Hentikan sirkus keliling Lumba-Lumba!

Masalahnya

--English version: www.change.org/travellingdolphins --

Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian?

Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor.

Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya.

Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori. 

Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia.

World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia: 
 http://vimeo.com/29454682 

Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027

Twitter: @savedolphin_ina

--------------------------------------------  

avatar of the starter
Jakarta Animal Aid NetworkPembuka Petisi
Petisi ini mencapai 342.858 pendukung

Masalahnya

--English version: www.change.org/travellingdolphins --

Mereka sengaja dibuat lapar. Mereka diangkut truk yang sempit, gelap, dan pengap. Klorin dalam kolam sering membuat mereka buta. Bunyi yang mereka dengar dalam truk, pesawat, atau musik keras pertunjukkan membuat kerusakan sonar. Tidak heran bila mereka sering ditemukan mati. Dan semua ini dengan dalih pendidikan dan pelestarian?

Inilah yang ditemukan pada sirkus lumba-lumba keliling PT. Wersut Seguni Indonesia (WSI) dan beberapa lainnya. Mereka mendapatkan lumba-lumba dari hasil tangkapan di sekitar pulau Karimun Jawa, 2-3 juta per ekor.

Saking buruknya industri ini, praktek ini telah dihentikan di seluruh dunia, kecuali Indonesia. Hal ini dapat kita hentikan apabila kita bisa menekan perusahaan-perusahaan lain untuk mendukungnya.

Dengan tekanan-tekanan serupa, Carrefour, hero, Giant, Lottemart telah setuju untuk berhenti menyediakan tempat parkirnya untuk area sirkus ini. Begitu pula dengan Garuda, yang telah berkomitmen untuk berhenti mengangkut lumba-lumba dengan pesawatnya dan Teh Botol Sosro, Coca-Cola yang telah berhenti mensponsori. 

Namun, praktik sirkus lumba keliling masih ada sampai sekarang, diadakan diberbagai mal daerah, dan bahkan difasilitasi oleh Pemkab, Pemkot, dan Pemda, bahkan di ruang publik! Mari kita berikan mereka kesempatan untuk melakukan hal yang benar.

Paraf petisi ini, sekarang! Dan selamatkan Lumba-Lumba Indonesia.

World’s last remaining travelling dolphin circusses in Indonesia: 
 http://vimeo.com/29454682 

Facebook: https://www.facebook.com/pages/Close-Down-Indonesian-Dolphin-Traveling-Circus/126111427469027

Twitter: @savedolphin_ina

--------------------------------------------  

avatar of the starter
Jakarta Animal Aid NetworkPembuka Petisi

Petisi ditutup

Petisi ini mencapai 342.858 pendukung

Sebarkan petisi ini

Pengambil Keputusan

Ir. Wiratno, M.Sc
Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem, KLHK
Telah ditanggapi
Sahabat konservasi, Terima kasih atas perhatian dan dukungannya terhadap isu peragaan keliling lumba-lumba di Indonesia. Pada 5 Februari 2020, semua lembaga konservasi yang memiliki izin peragaan keliling lumba-lumba, telah habis masa berlakunya. Berdasarkan hasil kesepakatan seluruh pihak terkait, izin ini tidak diperpanjang lagi. Jadi, jika masih ada peragaan Lumba-Lumba keliling setelah izin peragaan habis, maka hal tersebut melanggar ketentuan yang berlaku. Sahabat bisa melaporkannya melalui call center Balai Konservasi dan Sumber Daya Alam (BKSDA) setempat, atau menghubungi call center Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) di 081315003113. Pemerintah telah berkomitmen bahwa dalam pengelolaan satwa harus mengedepankan aspek kesejahteraan satwa. Mari kita jaga bersama kelestarian keanekaragaman hayati Indonesia. Salam Konservasi, Ir. Wiratno, MSc. Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem Kementerian Lingkungan Hidup & Kehutanan Republik Indonesia
Dr. Ir. Siti Nurbaya Bakar, M.Sc
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan
Joko Widodo
Presiden Republik Indonesia
Perkembangan terakhir petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 17 Juli 2012