempuan-dalam-uji-materi-uu-cipta-kerja/

avatar of the starter
Solidaritas PerempuanPembuka PetisiMewujudkan tatanan sosial yang demokratis, berlandaskan prinsip-prinsip keadilan, kesadaran ekologis, menghargai pluralisme, dan anti kekerasan yang didasarkan pada sistem hubungan laki-laki dan perempuan yang setara

Perkembangan Terakhir Petisi