

Demi UMKM jatim, sound horeg Harus Digelar.
Masalahnya
Saya adalah bagian dari komunitas di desa kami, di mana banyak dari kami bergantung pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mencari nafkah. Usaha seperti jasa sablon kaos/jersi, desain logo & pamflet, remixer DJ, penyewaan sound, pembuatan penjor, dan pembuatan kostum merupakan sumber penghasilan utama bagi banyak penduduk desa. Namun, dengan munculnya berbagai aturan ketat dan birokrasi yang menyulitkan, keberlanjutan bisnis kami terancam.
Sound horeg adalah bagian integral dari usaha kami. Bukan hanya sebagai alat tetapi sebagai penggerak ekonomi desa yang mendukung kehidupan sehari-hari. Ketika pelanggan datang ke acara atau pesta dengan setelan musik yang megah dari sound horeg kami, kesempatan bagi usaha lain seperti penyedia makanan dan hiburan turut meningkat.
Data dari Asosiasi UMKM Indonesia menunjukkan bahwa UMKM menyumbangkan lebih dari 60% dari PDB Indonesia dan mempekerjakan sekitar 97% tenaga kerja di negara ini. Ini membuktikan betapa krusialnya peran UMKM di ekonomi kita. Meski demikian, banyak di antara kami masih menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan operasional bisnis sehari-hari.
Untuk memastikan kelangsungan hidup UMKM desa kami, kami mengajukan permohonan kepada pemerintah lokal dan nasional agar dapat memberikan dukungan regulasi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan. Kami juga meminta kesempatan lebih untuk dapat mengembangkan kapasitas dan mendapatkan akses ke program bantuan langsung usaha kecil.
Dengan mendukung kelanjutan sound horeg dan memberikan kebijakan yang lebih ramah terhadap UMKM, kita tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga membantu memperkuat pondasi ekonomi nasional kita.
Kami berharap banyak dari dukungan kalian, agar usaha desa kami dapat terus bertahan dan berkembang. Mohon tandatangani petisi ini untuk mendukung keberlanjutan UMKM di desa kami.

1.244
Masalahnya
Saya adalah bagian dari komunitas di desa kami, di mana banyak dari kami bergantung pada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mencari nafkah. Usaha seperti jasa sablon kaos/jersi, desain logo & pamflet, remixer DJ, penyewaan sound, pembuatan penjor, dan pembuatan kostum merupakan sumber penghasilan utama bagi banyak penduduk desa. Namun, dengan munculnya berbagai aturan ketat dan birokrasi yang menyulitkan, keberlanjutan bisnis kami terancam.
Sound horeg adalah bagian integral dari usaha kami. Bukan hanya sebagai alat tetapi sebagai penggerak ekonomi desa yang mendukung kehidupan sehari-hari. Ketika pelanggan datang ke acara atau pesta dengan setelan musik yang megah dari sound horeg kami, kesempatan bagi usaha lain seperti penyedia makanan dan hiburan turut meningkat.
Data dari Asosiasi UMKM Indonesia menunjukkan bahwa UMKM menyumbangkan lebih dari 60% dari PDB Indonesia dan mempekerjakan sekitar 97% tenaga kerja di negara ini. Ini membuktikan betapa krusialnya peran UMKM di ekonomi kita. Meski demikian, banyak di antara kami masih menghadapi tantangan besar dalam mempertahankan operasional bisnis sehari-hari.
Untuk memastikan kelangsungan hidup UMKM desa kami, kami mengajukan permohonan kepada pemerintah lokal dan nasional agar dapat memberikan dukungan regulasi yang lebih mudah dipahami dan diterapkan. Kami juga meminta kesempatan lebih untuk dapat mengembangkan kapasitas dan mendapatkan akses ke program bantuan langsung usaha kecil.
Dengan mendukung kelanjutan sound horeg dan memberikan kebijakan yang lebih ramah terhadap UMKM, kita tidak hanya melestarikan budaya lokal tetapi juga membantu memperkuat pondasi ekonomi nasional kita.
Kami berharap banyak dari dukungan kalian, agar usaha desa kami dapat terus bertahan dan berkembang. Mohon tandatangani petisi ini untuk mendukung keberlanjutan UMKM di desa kami.

Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 17 September 2026