Pemerintah: Hentikan aksi-aksi brutal terhadap rumah ibadah
  • Petitioned Marzuki Alie

This petition was delivered to:

Ketua DPR RI
Marzuki Alie
Kapolri
Timur Pradopo
Menteri Dalam Negeri
Gamawan Fauzi
Menteri Agama
Suryadharma Ali
Presiden SBY
Susilo Bambang Yudhoyono

Pemerintah: Hentikan aksi-aksi brutal terhadap rumah ibadah

    1. Petition by

      Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP)

Indonesia adalah negara hukum yang menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan untuk beribadat menurut agamanya dan kepercayaan itu (Pasal 29 ayat (2) UUD 1945).

Akan tetapi, realitas belakangan menunjukkan, trend pengabaian konstitusi dan pelanggaran HAM dalam berbagai bentuk kekerasan, kriminalisasi, serta penutupan rumah ibadah di berbagai wilayah terus meningkat, bahkan semakin mengancam keutuhan NKRI.

Sejumlah kasus terjadi, seperti penyegelan gereja HKBP Philadelpia-Bekasi, pembongkaran gereja HKBP Setu-Bekasi, penyegelan Masjid Ahmadiyah Jatibening-Bekasi, penyegelan GKI Jasmin-Bogor, penyegelan gereja kampung Duri Jakarta Barat, penutupan 9 gereja dan 5 Vihara di Aceh, penyegelan masjid Bilal Ahmadiyah-Sukabumi, penolakan pembangunan masjid Al-Anwar- Tapanuli Utara, penutupan masjid Al-Hidayah-Depok, penutupan masjid Attaqwa Duren Sawit-Jakarta Timur, serta kriminalisasi para pemuka agama di beberapa wilayah.

Kami kelompok masyarakat sipil menyatakan keprihatinan yang mendalam, khususnya terkait aksi-aksi brutal terhadap rumah ibadah di sejumlah wilayah, maka dengan ini kami menyatakan:

1.     Mengecam dan mengutuk pemerintah yang telah membiarkan, bahkan turut serta dalam aksi brutal tersebut;

2.     Meminta pemerintah mencabut segala peraturan perundang-undangan dan kebijakan yang bertentangan dengan jaminan hak kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana dijamin UUD 1945;

3.     Meminta para pemimpin agama dan kepercayaan agar lebih mengedepankan nilai-nilai toleransi dan kebangsaan berdasarkan Pancasila dan UUD 1945;

4.     Mengajak masyarakat untuk tidak terprovokasi, dan menyikapi segala persoalan dengan arif dan bijaksana;

5.     Meminta kepada pimpinan media agar dalam pemberitaan, sensitif terhadap korban dan kritis terhadap setiap pelaku tindak kekerasan.

  

Petisi ini dimulai dan didukung oleh:

 

Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), Solidaritas Korban Pelanggaran Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan (SOBAT KBB), The Wahid Institute (WI), Nurcholis Madjid Society (NCMS), Forum Studi Piramida Circle, Bidang Diakonia PGI, ANBTI, AKKBB, Badan Kerjasama Organisasi Kepercayaan (BKOK), KontraS, Himpunan Penghayat Kepercayaan (HPK), KOMJak, SETARA Institute, Yayasan Anand Ashram, National Integration Movement (NIM), Yayasan Insan Bestari, Dian Interfidei, Lingkar Studi Islam dan Sosial (LSIS-Banten), LBH Jakarta, YLBHI, Komunitas Rahayu 15, Komisi HAK KWI, ELSA Semarang, Perkumpulan 6211, Asian Moslem Action Network (AMAN) Indonesia, Majelis Buddhayana Indonesia (MBI), Konferensi Agung Sangha Indonesia (KASI), Islamic Movement for Non Violence (IMN), Djohan Effendi, Musdah Mulia, JN Hariyanto, Mohammad Monib, Nur Kafid, Tonny G Tanos, Muhammad Mukhlisin, Yong Ohoitimur, Alvon Palma, Nur Habibie Rifai, Lucia Wenehen,  Atik Muayati, Lembaga Antar Iman Maluku, Pdt. Daniel K Listijabudi, Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM),Samsidar (LBH APIK Aceh), Azriana (Tim relawan perempuan untuk kemanusiaan Aceh), Norma Manalu, (Jaringan masyarakat sipil peduli syariah/JMSPS), Teuku Muhammad Jafar Sulaiman (Forum Islam Rahmatan Lil’alamin/FIRL), KSPPM, Miryam Nainggolan, Daisy Posumah, Lian Gogali, Institute Mosintuwu-Poso, Daniel K Listijabudi(Fakultas Theologi UK Duta Wacana, Yogya), Frans Lambut, Zakaria, Ngelow, Oase Intim Makasar, LK3(Lembaga Kajian Keislaman dan Kemasyarakatan), Nelti Anggrainiguci, Steve Gaspersz, Forum Kerja Lintas Agama(FKLA) Lampung, Muhammad Taufik, Qasim Mathar(Forum Antar Ummat Beragama Sulsel), Mery Kolimun(Jaringan Teologi UKAW/Jaringan Perempuan Indonesia Timur), Winston Rondo, Perkumpulan Relawan CIS Timor, Komunitas Peacemaker Kupang(Kompak), Hotman M Siahaan, Pater Neles Tebay, Mery Kolimon, Jaringan Perempuan untuk Indonesia Timur (JPIT), Palti Panjaitan, Muslihah Razak, S. Yusra Hidayat, Ny. Icke Hamzah, F. Apendi SP, Bagjo Indrijanto, Kris Hidayat, Arif Nur Fikri, Malik, Reni, Bela, Anis Rahmat, Matteo Rebecchi, Titi Sumbung, Wendah S, Z.A Pontoh, Gomar Gultom, Alamsyah M.Dj, Maskur, Firdaus

To:
Marzuki Alie, Ketua DPR RI
Timur Pradopo, Kapolri
Gamawan Fauzi, Menteri Dalam Negeri
Suryadharma Ali, Menteri Agama
Susilo Bambang Yudhoyono, Presiden SBY
Hentikan aksi-aksi brutal terhadap rumah ibadah. Jamin hak kebebasan beragama dan berkeyakinan sebagaimana dijamin UUD 1945.

Sincerely,
[Your name]

Recent signatures

    News

    1. Reached 250 signatures

    Supporters

    Reasons for signing

      • 7 months ago

      Sebenarnya peristiwa ini SUNGGUH MEMALUKAN , UUD 1945 JELAS MEMBERIKQAN KEBEBASAN BAGI PEMELUK SUATU AGAMA , tp malah berbanding terbalik dgn realita yg ada, .. MAU DIKEMANAKAN KE BHINNEKA TUNGGAL IKA an kita ??? apa pemerintah ga malu dgn PANCASILA?

      REPORT THIS COMMENT:
    • Joseph Marijanto BEKASI, INDONESIA
      • 11 months ago

      Selama sesuai aturan hukum, setiap penduduk berhak beribadah dengan caranya sendiri. Memaksa, mengintimidasi, mengancam kegiatan ibadah seseorang adalah bentuk tidak menghargai orang lain. Secara tidak langsung meninggikan derajat diri sendiri, merendahkan derajat orang lain.

      REPORT THIS COMMENT:
    • NM Oscar INDONESIA
      • 11 months ago

      Apa yang telah dijamin oleh konstitusi Indonesia, dan negara-negara beradab di dunia, mesti menjadi konstitusi dasar dari cara berpikir bangsa ini.

      REPORT THIS COMMENT:
    • helin hakh INDONESIA
      • 12 months ago

      karena saya rasa ini tidaklah adil

      REPORT THIS COMMENT:
    • fernando gomulya INDONESIA
      • about 1 year ago

      human rights

      REPORT THIS COMMENT:

    Develop your own tools to win.

    Use the Change.org API to develop your own organizing tools. Find out how to get started.