Presdir BCA: Ubah kebijakan diskriminatif yang menolak tuna netra untuk menabung. @HaloBCA
  • Petitioned Halo BCA

This petition was delivered to:

Halo BCA
BCA
Humas
Presiden Direktur BCA
Jahja Setiaatmadja
Direktur
Henry Koenaifi
Direktur
Subur Tan

Presdir BCA: Ubah kebijakan diskriminatif yang menolak tuna netra untuk menabung. @HaloBCA

    1. Petition by

      Trian Airlangga

      Indonesia

  1.  
  2.   
September 2013

Victory

Beruntunglah kalian yang bisa melihat karena bisa menabung di bank tanpa dipersulit ini-itu. Seminggu sebelum Idul Fitri, tepatnya 2 Agustus 2013, saya ditolak membuka rekening tabungan atas nama saya  sendiri  di BCA cabang Blok A Cipete-Jakarta Selatan. Alasannya: karena saya seorang tunanetra.

Sebelum membuka akun tabungan, saya menelepon BCA Call Centre untuk menanyakan syarat membuka rekening. Mereka hanya membutuhkan kartu identitas atau KTP. Ditemani Pak Uus sang ojek langganan, saya semangat datang ke bank. Namun ketika sampai di bank, saya diperlakukan acuh tak acuh oleh Customer Service (CS). Sikap itu saya rasakan sejak awal, mungkin karena mereka bingung dengan kedatangan seorang pria yang menggunakan tongkat.

Saya dan Pak Uus dipersilahkan duduk untuk mengantre giliran. Tak lama, saya mendengar Pak Uus berbicara namun seperti minta diulang-ulang pertanyaannya karena mungkin suara Si Penanya terlalu kecil. Saya langsung menyimak percakapan itu. Memang suara wanita yang bertanya sangat kecil seperti berbisik, seolah jangan sampai terdengar oleh saya.

Wanita itu menanyakan beberapa hal. Siapa yang mau buka rekening, hubungan Pak Uus dengan saya apa, mau buka rekening apa, untuk keperluan apa saya membuka rekening dan tinggal dimana. Tidak hanya itu, si CS yang saya pun tak kenal siapa namanya menanyakan aktivitas saya saat ini  ke Pak Uus. Karena Pak Uus bingung menjawabnya, saya segera menjawab pertanyaan itu, “Saya kerja dan kuliah, mbak.” Lalu CS tersebut menanyakan Kartu Mahasiswa. Jadi ada dua kartu pengenal yang diminta.

Tak lama, saya mendengar suara wanita lain yang menanyakan keperluan kedatangan kami berdua. Lagi-lagi pertanyaan itu dilontarkan ke tukang ojek saya. Kemudian pak Uus diminta untuk meninggalkan saya mengikuti wanita tersebut ke tempat lain. Saya tidak diberi kesempatan untuk bicara sedikit pun agar bisa menjelaskan keperluan kedatangan saya. Ketersinggungan saya adalah kenapa saya tidak diikutsertakan dalam pembicaraan mengenai prosedur pembukaan rekening di BCA, salah satu bank dengan cabang terbanyak di Indonesia.  Saya ini kan tunanetra, bukan manusia yang tidak dapat diajak diskusi.  Saya pun meminta pada Pak Uus untuk mengantar saya ke wanita yang mengajaknya bicara tanpa mengikutsertakan saya tadi.

Ia juga mengajukan beberapa pertanyaan yang kurang masuk akal menurut saya, salah satunya “Bisa membaca atau tidak?” Jelas-jelas saya ini datang dengan menggunakan tongkat dan dituntun tukang ojek, bukankah itu cukup untuk sebagai informasi mengenai kondisi saya saat ini?  

Nurul pun menyampaikan bahwa penyandang tunanetra tidak bisa membuka rekening atas nama sendiri. Alasannya adalah karena saya dianggap tidak bisa memenuhi persyaratan yang tertera pada formulir permbukaan rekening BCA pada bagian surat pernyataan nasabah poin 2 dan 3. 

Poin 2: “Nasabah telah membaca, mengerti, menerima, dan menyetujui semua persyaratan dan ketentuan yang berlaku terkait dengan pembukaan rekening.”

Poin 3: ”Nasabah mengetahui dan menyetujui segala bentuk pernyataan dan/atau dokumen tertulis lainnya dan/atau ketentuan-ketentuan sebagaimana dimaksud dalam butir 2”. 

Kedua Poin tersebut dijadikan alasan terkuat mengenai kenapa penyandang tunanetra tidak dapat membuka rekening atas nama pribadi. Saya berusaha keras memberi pengertian kepada si CSO ini, bahwa tidak bisa membaca bukan berarti tidak bisa dibacakan. Dan cara baca orang yang bisa melihat dengan tunanetra berbeda. Tunanetra membaca dengan telinga atau dengan jari-jarinya. Saking sulitnya diberi pengertian, saya sampai mengatakan, “Mbak, saya memang tunanetra, tapi saya tidak semurahan itu, yang memberi tanda tangan tanpa saya ketahui apa isi dokumen yang akan saya tanda tangani!” 

Alternatif  yang ditawarkan adalah dengan menggunakan akun atas nama orang lain yang dikuasakan dan melalui proses pengadilan, bukan akun atas nama pribadi saya atau alternatif yang kedua menggunakan sistem Join Account dimana semua transaksi dilakukan melalui Teller dan harus datang berdua dengan orang yang namanya ikut tercantum pada rekening saya. Jelas hal itu akan sangat merepotkan. Hal yang mudah dibuat tidak mudah. “Kok BCA ribet banget ya, Mbak? Padahal  bank ini kan berkelas internasional ya mbak?” Respon saya terhadap sistem yang disampaikan.

Saya yang seorang disabilitas ini tetap dinyatakan tidak bisa membuka rekening atas nama pribadi. Pihak bank menyatakan kalau memang seperti itulah peraturan atau SOP BCA yang sampai saat ini pun belum bisa BCA perlihatkan kepada saya mengenai SOP resminya. Dengan kata lain memang belum ada aturannya yang mengatur bahwa penyandang disabilitas, khususnya tunanetra dan tunadaksa tangan tidak bisa membuka rekening di Bank BCA atas nama pribadi. Padahal kenyataannya di beberapa tempat, mesin ATM BCA sudah menggunakan suara yang berarti sangat akses untuk tunanetra atau orang dengan gangguan penglihatan lainnya.

 

Mohon dukungannya untuk menolak sistem yang diskriminatif yang dilakukan BCA terhadap penyandang tunanetra. Semoga kawan-kawan lain tidak mendapat diskriminasi yang sama.

To:
Halo BCA
Humas, BCA
Jahja Setiaatmadja, Presiden Direktur BCA
Henry Koenaifi, Direktur
Subur Tan, Direktur
Ubah kebijakan diskriminatif yang menolak tuna netra untuk menabung.

Sincerely,
[Your name]

Recent signatures

    News

    1. Reached 4,000 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

    • Dewi Niara Astuti YOGYAKARTA, INDONESIA
      • 7 months ago

      males aja itu CSnya. Sok pengen ikutin SOP. Padahal intinya calon nasabah harus memahami sistemnya kan? Let's be real calon nasabah mana sih sekarang (yang BISA BACA DENGAN NORMAL PUNA) yang bakalan baca seluruh ketentuan pas buka rekening?

      REPORT THIS COMMENT:
    • Johanes David BANDUNG, INDONESIA
      • 7 months ago

      Alasan mereka sangat lemah dalam mendefinisikan dapat melihat/ membaca terms of agreement.

      Mengerti bukan berarti harus melihat dan melihat bukan berarti mengerti.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Diah Laksmi Dwi Pratiwi BATU, INDONESIA
      • 7 months ago

      Seorang tuna netra tidak pernah memilih jalan hidup seperti itu.

      Kalau mereka bisa memilih, mereka akan memilih untuk duduk bersantai di kursi direktur tanpa bersusah payah memikirkan biaya/tabungan operasi penglihatan.

      REPORT THIS COMMENT:
    • Sandy Yudha INDONESIA
      • 7 months ago

      tuna netra juga manusia

      REPORT THIS COMMENT:
    • dinda katrina SEMARANG, INDONESIA
      • 7 months ago

      Semua penyandang disabilitas punya hak yang sama dengan warga negara yang lain. Malah seharusnya mereka dispesialkan bukan disepelekan.

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.