Percepat penanganan dampak banjir dan longsor di Sumut, Aceh, dan Sumatera Barat

6

Ayo dapatkan 10 tanda tangan!
Petisi dengan lebih dari 1.000 pendukung 5 kali lebih mungkin untuk menang!

Masalahnya

Bencana banjir dan longsor yang melanda Sumatera Utara, Aceh, dan Sumatera Barat bukan hanya sekedar berita yang kita dengar dari jauh. Ini adalah masalah kemanusiaan dan nasional yang harus kita hadapi bersama sebagai bangsa dan negara. Banjir dan longsor tersebut telah memakan banyak korban jiwa, menghancurkan infrastruktur, dan membawa kesedihan yang mendalam bagi banyak keluarga di kawasan ini.

Penanganan pemerintah terasa lambat, dan lebih parahnya lagi, belum ada kepastian kapan proses pemulihan dan rehabilitasi akan selesai. Infrastruktur yang hancur membutuhkan perhatian segera agar masyarakat bisa kembali menjalani kehidupan mereka dengan normal.

Dampak dari kejadian ini menunjukkan kurangnya perhatian terhadap lingkungan dalam pembuatan kebijakan. Kementerian terkait seperti ESDM, Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan harus bertanggung jawab atas hasil kerja ini dan segera mengambil langkah nyata.

Sudah saatnya kita menuntut tindakan yang lebih cepat dan pasti dari pemerintah untuk menyelamatkan lebih banyak nyawa dan mencegah kerusakan yang lebih parah. Kebutuhan mendesak akan rencana pemulihan dan rehabilitasi segera tidak boleh diabaikan.

Kami mendesak Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Kementerian Lingkungan Hidup, dan Kementerian Kehutanan untuk bertindak cepat dalam memperbaiki dampak bencana ini. Memprioritaskan lingkungan dalam setiap kebijakan adalah kunci untuk mencegah bencana serupa di masa mendatang.

Mari kita sama-sama mendukung petisi ini dan memberi tekanan pada pemerintah agar mengambil langkah nyata sesegera mungkin. Tanda tangan Anda bisa membuat perubahan. Mohon dukungan dan partisipasi Anda dengan menandatangani petisi ini.

avatar of the starter
Liasta Karo karoPembuka Petisi

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 6 Desember 2025