

Jangan Pilih Ignatius Jonan Menjadi Menteri Kabinet!
Masalahnya
Bila kita kebetulan berada di stasiun Manggarai, Jakarta, kita akan melihat sederten minimarket. Ya, hanya minimarket yang boleh berjualan di dalam stasiun kereta api, selain gerai makanan siap saji. Tidak ada lagi pedangang asongan atau kaki lima di dalam stasiun kereta. Dan itu terjadi bukan hanya di stasiun Manggarai, namun juga di seluruh stasiun kereta di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pedagang kecil disingkirkan, dan yang disisakan hanyalah pedagang besar.
Kebijakan ‘modernisasi’ stasiun kereta oleh PT KAI dibawah kepempinan Ignatius Jonan, telah menyingkirkan pedagang asongan dan kaki lima keluar dari stasiun dan menyisakan mini market modern dan gerai makanan siap saji.
Anehnya, nama Ignatius Jonan, masuk dalam bursa menteri di kabinet Jokowi-JK. Padahal paradigma pembangunan dari Jokowi, sejak dari Solo hingga Jakarta adalah menggeser bukan menggusur rakyat kecil.
Terkait dengan itulah, sudah sepantasnya bila Jokowi tidak menjadikan Ignatius Jonan menjadi menteri di kabinetnya.

Masalahnya
Bila kita kebetulan berada di stasiun Manggarai, Jakarta, kita akan melihat sederten minimarket. Ya, hanya minimarket yang boleh berjualan di dalam stasiun kereta api, selain gerai makanan siap saji. Tidak ada lagi pedangang asongan atau kaki lima di dalam stasiun kereta. Dan itu terjadi bukan hanya di stasiun Manggarai, namun juga di seluruh stasiun kereta di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek). Pedagang kecil disingkirkan, dan yang disisakan hanyalah pedagang besar.
Kebijakan ‘modernisasi’ stasiun kereta oleh PT KAI dibawah kepempinan Ignatius Jonan, telah menyingkirkan pedagang asongan dan kaki lima keluar dari stasiun dan menyisakan mini market modern dan gerai makanan siap saji.
Anehnya, nama Ignatius Jonan, masuk dalam bursa menteri di kabinet Jokowi-JK. Padahal paradigma pembangunan dari Jokowi, sejak dari Solo hingga Jakarta adalah menggeser bukan menggusur rakyat kecil.
Terkait dengan itulah, sudah sepantasnya bila Jokowi tidak menjadikan Ignatius Jonan menjadi menteri di kabinetnya.

Pengambil Keputusan



Perkembangan Terakhir Petisi
Bagikan petisi ini
Petisi dibuat pada 15 September 2014