Tolak Pembungkaman dan Politisasi LPP HMI

0 telah menandatangani. Mari kita ke 200.


Terbentuknya Lembaga Kekaryaan sebagai satu dari institusi HMI terjadi pada kongres ke-7 HMI di Jakarta pada tahun 1963 dengan di putuskannya mendirikan beberapa lembaga khusus (sekarang Lembaga Kekaryaan) dengan pengurus pusatnya ditentukan berdasarkan kota yang mempunyai potensi terbesar pada jenis aktivitas lembaga kekaryaan yang bersangkutan diantaranya :
· Lembaga Kesehatan Mahasiswa Islam (LKMI) pusatnya di Surabaya.
· Lembaga Dakwah Mahasiswa Islam (LDMI) pusatnya di Bandung.
· Lembaga Pembangunan Mahasiswa Islam (LPMI) pusatnya di Makasar (sekarang Ujung Pandang)
· Lembaga Seni Budaya Mahasiswa Islam (LSMI) pusatnya di Yogyakarta.
Dan kondisi politik tahun enam puluhan yang berorientasi massa, lembaga kekaryaan pun semakin menarik bagi anggota sebagai satu faktor berkembang pesatnya lembaga kekaryaan ditunjukkan dari :
· Adanya hasi peelitian yang menginginkan dipertegasnya status lembaga Kekaryaan, struktur organisasi dan wewenang lembaga kekaryaan.
· Keinginan untuk menjadi lembaga kekaryaan otonomi penuh terhadap organisasi induk HMI.
Kemudian sampai pada tahun 1966 diikuti oleh pembentukan Lembaga Teknik Mahasiswa Islam (LTMI), Lembaga Pertanian Mahasiswa (LPMI), Lembaga Astronomi Mahasiswa Islam (LAMI). Akhirnya memberikan status otonomi penuh kepada lembaga kekaryaan dengan memberikan hak yang lebih kepada lembaga kekaryaan tersebut, antara lain :
a. Punya struktur organisasi yang bersifat nasional dari tingkat Pusat sampai Rayon
b. Memiliki Pedoman Dasar dan Pedoman Rumah Tangga (PD/PRT) sendiri
c. Bentuk mengadakan musyawarah lembaga termasuk memilih pemimpin lembaga.
Keputusan-keputusan di atas disuatu pihak lebih mengarah kepada kegiatan lembaga, namun dilain pihak lebih merugikan organisasi ke tingkt bahkan justru menimbulkan permasalahan serius. Ini dibuktikan dengan adanya evaluasi pada kongres di Malang pada tahun 1969. dimana kondisi saat tersebut lembaga kekaryaan sudah cenderung mengarah pada perkembangan untuk melepaskan diri dari organisasi induknya.
Sehingga dalam evaluasi dalam kongres ke IX HMI di Mlang tahun 1969 antara lain melalui peper mempertanyakan :
a. Status lembaga dan gubungan dengan organisasi induk (HMI).
b. Perlu gtidaknya penegasan oleh kongres, bahwa Lembaga Kekaryaan adalah bagian mutlak dari HMI
Dengan demikian pada kongres IX diputuskan penggantian nama masing-masing lembaga kekaryaan misalnya LKMI menjadi LK HMI, LDMI menjdi LD HMI, dsb.
Setelah kongres X di Palembang tahun 1917. perubahan kelembagaan tidk lagi menjadi permasalahan dan perhatian Himpunan. Hal ini mengakibatkan Lembaga Kekaryaan perlahan-lahan mengalami kemunduran dan puncaknya terjadi saat diterbitkannya Sk Mendikbud tentang pengaturan kehidupan kemahasiswaan mengenai NKK/BKK tahun 1971.
Namun realitas perkembangan organisasi merasa perlu dihidupkannya kembali lembaga Kekaryaan yang dikukuhkna melalui kongres XIII HMI di ujung Pandang Kemudian LK menjadi perhatian/ alternative baru bagi HMI katrena isu gencarnya isu fropesional. Melalui kongres XVI di padang tahun 1986 pendayagunan LK kembali di canangkan.
dan saat ini di Kongres HMI ke XXXdi ambon MPK dan SC PB HMI mengusulkan agar pimpinan LPP atau direktur LPP langsung dipilih oleh PB HMI apakah teman teman sekalian setuju akan kemunduran HMI ini?? bagi yang tidak sestuju silahkan untuk tanda tangani petisi ini ya....



Hari ini: Himpunan Mahasiswa Islam mengandalkanmu

Himpunan Mahasiswa Islam membutuhkan bantuanmu untuk mengajukan petisi "Tolak Pembungkaman dan Politisasi LPP HMI". Bergabunglah dengan Himpunan Mahasiswa Islam dan 130 pendukung lainnya hari ini.