Hentikan Deforestasi. Tutup Seluruh Kebun Binatang di Indonesia

200

Ayo dapatkan 500 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

MANUSIA ADALAH TAMU DI BUMI. KITA MULAI MELUPAKANNYA.
Bumi bukan milik manusia.
Hutan bukan sekadar sumber daya.
Satwa bukan sekadar tontonan.
Dan kehidupan bukan milik kita untuk dieksploitasi.

Selama berabad-abad, manusia telah mengambil semakin banyak ruang dari alam.

Hutan ditebang.
Habitat dihancurkan.
Koridor satwa terputus.
Ekosistem rusak.
Satwa kehilangan rumahnya.

Dan ketika sebagian satwa akhirnya diselamatkan dari konflik, perdagangan ilegal, atau kehancuran habitat, tidak sedikit yang kemudian harus menghabiskan hidupnya di balik jeruji.

Pertanyaannya sederhana:

Mengapa seekor satwa harus hidup di dalam kandang karena manusia telah menghancurkan rumahnya?
Kami percaya bahwa konservasi tidak boleh berhenti pada menyelamatkan satwa.

Kita harus menyelamatkan rumahnya.

 
KAMI MENYERUKAN PERUBAHAN
Kami mengajak masyarakat Indonesia, komunitas internasional, pemerintah, lembaga konservasi, akademisi, dunia usaha, dan seluruh pihak yang peduli terhadap kehidupan untuk bersama-sama mendorong perubahan nyata.

1. HENTIKAN DEFORESTASI
Lindungi hutan dan ekosistem penting Indonesia dari kerusakan dan alih fungsi yang mengancam kehidupan.

Setiap kebijakan pembangunan harus mempertimbangkan:

keberlangsungan ekosistem;
keanekaragaman hayati;
habitat satwa;
koridor pergerakan satwa;
sumber air;
masyarakat lokal dan masyarakat adat;
serta kepentingan generasi mendatang.
Hutan yang hilang bukan hanya kehilangan pohon.
Kita kehilangan sebuah sistem kehidupan.

 
2. LINDUNGI HABITAT SATWA
Satwa liar membutuhkan lebih dari sekadar perlindungan.

Mereka membutuhkan rumah.

Kami menyerukan perlindungan terhadap habitat kritis, kawasan jelajah satwa, jalur migrasi, sumber air, serta koridor ekologis yang memungkinkan kehidupan liar tetap berlangsung.

Karena:

Menyelamatkan satwa tanpa menyelamatkan habitatnya bukanlah solusi jangka panjang.
 
3. PULIHKAN EKOSISTEM YANG TELAH RUSAK
Restorasi bukan sekadar menanam pohon.

Ekosistem harus dipulihkan secara menyeluruh melalui:

vegetasi asli;
pemulihan sumber air;
pemulihan struktur habitat;
konektivitas ekologis;
pemulihan keanekaragaman hayati;
serta pemantauan jangka panjang.
Tujuannya bukan menciptakan taman baru.
Tujuannya adalah mengembalikan fungsi kehidupan.

 
4. PERKUAT PENYELAMATAN DAN REHABILITASI SATWA
Satwa yang menjadi korban perdagangan ilegal, konflik, eksploitasi, atau kehilangan habitat harus mendapatkan perlindungan yang layak.

Kami mendorong sistem:

PENYELAMATAN → PERAWATAN VETERINER → KARANTINA → REHABILITASI → PELEPASLIARAN JIKA MEMUNGKINKAN → SUAKA PERMANEN BILA DIPERLUKAN

Setiap keputusan harus didasarkan pada ilmu pengetahuan, kesehatan satwa, perilaku alami, kondisi habitat, dan keselamatan ekosistem.

Tidak ada pelepasliaran yang dilakukan secara sembarangan.
Tidak ada relokasi tanpa kajian ilmiah.

 
5. TRANSFORMASI KEBUN BINATANG KONVENSIONAL
Kami menyerukan transformasi bertahap dari model kebun binatang yang berorientasi pada display dan hiburan menuju sistem yang mengutamakan:

penyelamatan satwa;
kesejahteraan satwa;
rehabilitasi;
suaka permanen;
konservasi;
penelitian;
pendidikan ekologis;
serta perlindungan habitat alami.
Yang kami ingin akhiri bukan kehidupan satwanya.
Yang harus kita akhiri adalah sistem yang mengeksploitasi kehidupan satwa.
Transformasi harus dilakukan secara bertanggung jawab, berdasarkan penilaian ilmiah terhadap setiap fasilitas, populasi satwa, kebutuhan veteriner, kapasitas suaka, habitat, transportasi, dan kebutuhan perawatan jangka panjang.

TUTUP KANDANGNYA.
BUKAN KEHIDUPANNYA.

 
6. TEMPATKAN KESEJAHTERAAN SATWA SEBAGAI PRIORITAS
Setiap fasilitas yang memelihara satwa harus dapat dipertanggungjawabkan secara terbuka.

Penilaian harus mencakup:

kesehatan fisik;
kesejahteraan psikologis;
perilaku alami;
kualitas dan ukuran habitat;
kebutuhan spesifik setiap spesies;
kualitas perawatan veteriner;
tujuan konservasi;
nilai edukasi;
serta transparansi pengelolaan.
Satwa bukan properti.
Satwa adalah makhluk hidup.

 
7. LIBATKAN MASYARAKAT SEBAGAI PENJAGA KEHIDUPAN
Konservasi tidak dapat dilakukan hanya dari kantor atau ruang rapat.

Masyarakat harus menjadi bagian utama dari perubahan melalui:

Community Conservation → Citizen Science → Restorasi Habitat → Pemantauan Satwa → Pendidikan Ekologi → Mitigasi Konflik → Penghidupan Berkelanjutan

Karena masyarakat yang hidup berdampingan dengan alam bukan sekadar penerima program.

Mereka adalah bagian dari solusi.
 
8. BANGUN KONSERVASI YANG TRANSPARAN DAN AKUNTABEL
Kami menyerukan transparansi dalam:

pengelolaan kawasan konservasi;
pengelolaan satwa;
kesejahteraan satwa;
program rehabilitasi;
restorasi habitat;
pengelolaan fasilitas;
penggunaan dana konservasi;
serta hasil dan dampak program.
Konservasi harus dapat diukur.
Konservasi harus dapat diawasi.
Konservasi harus dapat dipertanggungjawabkan.

 
KAMI TIDAK MEMINTA PERUBAHAN YANG SEMBARANGAN
Kami memahami bahwa transformasi besar membutuhkan proses.

Kami tidak menyerukan satwa untuk ditinggalkan.

Kami tidak menyerukan pelepasliaran tanpa kajian.

Kami tidak menyerukan penutupan fasilitas tanpa rencana transisi.

Kami tidak ingin menciptakan masalah baru ketika berusaha menyelesaikan masalah lama.

Yang kami serukan adalah perubahan yang:

ILMIAH.
BERTAHAP.
TERUKUR.
TRANSPARAN.
BERKEADILAN.
DAN BERPIHAK PADA KEHIDUPAN.

 
KARENA PADA AKHIRNYA...
Kita bukan pemilik bumi.

Kita adalah bagian dari bumi.

Hutan telah ada sebelum kita.
Sungai mengalir sebelum kita.
Satwa hidup sebelum kita.
Dan generasi yang belum lahir akan datang setelah kita.

Pertanyaannya bukan lagi:

“Berapa banyak yang bisa kita ambil dari bumi?”

Pertanyaannya adalah:

“Berapa banyak kehidupan yang masih bisa kita selamatkan?”
 
TANDA TANGANI PETISI INI
Dengan menandatangani petisi ini, saya menyatakan dukungan terhadap upaya untuk:

✓ Menghentikan deforestasi yang merusak habitat dan ekosistem.

✓ Melindungi habitat, koridor satwa, dan kawasan penting bagi keanekaragaman hayati.

✓ Memulihkan ekosistem yang telah mengalami kerusakan.

✓ Memperkuat penyelamatan, perawatan, dan rehabilitasi satwa.

✓ Mendorong transformasi kebun binatang konvensional menuju model yang mengutamakan kesejahteraan satwa, konservasi, rehabilitasi, suaka, penelitian, dan pendidikan.

✓ Mendorong standar kesejahteraan satwa yang lebih kuat dan transparan.

✓ Memperkuat peran masyarakat dalam perlindungan alam.

✓ Mendorong kebijakan pembangunan yang menghormati kehidupan dan keberlanjutan ekosistem.

 
SATWA TIDAK DAPAT MENANDATANGANI PETISI INI.
MAKA KITALAH YANG HARUS MENANDATANGANINYA UNTUK MEREKA.
TANDA TANGANI. BAGIKAN. BERSUARA. BERTINDAK.
STAND WITH INDONESIA'S FORESTS.
STAND WITH WILDLIFE.
STAND WITH FUTURE GENERATIONS.

 
MANUSIA ADALAH TAMU DI BUMI.
KITA MULAI MELUPAKANNYA.
BANTU KAMI MENGINGAT KEMBALI.
HENTIKAN DEFORESTASI.
LINDUNGI HABITAT.
SELAMATKAN SATWA.
TRANSFORMASI KANDANG.
PULIHKAN BUMI.

Yayasan Matarani Sinari Dunia
“Sahabat Hewan & Alam”

Lindungi Kehidupan. Pulihkan Alam. Hormati Keberadaan.

avatar of the starter
Yayasan Matarani Sinari DuniaPembuka Petisi"Sahabat Hewan dan Alam" N.I.B : 0104260035367

Pengambil Keputusan

Presiden RI
Presiden RI
Istana Kepresidenan Jl. Veteran No. 17, Gambir, Jakarta Pusat, DKI Jakarta 10110
Kementrian Kehutanan RI
Kementrian Kehutanan RI
Menteri Kehutanan Republik Indonesia

Perkembangan Terakhir Petisi