Petition Closed

Pemblokiran situs internet secara semena-mena melanggar hak asasi manusia, khususnya kebebasan berekspresi dan kebebasan memperoleh informasi.

Letter to
c.q Kepala Humas Kemkominfo Bapak Gatot S Dewo Broto Bapak Tifatul Sembiring, Menteri Komunikasi dan Informatika RI
Dengan hormat,

Sejak tanggal 12 Januari 2013, para pengguna internet di Indonesia tidak dapat mengakses situs jagalfilm.com dan theactofkilling.com. Kedua situs tersebut digunakan untuk mempromosikan film dokumenter berjudul The Act of Killing, yang dalam Bahasa Indonesia diberi judul Jagal. Film tersebut merupakan dokumentasi mengenai Anwar Kongo, seorang tokoh yang menjadi pembantai orang-orang yang diduga anggota Partai Komunis Indonsia (PKI) pada tahun 1965. Film karya Joshua Oppenheimer tersebut memiliki nilai sejarah yang penting, selain sangat berguna bagi penyadaran mengenai hak asasi manusia di tanah air.

Ada dugaan kedua situs tersebut diblokir oleh beberapa penyedia jasa internet (ISP), sehingga tidak dapat diakses dari Indonesia. Persoalannya, tidak ada transparansi mengenai pemblokiran situs di Indonesia sehingga publik tidak tahu kalau suatu situs sedang diblokir. Begitu pula pemilik situs, mereka juga tidak diberitahu mengenai pemblokiran tersebut.

Rezim pemblokiran dan filtering di Indonesia tidak menganut asas transparansi dan due process of law. Menkominfo tidak pernah memberikan informasi ke masyarakat mengenai situs yang sedang dan akan diblokir. Selain itu, prosedur pemblokiran juga tidak menjunjung tinggi prinsip hukum seperti melalui perintah pengadilan. Bukan hanya itu, bahkan kriteria konten yang diblokir juga semakin hari semakin tidak jelas. Mulanya, hanya konten pornografi dan perjudian yang diblokir. Lalu konten yang mengandung penistaan agama (blasphemy) juga diblokir. Kini, sepertinya konten yang mengandung materi politik seperti film tentang 1965 juga disinyalir telah diblokir.

Kami khawatir, pemblokiran tanpa sidasari kriteria yang jelas, tanpa prosedur yang baku dan tanpa transparasi mengenai daftar situs yang diblokir akan menimbulkan rezim sensor internet di Indonesia. Sungguh, jika hal ini terjadi maka kebebasan internet tengah menghadapi ancaman.

Untuk itu, kami mohon Bapak sudilah menjelaskan apakah benar situs jagalfilm.com dan theactofkilling diblokir oleh pemerintah? Kalau benar, apa dasar hukum memblokir situs tersebut?