Pasang pemimpin jujur dan tegas bagi Kebun Binatang Surabaya. Copot para Direktur KBS sekarang!

Petisi ini mencapai 419 pendukung

Masalahnya

Saat ini yang dipasang sebagai pemimpin Kebun Binatang Surabaya adalah seorang yang ahli mengenai manajemen karyawan tapi bukan seorang pengelola kebun binatang yang kompeten bahkan cenderung plin-plan, Ratna Achjuningrum. Sebelumnya KBS mempunyai seorang pemimpin sementara hasil penunjukan Menteri Kehutanan Zulkifli Hasan yang berkualitas menonjol, Tony Sumampau. Sebelum Kementrian Kehutanan mengambil alih komando Kebun Binatang Surabaya ada seorang pemimpin yang tak kalah berkualitas, Kamilo Kalim.

Mengapa berhenti pada nama Kamilo Kalim? Karena sebelumnya kurang signifikan untuk dibahas dan pemimpin terlama KBS adalah penganut KKN kelas kakap. Kamilo Kalim adalah seorang yang berjiwa lurus difitnah oleh pengurus lama dengan kasus Jalak Bali sehingga dihukum. Dia terpaksa tidak bisa menghadiri hari bahagia anaknya yang menjadi pengantin dan kemudian resepsinya dirubah menjadi kunjungan ke tahanan. Tony Sumampau adalah seorang maestro konservasi pemilik Taman Safari berpengalaman segudang dalam hal konservasi, manajemen kebun binatang, dan manajemen sumber daya manusia. Langkahnya menukar guling sebagian satwa KBS yang over populasi dengan kebun binatang lain berupa sarana transportasi dianggap sebagai penggembosan Kebun Binatang Surabaya. Sebelum melaksanakannya Tony telah mendapat restu dari BKSDA maka sebetulnya tidak ada pelanggaran. Ratna Achjuningrum adalah seorang pejabat teras PT Wonokoyo yang notabene menjadi pemasok bahan pangan bagi KBS. Dia ahli dalam manajemen sumber daya manusia tapi mengaku bingung saat ijin konservasi tak kunjung turun dan pernah memerintahkan kepada stafnya untuk memilah mana satwa lindung dan mana yang boleh dipelihara tanpa ijin konservasi.

Dari contoh ketiga nama pemimpin Kebun Binatang Surabaya bisa ditarik kesimpulan sementara yang mampu mengendalikan kebun binatang adalah yang mempunyai pengalaman manajemen kebun binatang. Paling tidak pemimpin KBS diambil dari pegawai karir KBS yang mempunyai jiwa lurus, hati jujur, dan ketegasan tanpa reserve. Karena akan sulit merangkul seluruh lapisan karyawan KBS yang berjumlah 130-an orang bila tidak mengenal karakter mereka.

Salah seorang pemimpin KBS saat ini adalah seorang dokter hewan yang sudah berpengalaman berpuluh tahun merawat satwa dan oleh Walikota Surabaya Tri Rismaharini dinilai sebagai seorang yang cinta satwa. Seorang yang cinta dan berpengalaman merawat satwa saja tidak cukup untuk menjadi Direktur Operasional KBS. Apalagi dengan logika yang di bawah rata-rata. Contohnya pada kasus kematian Michael singa Afrika jantan titipan BKSDA. Dia memerintahkan stafnya untuk segera membersihkan TKP sebelum polisi sempat memeriksa. Akibatnya polisi kesulitan mengumpulkan barang bukti. Alasannya sederhana, begitu ada hewan mati lokasi kematian harus segera disterilkan. Mungkin bila dalam kandang ada banyak satwa sterilisasi menjadi prioritas. Kandang Michael hanya dihuni seekor satwa. Seharusnya Drh. Liang Kaspe segera dijadikan salah satu tersangka karena berupaya menghilangkan atau mengaburkan barang bukti.

 

Berikut ini kami tambahkan saran-saran untuk Perusahaan Daerah Taman Satwa Kebun Binatang Surabaya yang dikompilasi dari pendapat berbagai elemen masyarakat:

- Pasang kamera CCTV di titik-titik vital KBS. Memang memerlukan biaya tidak sedikit namun antisipasi tindak kriminal adalah prioritas.

- Bekerjasama dengan banyak lembaga sosial dan terima sukarelawan.

- Berdayakan Satpol PP yang ngepos di areal KBS. Patroli ke seluruh areal kebun binatang tidak cuma berjaga di depan pintu dan memeriksa tas karyawan/karyawati KBS yang hendak pulang.

- Berdayakan Polisi Hutan yang sampai sekarang masih ngepos di KBS.

- Berdayakan Personalia KBS dengan sumber daya manusia yang kompeten. Departemen SDM seharusnya dipimpin oleh sumber daya manusia yang mengerti tentang manajemen SDM yang cerdas, berhati jujur, tegas, berwibawa.

- Berdayakan Marketing KBS yang selama ini terlalu santai. Dibayar mahal tanpa kerja nyata mengangkat nama KBS selain kadang-kadang mendapat beberapa investor kecil. Nama KBS begaung di seluruh nusantara bukan karena kerja keras Marketing KBS namun karena ketenaran warisan para pendahulu.

- Berdayakan Edukasi KBS dengan program Uncle Komo Goes to School. Programnya bagus tapi personelnya yang kurang sigap. Daerah di luar Surabaya perlu untuk bisa mengakses program ini.

- Berdayakan Humas KBS dengan sering mengadakan jumpa pers mengumumkan apapun yang menjadi program KBS dan apapun yang terjadi di seluruh areal KBS. Masyarakat perlu informasi langsung dari pihak KBS bukan dari hasil investigasi media.

- Berdayakan Pengadaan KBS bekerja sama dengan Nutrisi KBS untuk mengantisipasi masuknya pakan satwa yang kurang higienis dan tidak tepat. Karena pakan adalah merupakan prioritas utama dalam kesehatan satwa. Sehingga kasus seperti harimau Melanie tidak terulang kembali.

- Berdayakan Pekerjaan Umum KBS dengan sumber daya manusia yang kompeten. Departemen Pekerjaan Umum KBS seharusnya dipimpin oleh sumber daya manusia yang menguasai teknik.

- Tambah tempat sampah dan tenaga kebersihan dari Pemkot Surabaya. Untuk jerih payah mereka pihak KBS bisa memberi bonus atau insentif tambahan dari kas KBS. Ini akan jauh lebih efisiendan ikut membantu kehidupan para petugas kebersihan.

- Pimpinan KBS sebaiknya yang mempunyai pengalaman mengatur kebun binatang dan SDM-nya. Bukan hanya yang dinilai penyayang satwa, bertitel dokter hewan, atau ahli dalam manajemen karyawan saja. Sangat disarankan diambil dari karyawan/karyawati karir KBS yang berhati lurus, tegas, setia, teguh mengemban amanat, dan mempunyai kredibilitas.

- Berlakukan Tiket Langsung agar tidak ada kebocoran dalam operasional KBS. Upaya ini untuk memberangus keeper tunggang gajah, kuda, onta yang korup dengan cara menaikkan penumpang tanpa membeli tiket di loket tunggang. Ini sudah menjadi rahasia umum.

- Cat kandang dengan warna gelap untuk menjaga kestabilan psikologi satwa.

- Tiadakan program hingar bingar seperti konser musik dalam areal KBS untuk menjaga ketenangan satwa. Apa gunanya bila pengunjung merasa gembira namun para satwa mengalami stres dan depresi?

- Lokalisasi para pedagang dalam areal Kebun Binatang Surabaya. Keberadaan mereka ikut menyumbangkan sebagian besar sampah. Pimpinan harus tegas dan berani menghadapi para pedagang demi kebaikan lebih yang lebih besar.

- Perbaiki tempat tinggal satwa. Lengkapi kandang dan pulau dengan vegetatif mendekati habitat aslinya.

- Perbaiki aquarium yang sudah dalam kondisi mengenaskan. Langkah Ibu Walikota Risma untuk membangun Underwater Aquarium sudah tepat. Namun alangkah baiknya bila poin memperbaiki tempat tinggal satwa menjadi prioritas utama.

- Kirim para keeper untuk mendapatkan pendidikan yang sesuai dalam hal perawatan satwa. Ditengarai ilmu yang dipunyai kebanyakan keeper adalah warisan. Tidak ada salahnya dengan ilmu warisan namun alangkah baiknya bila menyerap ilmu merawat satwa berbasis teknologi modern.

- Perlakukan pegawai KBS dengan manusiawi. Ratna Achjuningrum telah menimbulkan ketidakharmonisan tatanan pegawai yang telah distabilkan tatanannya pada masa kepemimpinan Tony Sumampau. Ratna memberikan mosi tidak percaya dan menghina kinerja kepala bagian dan kepala seksi secara terang-terangan sehingga memicu terjadinya kembali kubu-kubuan di antara pegawai KBS. Pembagian natura (lauk pauk) yang semestinya untuk memperbaiki pendapatan pegawai KBS yang kecil diturunkan kualitasnya sedemikian rupa sehingga kurang layak bila dikonsumsi. Mungkin Ratna merasa pegawai KBS adalah masyarakat kelas rendah karena dia sendiri bergaji Rp 27.000.000,-. Rata-rata pendapatan para pegawai KBS tidak sampai Rp 5.000.000,- apapun itu jabatannya.

 

CATATAN:

 

Alangkah baiknya bila semua itu bisa dilaksanakan. Satwa koleksi KBS bukan obyek semata. Merekalah sumber penghasilan utama para pegawai Kebun Binatang Surabaya. Mereka bukanlah hak milik Kebun Binatang Surabaya. Mereka adalah milik negara dan milik alam. Kepada Tuhan Sang Pencipta dan kepada masyarakatlah Kebun Binatang Surabaya harus bertanggung jawab.

 

Kami yakin masih banyak karyawan/karyawati yang berhati bersih. Jauh lebih banyak daripada oknum pegawai yang menjunjung kecurangan di atas kebenaran. Tidak perlu menoleh ke belakang mendambakan masa-masa jaya penuh KKN di masa lampau. Saat ini adalah saat untuk move-on, melanjutkan sisa hidup bekerja dengan hati bersih dan pikiran jernih.

 

Rawatlah para satwa sebaik-baiknya dengan sepenuh hati. Bila nama KBS tercemar karena ulah sebagian oknum pegawai Kebun Binatang Surabaya sendiri maka akibatnya akan ditanggung oleh seluruh KBS. Kita para pemerhati Kebun Binatang Surabaya tidak ingin hal itu terjadi. Bukan hanya nama Surabaya dan pemerintahnya saja yang tercoreng namun Indonesia juga dituding melegalkan penyiksaan satwa.

Salam Hijau #SaveKBS

avatar of the starter
Badai CrackerPembuka Petisi

Pengambil Keputusan

Tri Rismaharini
Tri Rismaharini
Walikota Kota Surabaya
Ir. Tri Rismaharini, M.T.
Ir. Tri Rismaharini, M.T.
Walikota Surabaya

Perkembangan Terakhir Petisi

Bagikan petisi ini

Petisi dibuat pada 11 Januari 2014